Friend Or Love?

Friend Or Love?
Ternyata



"Mmphhh" Kena berontak


Ardan memperdalam ciumannya dan membawa Kena untuk tidur di sebelahnya


"Awww" Ardan meringis karena bibirnya digigit Kena


"Hah. Hah. Hah. Gila Lo nipu gue. Males gue sama Lo Dan" Kena berusaha bangkit tetapi tangannya dicekal Ardan dan menariknya untuk tetap di sampingnya


"Katanya mau nyium bau gue. Ya gue cium langsung biar ngerasain juga"


Kena terdiam


"Lo kenapa?"


Kena masih terdiam


"Ken"


"Apa Lo Ken Ken. Cium aja sono cewek seksi di bar tadi"


"Hah?" Ardan teringat dia hampir mencium Rika dan tida jadi karena mulutnya sudah dibungkam oleh bibir Kena


"Kan udah Lo selametin"


"Pala Lo. Minggir!!"


"Gak. Sana balik lagi ke club' sana cium semua tuh cewek. Mabuk-mabukan lagi sana. Nyesel gue ngajak Lo ke rumah gue"


"Maaf Ken"


"Gak butuh"


"Ken"


"Paan?"


"Nyokap gue masuk rumah sakit"


Seketika Kena menoleh dan menatap dua buah manik di depannya itu


"Kenapa gak bilang? Hp Lo matiin. Gak masuk sekolah juga"


"Gue waktu itu gak bisa mikir Kena" jelas Ardan


"Tapi kan Lo bisa bilang ke gue Dan. Gak kayak tadi mabuk hampir cium cewek. Gue Lo anggep apa Dan. Sisa doang?"


"Hustt. Kena. Kok bilang gitu?"


"Fakta"


"Gak Ken. Gue mau hubungin Lo. Tapi gue mikir nanti Lo anggep gue apa ngadu ke cewek gak bisa ngatasi sendiri masalahnya"


"Gila Lo. Gue gak kayak gitu. Gue udah bilang kalo ada masalah cerita. Rumah gue selalu terbuka buat Lo. Bukan kayak tadi. Mulut Lo itu harus Lo jaga. Hati ini juga harus Lo jaga Dan" Kena menunjuk ke dada Ardan


"Maaf Ken" Ardan sambil memeluk Kena


"Gue juga minta maaf. Gak harusnya gue marahin Lo. Maaf gue gak tau kondisi Lo. Gue cuma khawatir Lo kenapa-napa"


Ardan mengangguk.


"Dan"


"Hemm?"


"Lo udah mandi?"


"Belom. Dari pagi"


"Kan Lo juga suka Ken"


"Mandii!!"


Ardan akhirnya pergi mandi dan setelah 30 menit Ardan kembali dengan melilitkan handuk di bagian bawah dan bertelanjang dada


"Shi*. Baju Lo mana Dan?" tanya Kena sambil menutup mata


"Basah semua tadi jatuh mau gue jemur ini" Ardan menenteng bajunya yang basah


"Gila Lo. Gue perempuan Dan"


Ardan bergerak maju ke arah Kena


"Kenapa?"


"Mundur gak Lo?"


"Kenapa?" Ardan tetap mendekat


"Mundurr gak ... "


Mulut Kena sudah dibungkam oleh bibir Ardan. Mata Kena terbuka melihat mata Ardan yang terpejam dan rambut yang masih basah yang membuat cewek manapun langsung luluh juga jika melihat pemandangan ini


Ardan melepas ciumannya dan menatap Kena yang melamun


"Lo mikirin apa? Ngeres ternyata pikiran Lo Ken"


"Bac** Lo Dan. Siapa yang udah liat Lo kayak gini?"


"Gak ada. Lo doang"


"Yaudah"


Kena beranjak pergi keluar kamar


"Mau kemana Ken?"


"Cari baju buat Lo. Masak Lo tidur kayak gitu. Masuk angin lah"


"Nih pakai. Baju ayah gue" Kena menyodorkan training dan kaos oblong


"Thanks Ken. Gue ngrepotin banget ya?"


"Banget. Dah tidur ngantuk gue. Besok sekolah. Oh ya? Nyokap Lo ada yang nunggu?"


"Ada. Bokap tiri gue"


Kena berbalik ke arah Ardan dan memeluk Ardan


"Kalo Lo mau nangis sekarang aja. Gue gak lihat"


Mata Ardan berkaca-kaca dan ia memeluk erat pinggang Kena dan menaruh kepalanya di ceruk leher Kena sambil terisak. Kena hanya menepuk punggung Ardan untuk memberinya kekuatan


--- Keesokan paginya---


"Kena Ardan bangunn" Ketuk Amor


"Pintunya gak dikunci"


Amor masuk ke kamar dan melihat anaknya yang tidur di pelukan Ardan


"Uppss" Amor kemudian pergi keluar lagi sambil tertawa


"Bener-bener Kena punya ibu satu kelakuannya Waduh \=v"