
"Kebo bangunnn" Kena menggoyang-goyangkan tubuh Ardan
"Dan bangunnn!"
"Woiii bangun" kali ini Kena menendang bokong Ardan sampai Ardan jatuh dari ranjang
"Awwww. Gila Lo Ken"
"Bangun. Udah siang. Bangun siang-siang rejeki dipatuk ayam"
"Gue semalem kurang tidur Ken. Badan gue pegel semua gara-gara mangku Lo semalem"
"Oo. Jadi gara-gara gue?"
"Gak gak hehehe" cengir Ardan
"Mandii sekarang!!"
"Iya iya. Aduhh bokong gue tambah kempes ini nanti. Gak bisa memuaskan Lo dong Ken"
"Mesum nih bocah, mandi gak?"
"Iyaaa" Ardan lari terbirit-birit ke kamar mandi yang membuat tawa Kena pecah
---- Di Meja Makan ----
"Ayo Dan sarapan" ajak Amor
"Iya te" Ardan
"Kenapa jalanmu gitu?" tanya Amor
"Tadi ditendang Kena te. Pantat saya sakit" Ardan
"Jangan gitu ah Kak!" Amor
"Tukang ngadu" Kena
"Biarin" Ardan
Mereka berenam sarapan bersama dengan nikmat dan khidmat
"Enak banget masakan Tante. Sip lah" Kena sambil mengacungkan dua jempol ke Amor
"Modusss" Kena
Amor hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua
"Habis ini mau kemana Ken?"
"Ke perpustakaan yuk Dan"
"Masak hari Minggu ke perpustakaan gak jalan-jalan gitu?"
"Boleh. Lo anter gue ke perpustakaan terus Lo cabut jalan-jalan"
"Gue sendiri?"
"Katanya Lo mau jalan-jalan"
"Tapi ya sama Lo lah Ken"
"Kalo gitu temenin gue pinjem buku dulu ke perpustakaan baru jalan"
"Yess. Kuy lah"
"Iya. Hati-hati di jalan"
"Tante titip Kena ya Dan"
"Iya te"
Mereka berdua langsung menuju ke perpustakaan untuk meminjam buku. Setelah itu, mereka lanjut jalan ke KBS (Kebun Binatang Surabaya). Di perjalanan mereka bercanda ria yang menghasilkan pukulan di kepala Ardan. Mereka tidak sadar ada bahaya yang mengintai mereka. Sebuah minibus yang berkecepatan tinggi yan diduga rem blong mengarah cepat ke arah mereka berdua. Kena yang sadar itu, langsung berteriak
"Awasss Dannnnn!!!!!"
Brakkk. Praakkk. Duggg
Kecelakaan itu membuat motor Ardan hancur. Untungnya orang yang berada di dalam minibus itu selamat akibat menabrak motor Ardan minibus itu berhenti. Tetapi tidak dengan mereka berdua. Mereka berdua terlempar ke aspal jalanan yang membuat mereka tak sadarkan diri dengan luka parah di pihak laki-laki sedangkan perempuan luka tetapi tidak separah laki-laki itu,
"Eungghh" Kena terbangun melihat banyak orang yang berkerumun
"Mbak? Mbaknya gak apa-apa?"
"Saya dimana ya mas? Awww" Kena meringis sambil memegang kepalanya yang berlumur darah"
"Mbak diam saja dulu. Ambulance perjalan ke sini mbak. Mbak sama mas nya tadi tertabrak minibus itu. Alhamdulillah anak-anak TK di dalam minibus selamat mbak. Tapi mas nya luka parah mbak"
"Mas? Ardann? Dimana Ardan!!?"
"Di sana mbak. Mas nya tadi badannya keseret aspal karena ngelindungi mbak. Mbak dipeluk sedangkan punggung masnya keseret ke aspal mbak. Mas nya belum sadar diri" Bapak-bapak menunjuk tempat Ardan berada
"No no no. Ardann. Aww"
"Mbak jangan bergerak dulu. Kepala mbak nya berdarah semua"
Kena menggeleng dan tetap memaksakan diri mendekat ke Ardan. Ia melihat sekujur tubuh Ardan luka parah. Bagian kepala dan punggung serta baju sobek memperlihatkan punggung yang terseret aspal jalanan. Kena menjatuhkan diri di sebelah Ardan
"Dan bangun Lo jangan kayak gini Dan"
"Ardann. Bangun sayang. Ardannn"
"Huhuhuhuhuhhu. Dan bangunnn. Jangan tinggalin gue Dan" Kena jatuh pingsan
Ambulance datang dan langsung memasukkan Ardan dalam brangkar dan membawa Kena juga ke Rumah Sakit terdekat
"Kena Kena kak bangun kak Huhuhuhu" Amor menangis
"Ibu?" Kena sudah sadarkan diri
"Kakakkkk. Huhuhuhu. Ibu kira kamu ninggalin Ibu Kena. Ibu gak mau ditinggal seperti ayah kamu dulu Kena" Amor menangis sambil memeluk putrinya itu teringat kejadian Ayah Kena tahun silam
"Ardan mana Bu? Ardan?" Kena teringat Ardan dengan luka parah karena melindungi dirinya
Amor menggeleng
"Maksudnya apa Bu? Apa maksudnya Bu?" Kena menangis
"Ibu gak tau Ken. Ibu sampai sini hanya bertemu kamu saja. Ibu mencari Ardan ternyata tidak dirawat di sini. Ibu bertanya kepada perawat. Memang benar ada laki-laki seumuran kamu dibawa ke RS ini tapi setelah itu nama Ardan gak ada nak. Ibu gak tau Ardan dimana Kena"
"Gak mungkin gak mungkin Bu" Kena langsung keluar untuk mencari Ardan dan ketika Kena berpapasan dengan dokter ia bertanya kepada dokter itu
"Memang benar ada pasien bernama Ardan disini. Ketika saya hubungi orang rumah mereka langsung kesini dan memindahkan Ardan ke rumah sakit luar negeri karena cidera pada otak dan operasi pada punggungnya tidak bisa kita tangani karena luka yang cukup parah. Keluarga pasien Ardan akhirnya memindahkan ke luar negeri"
Dukk. Kena jatuh pingsan
"Kenaaaa" Amor berteriak