Forced Marriage

Forced Marriage
FM Bab 55 - Memasak Pasta



Tiba di rumah baby Bryan sudah tidur, sang pengasuh segera mengambilnya dari gendongan Aleia. Wanita cantik itu lantas segera memapah sang suami untuk mulai menaiki anak tangga.


Arkan terlihat sangat lemas.


Mama Elma, papa Danu, Aisya dan Aina sudah tidak tinggal disini lagi, rumah utama telah selesai di renovasi.


"Dad, mual sekali ya?" tanya Aleia, wajahnya pun nampak sedih. Kehamilannya baru berusia 2 bulan, kata dokter Bella Arkan akan seperti ini sampai di usia kehamilan 3 bulan, itu artinya masih 1 bulan lagi.


"Iya Mom, aku ingin segera tidur."


"Yah, padahal mommy mau."


"Mau apa?" tanya Arkan, meski pun sangat mual tapi dia selalu berusaha memenuhi apapun keinginan sang istri.


Tidak ada lagi Arkan yang sangat dingin, kini pria itu penuh kehangatan.


"Mau Daddy." desis Aleia malu-malu.


Arkan sontak tertawa kecil, mendengar itu seketika lemasnya hilang, dia bahkan langsung memiliki tenaga untuk menggendong sang istri layaknya pengantin baru.


Aleia sampai menjerit kaget.


"Awh Dad! tubuhku kan berat," Aleia protes, tapi dia menggantungkan kedua tangannya di leher sang suami. Kini mereka telah tiba di lantai 2.


"Tidak, tubuh mommy tidak berat, hanya lebih berisi."


"Iiss," Aleia malu-malu. memukul pelan dada suaminya.


Masuk ke dalam kamar mereka, Arkan segera membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang. Membaringkan dengan hati-hati.


"Dad, daddy saja yang tidur lebih dulu, mommy mau ganti lingerie."


"Mommy serius?"


Aleia mengangguk, entah kenapa malam ini dia memang ingin menyenangkan sang suami. Mungkin karena iba melihat suaminya yang harus menanggung beban saat dia hamil.


Jadi setelah itu Aleia bangkit lagi dan segera turun dari atas ranjang. Mengambil lingerie berwarna hitam dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


Arkan duduk di tepi ranjang dan menunggu.


Sampai akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka dan muncullah sang istri yang begitu seksi.


Aleia berjalan dengan anggun, berdiri tepat di hadapan sang suami.


Membuat Arkan bisa melihat dengan jelas choco chips istrinya yang sudah menegang.


Arkan meraih pinggang sang istri hingg berhasil dia peluk, menempatkan kedua buah itu tepat di depan wajahnya.


Ahk! hanya satu kata itu yang selalu Aleia ucapkan,


Di awal permainan, Aleia lah yang memimpin kendali. Mengaduk semua hasrat sang suami sampai akhirnya dia tumbang sendiri.


"Dadh, kenapa belum keluar? Aku sudah 2 kali," rintih Aleia, dia sudah lemas.


"Pelan-pelan saja Mom."


Arkan merubah posisi, mencari tempat ternyaman.


Dan tiap hentakan hati-hati yang dia berikan, Aleia selalu meminta yang lebih kasar. Saat Arkan hilang kendali, Aleia malah senang sekali.


desaahnya jadi semakin kencang pula dengan tubuh yang terombang ambing.


Lalu saling memeluk erat saat puncak permainan diraih bersama. Nafas mereka memburu.


Arkan dan Aleia sama-sama merasa puas, melihat jam di dinding yang menunjukkan angka 11.


"Dad, mommy lapar."


"Ayo kita makan sayang."


"Tapi nanti mommy tambah gendut."


"Tenang saja, mommy tidak gendut sendirian, daddy juga."


Aleia tertawa.


Setelah membersihkan tubuh setelah percintaan panas itu, mereka berdua turun ke dapur.


Arkan memeluk sang istri dari belakang dan mereka memasak pasta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi author:


Judul : Princess Fiona


By : Dhevis Juwita


Tombol Favoritnya sekarang ada di titik 3 pojok kanan ya, jangan lupa tekan favorit 💖