
Liza Pov

Aku mengedipkan mataku berkali - kali tak percaya jika rumah yang aku lihat didepan mataku sekarang adalah rumah yang akan kutinggali dengan suamiku , kak Joan .
Rumah ini adalah pemberian Papah Ansel sebagai hadiah pernikahan kita .
Yang membuatku tertegun bukanlah karena kemewahan rumah ini , tapi karena pemandangan disekelilingnya yang dipenuhi beberapa pohon beserta sebuah kolam yang sangat besar .Sebuah danau beserta Lapangan Golf juga berada dibelakang rumah ini .
" Apa rumah ini tidak cocok dengan seleramu sayang ? " Tanya Joan yang melihatku terdiam mematung .
Aku menggeleng seraya membentuk sebuah senyuman dibibirku "Cocok kok kak , rumah ini sangat indah .Aku sangat menyukainya "
" Baguslah kalo kamu suka , papahku sengaja membeli rumah yang banyak pepohonan supaya kamu bisa ngerasain oksigen yang segar setiap pagi " Ucap Joan , pria itu terus melemparkan senyumannya padaku .
" Sayang , sampai kapan sih kamu manggil aku dengan sebutan kakak ? Sekarang kan aku udah jadi suami kamu ."Tanya Joan dengan ekspresi cemberut.
" Terus kamu mau dipanggil apa ?" Tanyaku keheranan .
" Kalo papah aja gimana ?" Usul Joan yang langsung membuatku menggelengkan kepala ku tak setuju .
" Anak kita kan belum lahir , masa aku harus manggil kamu dengan sebutan papah ." Ucapku dengan tegas .
Suamiku mengkerucutkan bibirnya , bukannya terlihat jelek, justru wajahnya terlihat semakin tampan dan imut di mataku .
" Gimana kalo aku manggil kamu hubby aja , hubby kan pelesetan dari kata husband " Ucapku memberikan saran .
Suamiku menggeleng semangat , ekspresi wajahnya yang tadi suram kembali manis lagi .
" Yaudah hubby aja deh , tapi kalo anak kita udah lahir ganti dengan sebutan papah yah ! " Seru Joan yang membuatku hanya tersenyum gembira .
Kami berdua mulai mengakhiri obrolan dan berjalan memasuki rumah itu .
Aku terkejut saat melihat sekitar 10 pria bertubuh kekar dan tinggi mereka terlihat memakai baju bodyguard , sudah dapat kupastikan bahwa mereka adalah orang yang ditugaskan menjaga keamanan dirumah ini .
Sementara disamping bodyguard itu ada beberapa wanita yang memakai baju pelayan ,yang kulihat ada sekitar 15 pelayan . Beberapa diantara mereka masih terlihat berumur dibawah 30 tahunan.
Joan menggandeng tanganku menuju kearah dua pelayan yang umurnya terlihat setara denganku .
" Sayang kenalin mereka Tia dan Ella , kedepannya merekalah yang akan mengurusi segala kebutuhanmu dan menemanimu " Jelas suamiku .
Aku menatap Tia dan Ella yang terlihat menunduk " Kalian berdua jangan takut saya gak gigit kok " Ucapku seraya mengulurkan tangan kearah Ella dan Tia secara berganti.
" Nona Liza aku ngefans banget loh sama Nona " Teriak Tia kegirangan .
" Aku juga Non , ngefans banget sama non, seperti mimpi rasanya bisa ketemu langsung " Ucap Ella yang sama kegirangannya seperti Tia .
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan mereka , pantas saja dari tadi mereka menunduk seperti malu - malu melihatku .
" Saya juga senang bertemu dengan fans seperti kalian berdua , semoga kedepannya kita bisa berteman dengan baik " Ucapku seraya menepuk bahu mereka pelan .
" Sayang mereka adalah pelayan yang kupindahkan dari mansion , mereka memang suka ngerumpi dan banyak bicara .Karena itulah aku menugaskannya untuk menemanimu agar kau tak kesepian saat aku tak berada dirumah ini " Jelas suamiku , aku hanya tersenyum begitupun dengan Ella dan Tia yang ikut tersenyum saat Joan mengatakan tentang sikap mereka yang biang rumpi.
" Ya sudah kamu pasti kelelahan banget kan hari ini , mending kita langsung ke kamar aja " Ucap Joan seraya menggandengku menuju sebuah kamar yang berada dilantai 2.
Joan langsung menidurkan tubuhnya yang kelelahan di kasur yang sangat besar nan mewah itu .
" Kamu gak mandi dulu by ? " Tanyaku yang langsung membuat suamiku yang tadinya memejamkan mata langsung kembali membuka matanya dan menoleh ke arahku .
" Mau kok " Jawab suamiku seraya membangunkan tubuhnya dari kasur .
Dengan cepat ia mengambil sebuah handuk yang terletak diatas meja yang berada disamping kamar mandi yang terletak didalam kamar.
Suamiku kembali menoleh ke arahku yang sedang duduk didepan meja rias untuk menghapus make up .
" Apa kamu juga mau mandi ? " Tanya suamiku .
Aku mengangguk pelan .
" Kamu mandinya besok pagi aja deh , bahaya sayang ,orang hamil gak boleh mandi tengah malam " Ucap suamiku menatapku dengan wajah serius .
" Tapi kan gak enak by , rasanya gerah banget " Protesku yang langsung mendapat tatapan tajam dari suamiku .
" Ya udah deh , aku nurutin kamu " Ucapku dengan kesal , suamiku tersenyum simpul, dengan cepat ia kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri .
Sementara aku kembali melanjutkan aktivitas ku untuk menghapus makeup yang masih menempel di wajahku .
Karena makeup yang gunakan waterproof jadi lumayan agak susah untuk menghapusnya .Untung saja aku menggunakan micellar water yang dapat dengan cepat mengangkat makeup itu .
Aku langsung bernapas lega setelah selesai dengan satu tugas itu , kini aku beralih menuju walk in closet untuk mengganti baju .
Lagi - lagi aku terkejut setelah melihat isi ruangan itu .Aku tak mengira bahwa suamiku telah menyiapkan segalanya untukku mulai dari Pakaian , aksesoris ,tas hingga sepatu. Semua barang itu sudah tertata dengan rapi layaknya sebuah toko .Bahkan semua barang itu merupakan barang dari brand ternama seperti Gucci , chanel , Prada ,Louis Vuitton, Dior, Burberry, Hermes ,Ralph Lauren, hingga brand House of versace .
Bukan hanya itu ,ternyata suamiku juga sudah menyiapkan dress untuk ibu hamil .Tak kusangka jika Joan yang saat ini sudah sah menjadi suamiku ternyata adalah seseorang yang sangat teliti dalam segala hal .