
"Kak Rayden!" pekik Aleia, terlebih saat sang kakak bukan hanya memukul Arkan satu kali, tapi sampai dua kali beruntun.
Sangat mencemaskan Arkan, Aleia sampai tidak sadar jika dia diperhatikan oleh sang kakak ipar-Aresha.
Wanita cantik itu memperhatikan Aleia lekat, tubuhnya jelas terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Kedua mata terlihat sedikit bengkak dan ada memar merah di kedua pergelangan tangan Aleia. Mungkin jika orang lain tidak akan menyadari itu, tapi tidak dengan Aresha, dia bisa melihatnya dengan jelas. Sebagai seorang dokter jenius, Aresha tahu jika Aleia mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Lantas tanpa banyak kata, Aresha segera menarik Aleia untuk menjauh. Bersama mommy Jia ketiga wanita itu masuk lebih dulu.
Membiarkan Arkan menghadapi Rayden dan daddy Alex di luar sana.
"Resha, bagaimana dengan Arkan?" tanya Aleia dengan cemas, berulang kali dia melihat ke arah belakang. Mommy Jia pun hanya diam saja, masih tidak menyangka jika anaknya diperlakukan sekasar itu oleh suaminya.
dilihat jelas olehnya saat Arkan menarik Aleia dengan kasar keluar dari dalam mobil itu, bahkan membanting pintu tanpa peduli ketakutan sang anak.
Semua orang di keluarga Carter tahu jika pernikahan ini adalah pernikahan paksa, Aleia yang memaksa untuk menikah dengan pria itu. Tapi Andai Arkan ingin mengembalikan Aleia dengan keluarganya tidak dengan cara sekasar ini.
"Mom_"
"Leia, tenang lah dulu," ucap Aresha, sementara kedua mata Aleia terus bergerak dengan cemas. Jika Arkan sampai dihajar oleh kakak dan ayahnya maka akan semakin pelik masalah rumah tangga mereka.
Dan melihat sikap Aleia itu, Aresha makin yakin jika selama ini Aleia hidup dalam tekanan sang suami.
"Aleia, tenang lah, apa selama ini Arkan selalu memperlakukan mu sekasar itu?" tanya Aresha pula, hingga akhirnya membuat Aleia membeku.
Sesuatu hal yang selama ini selalu dia tutup rapat kini seolah nyaris terkuat.
Aleia tergugu, lidahnya kelu untuk menjawab.
"Pergi," ucap Rayden dengan sangat serius. Sebelum amarahnya semakin menjadi, dia harus mengusir pria ini.
Mengembalikan Aleia bukan dengan cara sekasar itu. Bahkan kedua orang tuanya pun tak pernah berlaku demikian.
"Dengarkan aku dulu Kak, ini hanya salah paham," balas Arkan dengan cepat. Dia lupa bahwa Aleia adalah nona muda di keluarga ini, anak perempuan satu-satunya yang jelas di ratu kan.
"Dad!" panggil Arkan, ingin daddy Alex setidaknya sedikit memberinya waktu.
Tapi sayang, bahkan tanpa kata-kata daddy Alex segera pergi dari sana.
Pria berwajah dingin itu sedikit pun tidak mempedulikan sang menantu, dia telah kecewa. Beberapa kali daddy Alex datang ke rumah Arkan, pria paruh baya itu melihat perlakuan manis, hubungan harmonis, tapi ternyata itu hanya sandiwara. Di belakangnya, Arkan memperlakukan Aleia dengan kasar.
"Dad! Daddy!" pekik Arkan, dia hendak mengejar namun dihadang oleh Rayden.
"Ini semua hanya salah paham Kak, aku bukan mengantarkan Aleia untuk kembali pada keluarga ini. Aku hanya menitipkan sementara, sebelum aku_"
"Pergi, kami punya cara sendiri untuk menyelesaikan ini," balas Rayden tak bisa dibantah.
Rayden bahkan dengan segera memanggil penjaga keamanan untuk mengusir Arkan, sementara dia segera masuk ke dalam rumah.
"Kak Rayden!"
"Kak!"
"Argh! Shiit!" kesal Arkan, karena semuanya jadi berjalan diluar rencana.