
ryan yang sudah sampai di apartemennya menunggu luna pulang
setelah kurang lebih 30 menit ryan menunggu luna, akhirnya luna pulang ke apartment nya
"yan udah pulang?" tanya luna kepada ryan
"basa basi lu lun" ucap ryan ke luna
"maksudnya apa sih yan?" tanya luna yang tidak paham
"BILANGNYA ADA TUGAS TAMBAHAN TAPI MALAH PULANG SAMA COWO LAIN PAKE PELUKAN LAGI DI MOTOR" ucap ryan dengan tegas ke luna
luna yang mendengar ucapan ryan itu hanya bisa diam seperti patung
"aku bisa jelasin yan" ucap luna ke ryan
ryan berdiri menghampiri luna
"APA YANG MAU LU JELASIN LUN? UDAH KEBUKTI LU SELINGKUH" ucap ryan tegas ke luna
"oke aku akui salah yan, tapi dia itu cuman senior aku dulu" ucap luna ke ryan
"HAHAHA SALAH SI GUA NIKAHIN BOCAH KAYA
LU" ucap ryan yang pergi kearah luar apartemen
*BRAK*
ryan membanting pintu dan pergi entah kemana, sementara luna masih berada dalam apartemen
*hiks*
*hiks*
*hiks*
*hiks*
*hiks*
"ARGHHHHH NYESEL GUA NYESEL" ucap luna sambil menangis
5 jam sudah berlalu, luna yang menangis dari ryan pergi akhirnya ia pingsan tak berdaya di ruang tamu. 30 menit berlalu luna yang masih pingsan di ruang tamu, handphonenya terus berbunyi.
*disisi ryan*
ryan yang lagi menenangkan pikirannya dirumah romi salah satu sahabat terbaiknya. 5 jam ryan sudah meninggalkan luna sendiri di apartemennya, tiba tiba perasaan ryan tidak enak. ia lalu mencoba menelfon luna namun tidak ada jawaban, ryan yang semakin tidak tenang pikirannya akhirnya memutuskan menelfon satpam apartnya untuk mengecek unit ryan.
*panggilan telfon*
"halo pak" ucap ryan dari balik telfon
"iya halo kenapa pak ryan" ucap satpam apartnya
"pak tolong cek unit saya ya, istri saya tidak bisa dihubungi" ucap ryan yang mulai khawatir keadaan luna
"baik pak" ucap satpam apartemennya
"kalo terjadi apa apa langsung hubungi saya ya pak" ucap ryan
"iya pak" ucap satpam apartemen lalu mematikan panggilan tersebut
*panggilan telfon off*
"semoga tidak terjadi apa apa pada luna" ucap ryan dalam hati
romi yang sedari tadi melihat ryan begitu khawatir lalu menyuruh sahabatnya itu untuk pulang
"pulang sanah lu" ucap romi ke ryan
"ga, gua masih marah" ucap ryan ke romi
*disisi ryan off*
satpam apartemen lalu naik ke unit ryan menggunakan lift. sesampainya satpam disana, ia lalu membuka unit apartemen milik ryan, terlihat sosok perempuan yang pingsan. satpam apartemen lalu menghubungi ambulance dan memfoto luna untuk dikirim ke ryan
satpam lalu mengirim gambar tersebut ke nomor ryan dan menelfon ryan
*panggilan telfon*
"halo tuaaaannn" ucap satpam ke ryan
"iya pak" ucap ryan ke satpam
"bu luna pingsan pak, udah dibawa sama ambulance barusan" ucap satpam ke ryan
ryan yang mendengar luna pingsan begitu lemas hatinya
"halo pak" ucap satpam
"halo pak" ucap satpam
ryan tidak memperdulikan panggilan telfon, ia lalu berteriak
"ARGHHY LUN, MAAFIN GUA. MAAFIN GUA" teriak ryan
romi yang mendengar teriakan ryan langsung lari dari ruang tv ke ruang tamu. sesampainya romi di ruang tamu ia langsung mengambil handphone ryan yang masih tersambung
"halo pak" ucap satpam
"iya halo, ini siapa?" tanya romi
"saya satpam apartemen tempat tinggal tuan ryan, saya mau ngabarin kalo bu luna pingsan dan sudah dibawa ke rs harapan ibu pak" ucap satpam ke romi
"oh oke pak terimakasih banyak ya" ucap romi ke satpam lalu menutup panggilan telfon
*panggilan telfon end*
"ayo kita ke rumah sakit harapan ibu yan! lu ngapain diem disini" ucap romi ke ryan
"INI SALAH GUA ROM, INI SEMUA SALAH GUA" ucap ryan ke romi
romi yang kesal melihat tingkah ryan lalu memuku
*bugh*
*bugh*
*bugh*
"BANGUN! LUNA BUTUH LU YAN" ucap romi tegas ke ryan
karena pukulan romi akhirnya ryan tersadar dan langsung menuju rumah sakit harapan ibu bersama romi
.
.
.
.
.
(uuu mau dibuat seru gaaa?)
(jangan lupa like,comment, favorita dan vote novel ini menggunakan poin ya)
(michogan♥)