
Perkenalkan nama ku luna dwi rahma, aku masih anak sma kelas 3 yang sebentar lagi lulus.
Perjalanan ku dimulai dari hari ini, dimana perjodohan itu berlangsung tanpa persetujuan ku.
Aku yang baru pulang sekolah, langsung masuk ke kamar.
Tok tok tok
terdengar bunyi ketukan pintu dari luar
Luna, nanti malam jangan lupa makan malam dengan teman papa "ucap mamaku dari luar"
Aku ga ikut ya ma, luna capek "membalas ucapan dari mama"
Tidak luna, kali ini saja ayo ikut makan malam kali ini "ucap mamaku"
Ah baiklah baik, aku ikut ma "ucap ku dengan malas"
Tanpa terasa malam pun tiba, jam sudah menunjukan pukul 19.00 wib entah kenapa perasaan ku
menjadi tak enak.
~~ Tok Tok Tok ~~aku sudah tebak bunyi ketukan itu pasti mamaku "lirih luna dalam
hati"
Luna sayang, sudah siap belum? Kalo sudah ayo buru kebawah biar kita tidak telat "ucap
mama ku dari balik pintu
Iya ma, tunggusaja dibawah nanti aku kebawah "kataku ke mama "
Oke jangan lama ya lun "ucap mamaku"
Aku pun langsung bersiapp - siap. Pikirku cuman makan malam doang tidak usah pakai gaun,
pakai baju biasa aja. Lalu aku turun ke bawah.
Lun kamu yang benar aja, masa makan malam dengan pakaian seperti ini "ucap
papaku"
Kan cuman makan malam, memangnya ada hal penting apa? "Ucapku menunggu jawaban
papa"
Ah tidak, mir bantu luna. Pilihkan baju yang pantas untuk malam ini "kata papa ku
yang menyuruh mama"
Ayo lun, ikut mama ke atas. Kamu ini ada ada aja lagi "ucap mama ku kepada aku"
Ah ma, ngapain sih repot repot pake yang bagus toh kan cuman makan malam "kata ku kepada
mama"
Lun, udah ayo. Kamu mau bikin papamu marah? "Ucap mama"
Ah ya ya baik, ayo ma "kataku kepada mama"
Luna dan mamanya pun naik lagi ke atas. Mama pun memilihkan gaun yang bagus dan akan sedikit
menambahkan makeup diwajah luna. Luna yang hanya pasrah dengan keadaan ini hanya bisa diam saja.
Lun pakai ini ya "ucap mama yang menunjukan sebuah gaun"
Ah engga, itu berlebihan hanya makan malam saja "kataku"
Udah kamu ikut aja apa kata mama, no comment cantik "ucap mama"
Oke baiklah aku akan ikut apa kata mama kali ini “lirih ku dalam hati”
Mama yang sibuk memilih baju untukku, mama juga yang turun tangan untuk makeup ku.
Baiklah sudah selesai “ucap mama kepadaku”
WHAAAATTTT “ucapku karena kaget”
Kenapa lun? Kamu udah cantik gini ko teriak teriak gitu “ucap mama”
Udah ayo turun, papa kamu udah nunggu itu “ucap mama lagi”
Iyaiya “ucapku dengan sedikit malas”
Luna dan mama pun turun kebawah untuk menghampiri papa.
Gini dong lun, cantik. Baru anak papah “ucap papa”
Udah ayo berangkat, udah jam 19.30 nih, nanti gaenak sama rekan kerja papa “ucap
luna”
Disis Ryan..
Mih, ryan kan sudah bilang tidak mau dijodohin apalagi sama bocah sma yang ada ryan
dikatai om om pedofil “ucap ryan”
Coba kamu liat dulu yan, kali aja suka. “ucap mami’
Sekali ryan bilang engga ya engga mih “ucap ryan”
Mamih pun mengeluarkan jurusnya yaitu pura-pura sakit agar anak satu satunya mau
menerima perjodohan ini.
Aduh pala mamih pusing “ucap mami”
Ah kebiasaan ni orang tua, kalo permintaannya ga diturutin pasti pura – pura sakit “lirih
ryan dalam hati”
Ya udah iya mi, ryan ikut apa kata mami saja.
Hehe oke *cup* “ucap mami, sekelias mencium pipi anaknya”
Yaudah mami mau bilang papi dulu, kalo kamu sudah setuju. Kalo begitu ayo kita berangkat.
“ucap mami
Keluarga ryan pun sudah menuju restoran yang sudah dipersiapkan oleh kedua belah pihak.
20 menit perjalanan, kedua keluarga itu pun sudah sampai direstoran.
Ah kita datang bebarengan mir “ucap mami ryan”
Iya aku pikir telat, karena anakku ini susah diatur ren “ucap mama”
Kenalin ini tante reni, temen mama dan papa “ucap mama kepada ku”
Aku pun langsung salim dan mengatakan nama ku.
Aku luna dwi rahma “ucapku”
Cantik ya mir “ucap mami ryan”
*Mama pun ketawa*, kan buatan ku ren. Yaudah ayo masuk aja “ucap mama”
Aku mama dan temen mama pun masuk duluan kedalam restoran, kami pun duduk diruangan vvip, papa dan temannya datang. lalu sekitar 5 menit sudah aku duduk, ternyata ada satu orang lagi yang datang. cowo ganteng namun kelihatan cuek. usianya sepertinya 22 tahun beda dengan ku 5 tahun.
Ryan kenalin ini tante mira, itu anaknya luna dan itu papanya algi. Mereka teman papa sama mama “ucap mami ryan”
Ryan pun memberi salam pada tante mira dan papa algi, tanpa disangka tatapan ryan ke wajahku seperti tatapan ingin membunuh entah mungkin hanya firasat ku saja.
perkenalkan om tante nama saya Raden Ryan Wijaya "ucapnya dengan tegas"
kami pun makan dengan tenang. 30 menit setelah makan obrolan serius dimulai.
jadi begini nak luna, saya dan papa kamu punya sebuah perjanjian pada masa kecil. jika kami punya anak perempuan atau laki laki akan kami jodohkan "ucap papi ryan"
aku yang syok mendengar kata itu langsung terdiam menjadi patung. membuang nafasnya berat.
HHH, jadi kita berkumpul disini untuk meresmikan perjodahan itu? "tanya ku kepada semua orang yang disitu"
iya luna sayang "ucap papa dengan santai"
tapi saya masih kelas 3 sma dan dinikahkan sama lelaki umur 22 tahun. saya masih ingin ngejar cita - cita saya!!! "ucapku tegas"
LUNA!! KAMU HARUS MAU MENERIMA PERJODOHAN INI! "ucap papa dengan tegas"
aku yang melihat papa begitu marah langsung menundukan kepala dan mengangguk kepala untuk mau berjodoh dengan ryan.
baiklah kalo begitu, ryan dan luna akan nikah sabtu ini untuk resepsi menunggu luna selesai sekolah saja "ucap papi ryan"
baik pih "ucap ryan"
entah kenapa ni cowo nurut banget dijodohin sama gua yang anak sma kaya ga laku aja dah "lirihku dalam hati"
iya om "ucapku ke papi ryan"
kalo begitu persiapkan diri kalian berdua ya, hanya keluarga dekat dan orang orang terdekat saja yang menghadiri akad pernikahan "ucap papaku"
setelah makan malam itu, aku dan keluarga ku begitu juga ryan dan keluarganya pamit pulang karena melihat jam sudah pukul 21.00
sesampainya dirumah, aku langsung masuk kedalam kamar tanpa memperdulikan kedua orang tua ku.
pa itu luna gpp "ucap mama"
gpp udah biarin aja, jangan dimanjain ma "ucap papaku"