
Resepsi pernikahan digelar disebuah hotel ternama dan paling bergensi .Para tamu sudah mulai berdatangan memenuhi ruangan itu .Ada banyak para pengusaha kaya yang berasal dari dalam maupun luar negeri yang turut memeriahkan acara pada malam itu .Tidak hanya itu, puluhan aktor dan aktris papan atas yang merupakan teman - teman Liza juga turut datang menghadiri .
Joan sudah siap dengan balutan jasnya , saat ini ia sedang dibantu oleh Dafa untuk memakaikan dasi kupu - kupunya.
" Apa semua tamu sudah berdatangan Daf ? "Tanya Joan yang refleks menghentikan aktivitas Dafa .
" Baru sebagian bos " Jawab Dafa seraya kembali melanjutkan aktivitasnya .
Dafa menghentikan aktivitasnya setelah ia rasa dasi itu sudah terpasang dengan rapi .
" Nyonya Zea dan Tuan Liam juga sudah datang bos , mereka sedang menemui Liza di ruangan make up.Sepertinya mereka sekarang akan menuju segera ke tempat resepsi "Jelas Dafa yang hanya dibalas anggukan kecil dari Joan .
Hari ini Joan memberikan pengecualian kepada Liam dan Zea untuk menghadiri acara pernikahan putrinya .Namun setelah hari ini Joan berjanji tidak akan membiarkan mereka menemui Liza dengan alasan apapun .Hal itu disebabkan karena kejadian dirumah sakit pada tiga hari yang lalu yang dilakukan oleh Zea , membuat kondisi psikologis Liza sedikit terganggu .Wanita itu mengalami trauma yang membuatnya sering berteriak histeris dan ketakutan .
Tiga hari belakangan ini Joan sampai tidak masuk ke perusahaan karena sibuk merawat Liza yang telah ia pindahkan ke griya tawang miliknya .Meskipun Liza sudah ditangani oleh beberapa Tenaga medis namun tetap saja wanita itu membutuhkan kasih sayang dari seseorang yang dapat ia percayai .
Joan tersadar dari lamunannya , kini ia mulai melangkahkan kakinya diikuti oleh Dafa untuk bergegas menuju lantai bawah , tempat akan dilangsungkannya acara .
Setelah sampai dilantai bawah, Joan yang ditemani Dafa sebagai groomsmen atau pengiring pengantin pria mulai berjalan melewati lorong - lorong yang dipenuhi oleh bunga - bunga yang dipenuhi nuansa putih.
Senyum Joan merekah saat melihat Liza yang mengenakan balutan gaun berwarna putih selutut sudah berdiri dengan anggunnya ditemani oleh Liam yang berdiri disampingnya .
Semua pasang mata memfokuskan perhatiannya kearah kedua mempelai pengantin .Teman - teman Liza memberikan tepuk tangan yang sangat meriah , suasana malam yang dingin pun berubah menjadi hangat seketika .
Joan mulai memakaikan calon istrinya itu sebuah cincin berlian berwarna biru atau dikenal dengan The Cullinan Dream yang harganya mencapai Rp. 358 miliar di jari manis tangan kanannya .
Sekarang gantian Liza lah yang memasangkan cincin Joan dijari manis tangan kanannya .
Suara tepukan tangan kembali riuh saat prosesi pemasangan cincin selesai dilakukan .Joan mengecup bibir Liza sekilas sebagai penutup salah satu acara .
Liza hanya mencubit perut Joan pelan karena geram dengan aksi yang dilakukan pria itu dihadapan para tamu .Sementara Joan hanya tersenyum puas setelah merasakan kecupan bibir manis itu .
Sarah yang berada disana menghadiri acara pernikahan adiknya itu hanya bisa geleng - geleng kepala melihat kelakuan Joan .
Berbeda dengan Ansel dan Auris yang meneteskan air mata bahagia karena anak bungsunya itu kini sudah menjadi seorang suami yang harus memikul beban dan bertanggung jawab atas Liza dan anaknya kelak .
" Mereka terlihat serasi banget kan pah" Ucap Auris kepada suaminya yang sudah menangis terharu .
" Iya mah, anak nakal kita sekarang sudah jadi seorang suami sekaligus seorang ayah " Jawab Ansel lirih , pria itu masih saja sibuk menghapus air mata yang membasahi pipinya dengan memakai sapu tangannya .
" Sarah hanya berharap mereka berdua bahagia dan hidup bersama sampai maut memisahkan keduanya " Ucap Sarah dengan penuh harap .
" Seorang pria tidak bisa hanya memiliki satu wanita di hidupnya sayang " Bisik Darren yang sedari tadi sudah berada disamping Sarah beserta Ansel dan Auris.
Sarah menatap tajam tunangannya itu , pria brengsek seperti dia tidak akan pernah tahu tentang kesetiaan , karena ia merupakan pria yang sering bergonta - ganti wanita yang tak tahu cara menghargai dan menghormati perasaan wanita .
Sarah hanya terdiam ia tidak menggubris ucapan Darren , ia tidak ingin jika mereka sampai bertengkar dan merusak acara yang sudah susah payah disiapkan oleh adiknya, Joan.
Liza terus saja menampakkan senyum palsunya ,tak ada kebahagiaan sedikitpun yang ia rasakan setelah sah menjadi seorang istri dari pria yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan .Pikiran Liza saat ini hanyalah dipenuhi oleh rasa kekecewaan Dilan , mungkin hanya kebencian yang akan ia dapatkan setelah meninggalkan Dilan tanpa mengucap sepatah katapun .