Forced Marriage

Forced Marriage
FM Bab 53 - Mati Kutu



"Dad," lirih Aleia, dia memangil seperti berbisik. Aleia duduk persis di sebelah sang ayah, sangat tahu jika ini pun tidak mudah bagi beliau.


"Baiklah," jawab daddy Alex dengan nafasnya yang terbuang kasar, meski berat sekali memberikan restu ini, tapi dia pun tak bisa bertindak semaunya.


Aleia bukan lagi gadis kecilnya, tapi Aleia telah tumbuh jadi wanita dewasa, jadi istri dan juga ibu. Baik Aleia ataupun Arkan terus berusaha untuk kembali bersama.


Jadi kini daddy Alex lah yang menekan egonya sendiri, kembali memberi restu.


Tidak ada kata lain lagi yang keluar dari mulut daddy Alex setelah itu, pembicaraan diambil alih oleh Rayden sebagai perwakilan sang ayah.


Mereka semua memang memberi restu Aleia kembali pada Arkan, tapi tetap dengan ultimatum yang Rayden berikan. Termasuk akan ada pelayan setia keluarga Carter yang ikut tinggal di rumah Arkan.


Pertemuan itu usai ketika waktu sudah menunjukkan jam 10 pagi dan Aleia segera ikut dengan Arkan untuk pulang.


Sepasang suami istri itu kini telah duduk di dalam mobil yang melaju keluar dari halaman rumah utama keluarga Carter. Aleia masih melihat keluar jendela, melihat rumahnya sendiri yang perlahan menjauh.


Lalu saat dia berbalik untuk melihat sang suami, Aleia langsung disambut dengan sebuah ciuman bibir oleh sang suami.


"Emh," lenguh Aleia, dia sangat terkejut. Tak bisa menghindar karena Arkan menagan tengkuk lehernya. Berontak pun percuma karena ciuman itu semakin menjadi.


Seolah lupa jika di depan sana ada Jerry.


Akhirnya Aleia pun membalas ciuman itu, ikut melumaat dengan lembut, ikut memainkan lidah hingga saling menyesap.


Dan saat ciuman itu terlepas, nafas terengah keduanya terdengar sangat jelas.


Tak ada kata yang Arkan ucapkan, dia menarik Aleia untuk masuk ke dalam dekapannya. Mencium kening Aleia dengan lembut.


Untuk pertama kalinya, akhirnya Aleia bisa meraskaan dicintai oleh sang suami.


"Baby Bryan ada di rumah kan?" tanya Aleia dan Arkan mengangguk.


"Dia sudah menunggu mommy pulang."


"Jadi sekarang aku mommy? lalu kamu siapa?" tanya Aleia, dia mendongak dan membalas tatapan Arkan padanya. Dulu hubungan mereka tidak semanis ini. Jadi cukup canggung ketika mendadak berubah.


"Kamu mommy dan aku Daddy."


"Ucapkan sekali lagi."


"Mommy, Daddy."


"Ini bukan mimpi kan Ar?"


"Bukan, ini nyata, kamu nyata milik ku," balas Arkan, dia kembali mengecup bibir istrinya dan Aleia menutup mata.


" Maafkan aku Leia," ucap Arkan, seketika membuat suasana jadi hening. Mereka berdua hanya fokus pada satu sama lain, sampai tidak sadar dengan jalanan di luar sana. Tidak tahu jika ada macet hingga menganggu perjalanan pulang mereka.


"Aku juga minta maaf Ar, kita semua salah kan?" balas Aleia pula.


"Tidak, hanya aku yang salah dan kamu tidak." Arkan mencium lagi bibir istrinya. Berulang kali mengecup bibir merah itu.


"Sekarang, ayo menikah dengan sungguh-sungguh, hidup bahagia dan memiliki banyak anak, hem?" tanya Arkan, pelukannya semakin erat.


Jerry yang ada disana dan mendengar semua obrolan itu hanya mampu menelan ludah, dia bahkan sampai tidak berani bergerak sedikit pun, takut menganggu pembicaraan keduanya.


Saat oper gigi mobil, Jerry bahkan melakukannya dengan sangat pelan-pelan. Kembali melajukan mobilnya dengan hati-hati.


"Banyak anak? apa itu juga keinginan mu bersama Diora? hem?" tanya Aleia, nada bicaranya mengikuti seperti Arkan tadi, Hem?


matanya pun menelisik, mode cemburu.


Dan pertanyaan itu membuat Arkan mati kutu.