Forced Marriage

Forced Marriage
Malam Pertama



Pov Liza


Aku membaringkan tubuhku di kasur setelah mengganti baju pengantinku dengan baju tidur .Aku melirik kearah jam yang terletak diatas nakas .


" Udah jam dua " Gumam ku.


Aku melirik kearah kamar mandi , ternyata suamiku masih belum selesai dengan ritual mandinya padahal ia sudah masuk ke kamar mandi setengah jam yang lalu .


Aku pun memilih untuk memainkan hp ku untuk sekedar membuka sosmed dan membaca berita - berita apa saja yang dimunculkan oleh para wartawan dan media yang tadi datang ke acara pernikahanku .


Aku hanya bisa tersenyum membaca komentar - komentar positif yang ditulis oleh para fansku .Jujur saja aku merasa lega karena mereka tidak membenciku saat tau kalo aku hamil diluar nikah .


" Kamu kenapa senyum - senyum sendiri ? " Tanya Joan yang baru saja keluar dari kamar mandi .


Aku mengalihkan pandanganku seraya melemparkan handphone ku disamping sebuah bantal .


Aku mulai menatap kearah suamiku .


"Aaaaaaaaaaaa" Teriakku sangat keras , aku dengan cepat menutup mataku dengan kedua telapak tanganku .


" Kamu kenapa sih sayang ? " Tanya Joan seraya naik ke kasur menghampiriku .


Joan berusaha menurunkan kedua telapak tanganku yang masih setia menutupi kedua mataku .


Meskipun aku sudah dengan sekuat tenaga untuk terus menutupi mataku namun tetap saja tangan berotot suamiku berhasil menurunkan telapak tanganku .


Mau tak mau aku harus melihat tubuh sixpack suamiku yang sedang tidak memakai baju .


" K- a-m-u ke-napa g-ak pake baju " Ucapku gugup , tubuh yang dipenuhi otot itu benar - benar membuatku langsung bersikap aneh .


Suamiku hanya terkekeh kecil melihat tingkah laku ku yang sangat konyol ini .


" Aku kan suami kamu sayang ,kenapa kamu harus malu ngeliat tubuh aku , padahal aku kan cuman gak pake baju doang gak telanjang kok ,lagian kan kamu juga pernah ngeliat keseluruhan tubuh aku pas kita bikin si dedek " Ucap Suamiku seraya mengelus perutku .Ia terus saja mempersempit jaraknya denganku .


Aku benar - benar tak bisa menjawab ucapannya , mataku terus fokus menatap wajah tampan suamiku yang ditambahi dengan rambutnya yang acak - acakkan dan masih basah .


" Apa kamu ingin melakukannya malam ini ? " Tanya suamiku dengan wajah datarnya , otakku langsung traveling dibuatnya .


" M-e-l-a-k-u-k-a-n a-p-a ?" Ucapku gugup .


Suamiku tak menjawab , ia hanya mengedipkan sebelah matanya disertai senyuman yang menurutku sangat seksi .


" Apa sih ? " Ucapku geram seraya mencubit pelan perut suamiku .


Suamiku hanya tertawa lepas , melihat caranya tertawa terbahak - bahak benar - benar membuat perasaanku sangat damai melihatnya terlihat sebahagia itu .


Aksiku tidak berhenti sampai disitu , tanganku mulai menggelitiki tubuh suamiku tanpa ampun , malam itu kami berdua sangat bahagia meskipun sebelumnya aku sangat membenci pria itu setengah mati , namun kali ini rasanya berbeda .


Suamiku berusaha untuk menghentikan aksiku , ia berusaha melepaskan tanganku yang masih menggelitiki tubuhnya tanpa ampun .


Aku pun melepaskan tanganku perlahan setelah tak tega melihatnya kecapean tertawa , suamiku menjauhkan tubuhnya dariku dengan cepat ia turun dari kasur untuk menghindariku .


Gelak tawa pria itu terus saja terdengar di telingaku .


Aku terus melihat punggung suamiku yang perlahan mulai menghilang dari pandanganku .


kau seharusnya mendapatkan wanita yang lebih baik dan benar benar mencintaimu kak .Batinku


Aku mulai memejamkan mataku , memikirkan semua hal yang membuatku menjatuhkan diriku pada Joan .Aku tidak pernah mencintai Joan , aku hanya ingin mendapatkan perlindungan dari seseorang yang lebih berkuasa dari kedua orang tuaku, aku juga tidak mau jika anakku harus merasakan hal yang sama dengan yang kualami dari kecil hingga saat ini .


Aku pikir Joan adalah orang yang berbeda dari kedua orang tuaku , mungkin pria ini akan menyayangi anakku dengan tulus .


Yang kulakukan saat ini hanyalah mempertahankan anak ini , meskipun suatu saat nanti terjadi hal yang membuatku meninggalkan Joan dengan alasan apapun , aku berjanji pada diriku sendiri untuk memberikan anak ini pada Joan karena ia adalah orang yang lebih unggul dalam segala hal dibandingkan denganku .Terlebih lagi aku sering mengalami trauma yang membuatku dapat melakukan apapun termasuk menyakiti orang - orang di sekitarku .


" Kamu udah tidur sayang ? " Tanya suamiku yang langsung memeluk tubuhku dari arah belakang .


Aku dengan cepat membuka mataku lalu membalikkan tubuhku kearah suamiku yang sudah ikut terbaring di sampingku .


" Belum " Jawabku singkat .


" Apa kamu belum ngantuk ? " Tanya Joan kembali , pria itu masih setia memeluk tubuhku memberikan kehangatan pada dinginnya suasana malam .


Aku hanya menggeleng ,aku hanya menenggelamkan kepalaku di dada bidang pria itu .


Aroma maskulin pada tubuh pria itu membuatku merasa sangat nyaman berada di dekapannya .


" Aku sangat menyukai aroma parfum mu byy " Pujiku seraya semakin mengeratkan pelukan itu .


" Berhenti menggodaku sayang , kau tau betul jika kita tidak bisa melakukannya malam ini karena kandunganmu masih sangat rentan " Bisik suamiku yang langsung kubalas pukulan didada bidangnya .


" Siapa juga yang lagi ngegoda kamu , aku cuman muji doang kok " Ucapku ketus .


Pria itu hanya terkekeh , melihatku kesal sepertinya membuatnya selalu merasa sangat terhibur.


" Hehehehe jangan marah gitu sayang , entar kecantikannya malah berkurang " Suamiku mulai mengacak rambutku dengan gemas .


" ih...udah deh rambut aku jadi acak - acakkan gini kan " ucapku dengan nada kesal sambil menghentikan aksi suamiku yang terus saja mengacak rambutku .


" Maaf soalnya kamu gemesin banget sih " Ucap suamiku mengajukan permohonan maaf.


" Udah dulu yah sayang , bertengkarnya lanjutin besok pagi aja .Aku udah ngantuk banget , kamu juga harus tidur , hari ini kamu gak pernah istirahat sedikitpun itu gak baik buat perkembangan janin" Ucap Suamiku seraya mengecup keningku dengan lembut .


" Selamat tidur istriku sayang " Ucap suamiku setelah memberikan kecupan sekilas .


Ia dengan cepat menyelimuti tubuh kami dengan selimut , setelah memastikan selimut itu menutupi tubuh kami hingga sampai bahu dengan cepat pria itu kembali memeluk tubuhku seolah -olah aku akan lari darinya jika tidak dipeluk .


Suamiku memejamkan matanya ,sepertinya ia sangat kelelahan empat hari belakangan ini setelah mengurusku , mengurus perusahaan bahkan sampai mengurus pernikahan kita .


Aku meraba setiap sudut wajah suamiku, wajahnya sangat tampan .Kelopak matanya yang indah , hidungnya yang mancung , beserta bibirnya yang mungil nan seksi itu membuatnya nyaris terlihat sangat sempurna .


Aku hanya berharap jika bayi yang sedang ku kandung ini berjenis kelamin laki - laki dan memiliki kemiripan dengan suamiku dari semua hal, baik itu dari visualnya maupun dari segi kepintarannya .