
Joan terdiam menatap ke arah layar komputernya , Aileen selaku asisten manajer merasa kesal karena laporannya tak didengar jelas oleh atasannya itu .
" Pak " Panggil Aileen membangunkan Joan dari lamunannya .
Joan terkejap ia langsung memalingkan wajahnya kearah Aileen .
"Eh maaf leen ,tentang laporan itu " Joan menunjuk kearah lembaran kertas yang sedang dipegang oleh Aileen .
" Saya akan menelitinya lebih lanjut ketika berada dirumah , jadi berikan saja laporan itu kepada Dafa agar ia dapat menganalisis terlebih dahulu agar tak banyak kesalahan laporan yang dilampirkan !" Lanjut Joan .
Mendengar perintah dari atasannya itu ,Aileen langsung menundukkan kepalanya 90 derajat .
" Baik pak ,saya akan segera melaksanakan perintah bapak" Ucap Aileen dengan segala hormat .
" Hmm , kamu boleh keluar sekarang ! " Seru Joan tanpa banyak berucap Aileen langsung bergegas meninggalkan ruangan itu .
Joan menatap kepergian asistennya itu dengan tatapan yang tak dapat diartikan oleh siapapun .
Kini Joan mulai mengalihkan pandangannya kearah layar handphone nya dengan cepat jari - jarinya mengetik pesan dalam sebuah chat privat yang ditujukan kepada Dafa .
To : Manajer Dafa
Dimana keberadaan wanita itu sekarang ?
Joan merasa sedikit tenang setelah mengirimkan pesan singkat itu , kali ini ia benar - benar harus mengeluarkan rasa penasarannya tentang wanita itu .Kini ia mulai berdiri dari posisi duduknya dan berjalan mondar mandir seperti orang yang sedang kebingungan .
Drrrttt.... dering notifikasi chat dari hpnya seketika membuat ia kembali terduduk dan segera membuka isi chat itu .
From: Manajer Dafa
" Liza sedang berada diluar kota bos , sepertinya ia sedang berada dirumah keluarga pacarnya .Bentar bos saya kirimin Foto pacarnya "
Mata Joan langsung melotot melihat foto pria yang disebut sebagai kekasih wanita idamannya itu .Rasanya Joan ingin langsung membanting keras hpnya saat ini .Melihat foto pria itu saja sudah membuatnya benar benar muak , apalagi jika ia harus bertatapan langsung dengan pria menyebalkan itu .
Ish...Joan menjambak rambutnya Frustasi , bagaimana tidak ? Pria yang ada difoto itu memang terlihat lebih tampan dan lebih muda dari dirinya. Dilihat dari wajahnya saja sudah dipastikan bahwa pria itu memiliki umur yang sepantaran dengan Liza .
Joan kembali menatap kearah hpnya dengan ragu - ragu ia mulai menelepon manajernya karena ingin tahu lebih lanjut tentang identitas pria itu .
"Daf , apa mereka ngelakuin sesuatu yang berlebihan ? " Tanya Joan polos yang langsung membuat Dafa tertawa kecil.
" Iya bos mereka romantis banget kek difilm Romeo and Juliet , cowonya ganteng banget kan bos ? " Tanya Dafa semakin memanasi pria yang ada di sebrang sana .
" Percuma ganteng tapi masih bocil Daf " Jawab Joan sinis .
" Bocil apaan bos umurnya 25 tahun udah mapan pula kurang apa coba , pantesan aja Liza sampai nolak bos gara gara dia " Ucap Dafa semakin memperkeruh suasana.
" Daf kalo Lo udah bosen kerja sama gue bilang dong gak usah pake cara ngebelain dia , gue paling gak suka yah kalo Lo ngebelain orang lain dibandingkan sahabat Lo sendiri " Ancam Joan mulai naik pitam menghadapi sikap kekanak - Kanakan Dafa .
" Eh gak gitu juga dong bos , Babang Dafa kan orangnya selalu setia sama bos Joan , masa gara gara kesalahan dikit aja bos langsung mecat babang " Gombal Dafa berharap bosnya itu tidak bersungguh-sungguh ingin memecatnya .
" Hmmm...udah yah daf ngebacotnya ! Niat gue nelpon Lo karena pengen tahu identitas tuh cowok mulai dari pekerjaannya dan hal lainnya " Jelas Joan yang membuat Dafa mengangguk mengerti dan langsung to the point membeberkan semua data tentang pria yang sedang dibicarakan .
" Dengerin baik - baik yah bos , namanya Dilan Alexi , umur 25 tahun , anak dari dua bersaudara , terlahir di keluarga sederhana dulu ayahnya adalah seorang petani , keadaan ekonomi keluarga mereka sekarang sangat lebih dari cukup semenjak dilan mulai debut didunia hiburan .Dilan dan Liza diperkirakan menjalin hubungan karena terlibat cinta lokasi disalah satu film yang dibintangi keduanya , tinggi badan dilan sekitar 179 cm , dia punya adik perempuan yang masih duduk dibangku SMA .Apakah infonya kurang lengkap bos ? " Ucap Dafa menjelaskan identitas Dilan yang sudah ia dapatkan dari berbagai sumber media .
" Enggak Daf , tapi tolong yah kirimin lokasi kalian sekarang ! Gue mau ngawasin Liza takutnya tuh bocah berbuat sesuatu yang diluar batas " Jawab Joan kikuk, didalam lubuk hatinya yang paling dalam justru dirilah yang sudah melakukan sesuatu kepada Liza .
Dafa menuruti perintah bosnya dengan sigap dengan cepat jari - jarinya mengirim lokasi keberadaan mereka ke kontak Bos Joan .
Setelah mendapatkan lokasi itu Joan langsung mematikan telponnya tanpa mengucapkan kata penutup kepada manajernya itu .Dafa yang mendapatkan perlakuan itu hanya bisa mengelus dada seraya berucap dalam hatinya .
Joan memakai kembali jasnya , ia sedikit merapikan penampilannya yang tadinya agak acak - acakkan .Setelah selesai menata penampilannya ia beralih membereskan berkas - berkas yang berserakan dimeja, lalu ia memasukkan berkas - berkas itu kedalam tas kerjanya .Setelah dianggap sudah rapi , Joan membawa tas itu dan langsung bergegas meninggalkan kantor.
Aileen yang melihat kepergian bosnya itu , enggan untuk bertanya .Ia takut jika dirinya dimarahi lagi jika terlalu ikut campur mengenai kehidupan bosnya itu .Aileen memiliki prinsip jika ditanya maka menjawab , jika diabaikan maka lebih baik mengabaikan balik daripada kena impasnya .