
Liza membulatkan matanya saat melihat berita yang baru saja ia lihat dilayar televisi yang berada di ruangan VIP tempat ia sedang dirawat saat ini .
" Dasar pria gila " Umpat Liza .
Liza menoleh ke salah satu wanita yang merupakan bodyguard yang dikirim oleh Joan untuk menjaganya supaya tidak kabur dari rumah sakit ini .
" Dimana bos kalian yang sudah tidak waras itu ? " Tanya Liza ketus kepada salah satu bodyguard yang sedang berdiri mengawasi setiap pergerakan Liza .
Bodyguard itu tak menjawab pertanyaan dari Liza , wanita yang memakai pakaian serba hitam itu tak memperdulikan segala pertanyaan maupun setiap ocehan yang diucapkan oleh Liza . Keempat bodyguard itu hanya ditugaskan untuk fokus mengamati setiap pergerakan kliennya itu .
" Apa kalian semua gak bisa ngomong ?" Teriak Liza kepada keempat wanita itu .
Liza mulai mengacak rambutnya Frustasi karena tak mendapatkan jawaban apapun , ia pun tak bisa keluar dari ruangan itu .Bahkan Hpnya pun telah disita oleh mereka agar Liza tak bisa meminta pertolongan kepada siapapun .
" Liat aja yah kalo gue keluar dari ruangan ini , gue bakal laporin kalian semua sama bokap gue " Ancam Liza seraya menunjuk satu persatu bodyguard itu .
" Mau ngelaporin ke siapa Li ? Om Liam udah setuju kok sama pernikahan kita " Ucap seseorang yang baru saja memasuki ruangan itu .
Liza menatap sinis ke sosok pria yang berada diambang pintu , melihat ekspresi Joan yang amat gembira sudah bisa dipastikan olehnya jika semua rencana busuk Joan termasuk untuk menikahinya berjalan dengan lancar.
Joan melangkahkan kakinya menghampiri Liza yang masih terdiam di ranjang perawatan , tangan Liza masih ditempeli dengan selang infus karena kondisinya belum sepenuhnya pulih .
" Orang hamil emang sensitif banget yah " bisik Joan seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah Liza .
Liza terdiam tak mengucapkan sepatah katapun , Joan mulai kebingungan karena perempuan yang ada dihadapannya itu terus mengacuhkannya .
Kini Joan mulai mengeluarkan sebuah amplop yang berada didalam nakas ruangan itu .
Joan dengan cepat membuka isi amplop itu lalu memberikan kepada Liza sebuah foto tangkapan layar hasil USG bayi mereka .
"Apa salah bayi ini ? " Tanya Joan terdengar lirih .
Liza kembali menatap Joan dengan tatapan yang tak dapat diartikan oleh siapapun .Wanita itu tak bisa mengeluarkan sepatah katapun untuk mengungkapkan tentang kekesalannya pada Joan .
" Perhatikan baik - baik Li , apa kamu akan tetap pada pendirian mu hah ? " Bentak Joan yang membuat Liza langsung menangis tersedu - sedu .
" CUKUP KAK !!! hiks ....hiks...." Teriak Liza menggema didalam ruangan itu , keempat bodyguard yang masih memantau didalam ruangan itu melirik kearah Liza dan Joan .
Joan menolehkan pandangannya kearah empat wanita suruhannya itu " Keluarlah , saya akan memanggil kalian nanti !!! " Titah Joan yang langsung dituruti oleh keempat wanita tangguh itu .
Joan kembali memfokuskan perhatiannya kepada Liza .Pria itu terdiam sejenak , membiarkan Liza mengeluarkan segala rasa kesalnya .
Liza menghapus kasar air mata yang membasahi pipinya " Semua yang kakak bilang itu emang benar kak , bayi ini gak punya salah apa - apa "Ucap Liza seraya menunjuk kearah perutnya .
Liza menggeleng pelan " Tapi aku juga gak pengen kak ngelahirin bayi dari hasil kesalahan yang sudah kakak perbuat "
Joan mematung mendengar jawaban dari wanita itu , jawaban yang diutarakan Liza benar- benar membuat amarahnya ingin meledak begitu saja .
" KENAPA EMANGNYA LI , APA MENURUTMU SEMUA BAYI HARAM TIDAK DIPERBOLEHKAN LAHIR KE DUNIA INI ? Tanya Joan dengan nada sangat Tinggi .Suara toanya mungkin bisa menembus dinding ruangan kedap suara sekalipun .
" Li saat aku mutusin buat tanggung jawab atas kamu dan bayi itu , saat itulah juga aku berniat buat jadiin bayi yang kamu anggap haram menjadi bayi yang halal " Lanjut Joan membuat pertahanan Liza semakin runtuh .
Joan tak berhenti menekan Liza , kali ini ia menunjukkan layar hp yang berisi semua berita populer yang menjadi trend nomor satu diberbagai situs pencarian google dan semua media sosial lainnya .Tentu saja semua berita itu adalah tentang pernikahan Liza beserta kehamilan nya .
Liza menatap Joan dengan tatapan mematikan ,jika saja ia sedang tidak diinfus mungkin ia sudah mencakar wajah pria itu habis - habisan .
" Karier kamu sudah hancur Li , apa kamu masih kekeh menolak pernikahan ini ? " Joan kembali bertanya .
Liza menggeleng " Enggak , aku masih punya Dilan dan keluarganya kak .Hanya mereka yang bisa nerima aku meskipun aku udah jadi gembel sekalipun " .Ucap Liza lirih .
Lagi - lagi Dilan yang menjadi Alibi penolakan Liza .Joan hanya bisa membuang napasnya kasar , menahan segala rasa gundah yang sudah ia dapatkan semenjak bertemu dengan Liza .
" Maaf Li , sepertinya aku gak bisa menanganimu . Tapi aku akan meminta Tante Zea untuk membujuk mu .Lebih baik persiapkan dirimu karena dalam satu Minggu ini pernikahan kita bakal diadakan , meskipun kamu menolak sekeras apapun " Ucap Joan dengan ekspresi datarnya .