
Joan sudah angkat tangan sejak malam itu dirinya sudah tidak lagi memperdulikan Liza .Apapun yang terjadi pada wanita itu tidak ada hubungan lagi dengan dirinya .
Joan masih setia duduk di kursi kerjanya ditemani Dafa yang sedang mengecek setiap berkas yang harus ditandatangani oleh Joan .
" Apakah jadwal saya kosong siang ini Daf ? " Tanya Joan dengan menggunakan bahasa Formal , tentu saja hal itu ia lakukan demi menjaga sikap profesionalitasnya .
" Tidak bos , siang ini ada pertemuan yang harus anda hadiri ".
Joan mengernyitkan dahinya " Bukankah pertemuan dengan semua klien sudah diadakan kemarin ? "
Dafa menggeleng pelan "Siang ini anda harus mengadakan pertemuan dengan seorang aktris yang akan menjadi bintang iklan untuk peluncuran pesawat edisi terbaru ".
Joan terdiam ia sama sekali tidak paham dengan penjelasan manajernya itu , mengapa seorang CEO disebuah perusahaan IT harus mengurusi tugas yang seharusnya dilakukan oleh CEO Perusahaan Angkasa Pura .
" Maaf bos sebelumnya saya lupa memberitahukan kepada Anda bahwa nona Sarah ingin anda mengambil alih sementara untuk mengurus perusahaan miliknya " .Jelas Dafa yang sedari tadi melihat mimik wajah Joan yang sangat kebingungan.
Joan menatap manajernya itu dengan tatapan yang tajam " Siapa yang menyuruh kamu menuruti semua perintah Sarah ? " Joan mulai menaikkan nada suaranya yang terdengar seperti sebuah bentakan .
Dafa menunduk, tubuhnya mulai gemetaran melihat kemurkaan bosnya
" Maaf Bos , tapi Nyonya dan Tuan sudah setuju dengan hal ini .Jadi saya tidak bisa menolak permintaan itu " .
Joan mengacak rambutnya Frustasi , ia benar - benar kesal dengan sikap kedua orang tuanya yang selalu saja menuruti permintaan Sarah meskipun dirinya lah yang harus menjadi pihak yang paling dirugikan .Bukan hanya kali ini saja , kakak perempuannya itu sudah berkali - kali merepotkan dirinya dengan melepaskan tanggung jawabnya terhadap perusahaan .
" Kali ini dia pergi untuk berapa hari ? " Tanya Joan yang masih memasang ekspresi kesalnya .
" Kurang lebih satu bulan bos " Jawab Dafa kikuk .
Joan tertawa , bukan karena merasa bahagia justru dirinya merasa frustasi karena harus menjalankan dua tugas sekaligus .
Dafa ikut tertawa frustasi,di situasi seperti ini bukan hanya Joan saja yang dirugikan tapi dirinya pun turut serta menjalankan dua tugas sekaligus.
Disisi lain seorang gadis bersama dengan seorang pria berumur sekitar 40 tahunan sedang menunggu disalah satu ruang makan VIP yang bertempat disebuah restoran mewah .
Gadis bernama Liza itu melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya , waktu pertemuan yang ditentukan sudah lewat 15 menit dari jadwal seharusnya .
" Bos kenapa mereka belum juga datang ? " Tanya Liza pada Reno yang merupakan pimpinan di sebuah agensi yang sudah menaunginya hingga menjadi terkenal seperti sekarang .
" Mungkin saja mereka kena macet Li , bentar lagi pasti Dateng kok ". Tutur Reno , ia sangat yakin jika seorang CEO perusahaan besar seperti itu pasti mempunyai alasan yang kuat saat melakukan sebuah kesalahan .
Berbeda dengan Reno , pria itu malah sibuk menyantap kopinya dengan nikmat .
" Maaf pak kami sudah membuat kalian menunggu terlalu lama " Sapa Dafa yang langsung menghentikan aktivitas Liza dan Reno yang sedang sibuk dengan dunianya masing - masing .
Reno menoleh ke sumber suara diikuti dengan Liza yang menoleh kearah yang sama .
Deg...
Pria yang berdiri disamping Dafa membulatkan matanya tak percaya jika aktris yang dimaksud oleh Dafa adalah Liza , wanita yang dicintainya .
Sama terkejutnya dengan Joan , Liza yang semula mengira bahwa dirinya hanya akan berurusan dengan Sarah .Ternyata justru harus berhadapan langsung dengan pria yang sudah ia usir dari kehidupannya .
Andai saja Liza tahu jika orang yang mengurus kerja sama ini adalah Joan ,ia pasti sudah menolak tawaran ini dari awal .Yang bisa ia lakukan sekarang adalah terdiam mematung begitupun dengan Joan yang seserver dengan Liza .
" Tuan Joan , manajer Dafa silahkan duduk ! " Titah Reno yang langsung dituruti oleh kedua bujangan itu .
Dafa mulai mendudukkan dirinya disamping Reno , sementara Joan duduk berhadapan dengan Liza .Joan menatap Liza dengan tatapan yang tak dapat diartikan ia terus saja mengunci pandangannya kearah wanita itu tanpa memperdulikan Reno yang sudah mulai berkicau membicarakan tentang kontrak kerja samanya .
Dafa menyodorkan sebuah kertas yang berisi aturan kontrak kepada Reno .
" Dikontrak ini sudah dicantumkan bahwa sang Artis harus menyelesaikan tugasnya hingga masa peluncuran pesawat diadakan , sebelum itu pihak A atau pihak agensi tidak dapat menerima tawaran iklan dari pihak manapun " Ucap Dafa menjelaskan isi pasal pertama .
" Pasal kedua menjelaskan bahwa pihak A harus memiliki kontak dengan pihak B , pihak A wajib memberikan kontaknya kepada pihak B agar mudah berkomunikasi "
" Pasal ketiga menjelaskan bahwa pihak A harus bersikap profesional dan harus datang tepat waktu saat Pihak B membutuhkan , pihak B tidak akan memberikan toleransi jika pihak A melakukan kesalahan sedikitpun ".
" Pasal keempat menegaskan bahwa jika pihak A melanggar ketiga pasal tersebut maka pihak A harus memberikan kompensasi tiga kali lipat dari bayaran yang diberikan untuk pihak A" .Ucap Dafa menjelaskan keempat pasal itu dengan teliti .
" Bagaimana pak Reno apakah anda keberatan dengan semua peraturan ini ? " Tanya Joan yang dibalas gelengan oleh Reno .
" Sama sekali tidak Tuan , saya setuju dengan semua isi pasal ini. Apakah saya boleh menandatangani kontrak ini sekarang juga ? " Tanya Reno yang sedari tadi sudah memegang pena untuk menandatangani kertas itu .
" Silahkan pak Reno " Ucap Dafa yang langsung membuat Reno dengan cepat membubuhkan tanda tangan beserta dengan cap jarinya.
Liza hanya menatap bosnya itu dengan tatapan penuh kekecewaan , mau bagaimana lagi dirinya sudah menyetujui untuk melakukan kontrak ini tak mungkin jika dirinya harus membatalkannya secara sepihak