Forced Marriage

Forced Marriage
Hamil



Mereka bertiga sudah mulai memasuki salah satu ruangan VIP yang terdapat disebuah restoran mewah itu .


Joan sengaja memesan ruangan khusus pribadi agar waktu makannya tidak terganggu oleh para fans fanatik yang selalu mengikuti setiap pergerakan Dilan dan Liza .


Ketiganya mulai menyantap setiap hidangan makanan yang baru saja diantarkan oleh para pelayan restoran tersebut .


" Sudah berapa lama kalian berpacaran ? " Tanya Joan memecah keheningan .


Liza tersentak kaget begitupun dengan Dilan , mereka tak menyangka bahwa Joan sudah mengetahui tentang hubungan rahasianya yang tak diketahui oleh siapapun.


Joan hanya tersenyum melihat ekspresi pasangan yang sudah terciduk itu .


Joan menghentikan aktivitas makannya sejenak seraya terkekeh kecil" Santai saja , lagian saya juga tidak akan  memberitahukannya kepada publik .Saya terlalu sibuk jika harus ikut campur dengan urusan hubungan percintaan kalian " Joan kembali mengunyah makanannya dengan lahap.


Liza hanya bisa tersenyum kecil menanggapi ucapan Joan , ia enggan untuk menjawab pertanyaan dari pria itu .Liza memilih fokus dengan aktivitas makannya melahap semua menu yang sangat ia inginkan dari semalam .


Liza merasa ada yang aneh , perutnya terasa mual sedari tadi .Wanita itu hanya menduga bila penyakit maagnya sedang kambuh dikarenakan semalaman dia tidak memakan apapun kecuali meminum air mineral .


Joan melihat ada yang tidak beres dengan Liza , wanita itu terus memegangi perutnya seolah - olah sedang kesakitan .


" Ada apa Li , apa perutmu sakit ? " Tanya Joan dengan penuh cemas .


Dilan yang sedang meminum jusnya langsung menoleh kearah Liza yang berada disampingnya .


" Apa penyakit maag Lo kambuh lagi Li ? " Tanya Dilan , pria itu mulai memegangi bahu Liza .


Liza hanya mengangguk perutnya malah terasa lebih sakit, rasanya ia ingin segera mengeluarkan kembali semua makanan itu dari perutnya .


Liza mulai berdiri dibantu oleh Dilan 


" Gue pengen ke toilet lan " Ucap Liza pada Dilan .


" Li kamu bisa sendiri  ? " Tanya Joan memastikan bahwa perempuan itu kuat untuk berjalan ke Toilet sendirian .


Liza mengangguk meyakinkan , ia mulai berjalan menuju Toilet dengan sempoyongan .


Kedua pria itu tak melepaskan tatapannya pada Liza , mereka terus menatap setiap langkah wanita itu .Sebenarnya mereka tak tega harus membiarkan Liza pergi sendirian , namun apalah daya mereka adalah seorang pria dan tak mungkin bagi mereka untuk memasuki toilet wanita , bisa - bisa diamuk massa karena dikira mesum .


Bruk....


Tubuh Liza terjatuh ke lantai , Joan dan Dilan dengan cepat menghampiri wanita yang berjarak beberapa langkah dari tempat makan tadi .


" Li " Joan berusaha membangunkan Liza yang sudah hilang kesadaran .


" Mendingan bawa ke rumah sakit sekarang " Ucap Dilan , pria itu dengan gesit langsung menggendong Liza dipangkuannya dengan gaya bridel style .


" Gue siapin mobil dulu , Lo tunggu aja di lobi " Ucap Joan ia dengan cepat berlari keparkiran untuk mengambil mobilnya .


Setelah selesai mengambil mobilnya , Joan langsung membantu Dilan untuk memasukkan Liza kedalam mobil .


Tak membutuhkan waktu lama , kini mereka sudah berada didepan lobi rumah sakit .


Salah satu dokter berserta ketiga perawat mulai keluar menjemput Liza yang sudah didaftarkan sebagai pasien VIP oleh Joan .


Rumah sakit yang sedang mereka datangi adalah salah satu rumah sakit milik keluarga Rivenno .Wajar saja jika mereka langsung memberikan hormat pada Joan dan menangani Liza dengan sangat baik .


Joan dan Dilan sedang duduk di kursi tunggu menunggu Dokter yang sedang menangani Liza di ruangan IGD.


Tak ada pembicaraan antara Dilan maupun Joan mereka berdua hanya fokus memikirkan keadaan wanita yang sedang berada di ruangan itu .


Joan langsung berdiri dari duduknya saat dokter keluar dari ruangan .


" Bagaimana dok kondisinya ?" Tanya Joan .


Dokter tersebut hanya tersenyum , ekspresinya sangat tenang tidak tegang yang membuat Joan dan Dilan akhirnya bisa bernapas dengan lega .


" Nona Liza hanya kekurangan istirahat , selain itu ibu hamil yang baru saja memasuki trimester pertama harus makan dengan teratur , tidak boleh membiarkan perut kosong karena itu sangat tidak baik bagi bagi pertumbuhan dan perkembangan pada janin " Jelas dokter itu .


" Hamil dok?" Tanya Dilan dengan penuh tanda tanya .Dirinya bahkan belum pernah menyentuh kekasihnya itu sedikitpun .Bagaimana bisa wanita itu hamil , mungkinkah ia selingkuh dengan pria lain ? pikiran dilan mulai dihantui dengan semua perkiraan terburuk itu .


Joan menyandarkan tubuhnya kebelakang hingga menyentuh tembok , ia berjongkok seraya menenggelamkan kepalanya ke pahanya sebagai sandaran.


" Bayi itu adalah anakku , darah dagingku " Gumam Joan pada dirinya sendiri , Dilan menoleh kearah Joan saat Joan mengucapkan kalimat itu .


Pria itu langsung mengepalkan tangannya dengan kuat , kini ia beralih mendekati Joan .Dilan langsung menarik kerah jas Joan .


Dilan semakin menarik kerah baju Joan dengan sangat keras yang membuat pria itu tercekik kesakitan .


" Apa ini semua perbuatan Lo Joan ? " Tanya Dilan dengan tatapan iblisnya .


Joan hanya mengangguk ia tak bisa berbicara karena lehernya tercekik ,Dilan berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahnya kali ini ia melepaskan kerah Joan yang membuat pria itu akhirnya bisa bernapas dengan lega .


Mata dilan mulai berkaca - kaca , begitupun Joan yang merasa senang sekaligus sedih karena akan mendapatkan seorang bayi dari wanita yang tidak mencintainya .


" Lepasin Liza , gue bakal segera nikahin dia " Ucap Joan dengan tatapan memohon .


Dilan tersenyum sinis " Gak bisa Liza milik gue , kita udah janji akan menikah setelah penyakit gue berhasil disembuhin"


Joan mulai terisak  " Liza sekarang sedang mengandung bayi . Apa Lo bakal nyuruh dia ngegugurin bayi itu ? " Tanya Joan yang terdengar seperti bentakan .


Dilan terlihat berpikir sejenak ,kali ini ia membuka mulutnya dengan penuh rasa percaya diri " Gue tau Liza orangnya seperti apa , dia gak mungkin menyimpan dua cowo didalam hatinya .Dan gue yakin bayi itu hanyalah sebuah kesalahan "


" Apa Lo pikir Liza bisa suka sama Lo hanya karena dia sedang mengandung bayi Lo Joan ? " Tanya Dilan yang langsung mendapat satu tonjokan dari tangan kekar Joan .


" Gue akan pertahanin bayi itu dan gue harap Lo jangan ikut campur atas kehidupan Liza .Karena jika Lo ngelakuin itu , Lo bakalan mati ditangan gue Dilan Alexi " Ancam Joan pria itu melenggang pergi masuk keruangan meninggalkan Dilan yang masih terduduk kesakitan karena sudut bibirnya robek akibat tonjokan dari Joan.