Forced Marriage

Forced Marriage
Wedding Day ( Part 2)




Setelah rangkaian acara utama mulai dari pemasangan cincin , ijab kabul hingga penyampaian kata dari kedua mempelai sudah dilaksanakan dengan baik .Kini Joan membawa Liza ke salah satu ruangan yang sepi dari kerumunan para tamu .


Joan membawa Liza ke salah satu kamar VIP yang terdapat di hotel itu , sedari tadi saat di acara resepsi ia melihat ada yang tak beres dengan wanita itu .


" Apa gaunnya terlalu kesempitan sayang ? "Tanya Joan seraya meraba perut Liza untuk memastikan bahwa ukuran gaun yang dipilihkan olehnya tidak terlalu ketat .


" Enggak kok "Ucap Liza yang langsung melepaskan tangan Joan yang menempel diperutnya. 


" Lalu kenapa kamu terus memegangi perutmu sedari tadi ? " Tanya Joan yang penasaran karena ia melihat Liza terus saja memegangi perutnya dari awal acara .


Liza tersenyum tipis " Perut aku agak mual " Jawab wanita itu singkat .


Joan menatap wanita itu dengan rasa khawatir yang sangat kuat " Ya udah kamu istirahat disini aja yah , kalo soal tamu biar aku yang urus "


Liza menggeleng " Enggak bisa , aku harus nyapa temen - temen aku juga kak " Liza mengkerucutkan bibirnya memberi kesan memohon yang ia tunjukkan lewat ekspresinya .


Joan langsung mengacak rambut istrinya itu dengan gemas " Ya udah tapi kamu jangan sampai kelelahan yah , aku gak akan maafin kamu kalo sampai ada apa - apa sama bayi kita " Ucap Joan seraya mengelus perut Liza dengan sangat lembut .


" Udah deh kak , bayi kita lagi bobok jangan diganggu ! " Seru Liza disertai gelak tawa .


Joan hanya tersenyum bahagia mendengar ucapan dari istrinya itu , baru kali ini ia mendengar Liza kembali bercanda setelah kejadian 3 hari yang lalu.


Kini Joan langsung menggandeng tangan Liza keluar dari kamar itu menuju tempat resepsi yang masih dipenuhi oleh para tamu .


Joan dan Liza sama - sama mengedarkan pandangannya melihat kearah para tamu yang masih berkerumun dan sibuk dengan aktivitas masing - masing .Ada yang sedang makan dan minum , namun ada pula yang lebih memilih untuk berkenalan dengan para pengusaha lainnya untuk membicarakan masalah bisnis mereka .


Pandangan mata Joan terkunci ke salah satu wanita yang sedang melambaikan tangan kearahnya .Joan langsung menggandeng tangan Liza membawanya ikut untuk menghampiri wanita yang berparas cantik itu .


Wanita itu langsung memeluk Joan dengan ekspresi gembira yang terus terpancar di wajah cantiknya .


" Selamat yah Ar , sekarang Lo udah jadi seorang suami .Gue kaget banget tahu saat denger berita pernikahan Lo yang tiba - tiba " Ucap Wanita itu setelah melepaskan pelukan keduanya .


Joan tersenyum sumringah menanggapi ucapan dari wanita itu " Iya Na , gue harus segera bertanggung jawab atas kehamilan cewek gue makanya gue ngelaksanain pernikahan ini secara mendadak " Jelas Joan seraya menoleh kearah Liza yang masih terdiam menyaksikan obrolannya dengan Yuna , sahabat kecilnya .


Wanita jangkung itu menatap kearah perempuan yang berdiri disamping Joan .


Mulut Yuna membentuk huruf O " Ooh ini yah ternyata orang yang berhasil meluluhkan hati si pria berhati batu , hehehe " Ucap Yuna dengan kekehan kecil diakhir kalimatnya .


Yuna mengulurkan tangannya yang langsung dibalas dengan cepat oleh Liza " Saya Yunara Arissa panggil aja Kak Yuna , soalnya umurmu jauh lebih muda dariku " Jelas Yuna dengan senyuman merekah dibibir tipisnya .


" Salam kenal juga Kak , saya Liza Nathalia Hope , senang bertemu dengan kakak " Jawab Liza singkat ,padat dan jelas.


" Kak , aku pengen nyapa teman - teman aku dulu yah " Pamit Liza kepada suaminya itu .


Joan mengangguk " Ya udah tapi jangan sampai kelelahan yah sayang , nanti langsung ke lobi aja aku bakal nunggu kamu disana " Ucap Joan dengan senyuman yang terus merekah di wajah tampannya .


Liza mengangguk mengiyakan semua perkataan Joan , kali ini ia beralih menatap Yuna " Kak Yuna aku tinggal dulu yah , kalian berdua ngobrol aja " Pamit Liza .


Yuna mengangguk " Iya silahkan , jangan sampai kecapean yah Li " Ucap Yuna yang dibalas anggukan oleh Liza .


Kini Liza melangkahkan kakinya meninggalkan Joan dan Yuna yang sedang asik berbincang .Langkah Liza terhenti saat ia melihat salah seorang pria bertubuh bak model , pria itu adalah Erick sahabat karib Dilan .


Erick yang sedang menggombal para tamu wanita yang berparas seksi nan cantik terpaksa harus menghentikan aktivitasnya itu saat Liza menarik tubuhnya agar menjauh dari kerumunan para tamu .


" Dimana Dilan , Rick ? " Tanya Liza lirih .


" Dilan baru aja cabut " Ucap Erick dengan wajah datarnya .


" Apa dia masih ada diparkiran sekarang Rick ? " 


Erick mengangguk " Sepertinya sih , Lo susulin aja siapa tau tuh anak masih ada disana " Ucap Erick yang langsung dituruti oleh Liza .


Liza berjalan dengan tergesa ia tak memperdulikan dengan keselamatan janinnya .Ia semakin mempercepat langkahnya menuju parkiran agar ia bisa menemui Dilan meskipun hanya untuk sekedar minta maaf .


Napas Liza tersengal - sengal saat ia sudah sampai diarea parkiran .Liza mengedarkan pandangannya keseluruh arah melihat keberadaan mobil Dilan yang dapat ia kenali dari nomor platnya .


Ia mulai bernapas lega saat melihat mobil yang sedang ia cari masih terparkir ditempat itu , Liza langsung masuk ke mobil yang sama sekali tak dikunci itu .


Hati Liza seperti teriris saat melihat Dilan yang sedang menangis tanpa mengeluarkan suara .Pria yang sedang duduk di kursi kemudi itu menoleh kearah seseorang yang baru saja memasuki mobilnya .


" Li kenapa Lo ngelakuin hal ini sama gue sih hiks ...hiks.." Dilan menangis tersedu - sedu begitupun dengan Liza .


Liza menarik tubuh Dilan kedalam pelukannya , ia mengelus pelan punggung pria itu berharap Dilan merasakan sedikit ketenangan .


" Maafin gue Lan , gue ngelakuin hal ini karena gue gak mau kalo anak gue ngerasain hal yang sama seperti yang gue rasain , gue gak mau dia ngerasain semua penderitaan yang diakibatkan perbuatan orang tuanya sendiri , gue tau seberapa sakitnya penderitaan itu Lan .Jadi gue berharap Lo mengerti dan maafin gue Lan " Jelas Liza yang langsung membuat Dilan menatapnya dengan tatapan yang tak dapat dibaca .


" Lo gak pernah nyelingkuhin gue kan , pria brengsek itukan yang maksa Lo Li ? " 


Liza mengangguk pelan " Iya Lan ini semua kesalahan Joan , tapi gue juga gak bisa ngelepasin tanggung jawab gue sebagai ibu dari anak ini " Liza menunjuk kearah perutnya .


" Kalo masalah anak itu gue masih bisa maafin Lo Li , tapi gue gak akan pernah bisa Nerima kalo sampai Lo ninggalin dan ngelupain gue .Itu semua terlalu kejam buat gue Li , ini gak adil banget tau " Ucap Dilan Lirih .


 " Enggak Lan gue gak akan lepasin Lo , gue akan tetap berada disamping Lo sampai kapanpun , gue janji Lan " Ucap Liza seraya melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Dilan .