Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Meloloskan Diri



Selamat membaca!


Kelly terus memacu kecepatan mobilnya untuk menjauh dari keempat pria yang ingin menangkap Elliot dengan membawa rasa penasaran di dalam pikirannya. "Siapa mereka Elliot? Kenapa mereka mau membunuhmu?" tanya Kelly yang terlihat panik. Namun, wanita itu tetap fokus mengendarai mobilnya.


"Aku sendiri tidak tahu, tapi aku rasa ini ada hubungannya denganmu," jawab Elliot yang membuat kecurigaan Kelly terhadap sang kakak semakin bertambah besar.


"Apa itu adalah anak buah Garry ya? Tapi kenapa mereka ingin membunuhmu?" tanya Kelly menautkan kedua alisnya tentang alasan kenapa Garry ingin menghabisi Elliot, kekasihnya.


"Mungkin saja karena ponselmu pun telah di sadap, sehingga mereka bisa tahu kemana aku pergi!" ungkap Elliot membeberkan apa yang diketahuinya hingga membuat Kelly terhenyak tak menyangka.


Sesaat rasa bersalah mulai timbul di hatinya karena akibat perbuatan Garry, nyawa Elliot hampir saja melayang. "Maafkan aku ya Elliot," lirih Kelly dengan wajahnya yang sendu.


"Ini bukan kesalahanmu, Kelly! Sekarang yang paling penting kita harus lolos dulu dari mereka."


"Apa kita aman?" tanya Kelly sambil melihat kedua spion pada mobilnya dan juga kaca yang berada di tengah kursi depan untuk memastikan apa mereka diikuti atau tidak.


"Sepertinya mereka sudah tidak mengejar." Elliot mengatakan itu setelah melihat situasi di belakang mobil terlihat aman tanpa ada yang membuntuti. Namun, baru saja ia mulai bernapas lega, tiba-tiba saja saat mobil Kelly baru saja melewati sebuah perempatan jalan, tiba-tiba dari arah sebelah kanan mobil yang dikendarai oleh Kelly hampir saja ditabrak oleh mobil keempat pria itu yang datang dari arah kanan dan langsung masuk ke rute jalan yang sama dengan laju mobil Kelly. Bahkan kini mereka tepat berada di belakang.


"Sial, mereka masih mengikuti kita." Kelly tampak begitu geram dengan usaha dari keempat pria itu yang masih tak menyerah.


"Cepat Kelly, tambah lagi kecepatannya!" titah Elliot sambil terus memperhatikan mobil keempat pria itu yang berada tepat di belakang mobil Kelly.


Kedua mobil itu pun terlihat saling kejar-kejaran dan berbaur dengan kondisi lalu lintas kota Melbourne yang terbilang cukup ramai, pagi itu. Kelly sesekali melihat ke arah belakang lewat kaca spion mobilnya untuk memastikan mobil keempat pria itu yang hampir dapat menyusulnya. Namun, Kelly tak membiarkan itu terjadi. Wanita itu menginjak dalam gas pada mobilnya dan kembali mendahului mobil keempat pria itu sambil melaju zig-zag untuk melewati beberapa mobil lainnya yang berada di depannya.


"Aku tidak pernah mengendarai mobil segila ini Elliott," ungkap Kelly yang terlihat panik, tapi ia tetap berusaha untuk tenang.


Melihat kebut-kebutan yang terjadi dan bisa membahayakan pengendara lainnya, mobil patroli polisi yang kebetulan melintas dari arah berlawanan dengan mereka pun, seketika langsung memutar laju mobilnya dan mulai menyalakan sirine yang terdengar keras memekikkan telinga. Suara sirine yang mengisyaratkan agar kedua mobil segera menghentikan laju mobilnya. Namun, bukannya berhenti mobil keempat pria itu yang tepat berada di depan mobil polisi, malah semakin melaju cepat hingga berhasil merapatkan jaraknya dengan mobil Kelly.


"Sial, mereka hampir dekat," ucap Kelly yang semakin terdesak.


"Aku punya ide, semoga aku berhasil," gumam Kelly dengan rencana yang terbesit di dalam otaknya, setelah ia melihat sebuah pertigaan dengan lampu lalu lintas beberapa meter di depan sana.


Kelly pun semakin mendekati pertigaan jalan dengan lampu merah yang menyala pada lampu lalu lintasnya. Lampu merah sebagai tanda agar semua pengguna jalan berhenti. Namun, itu tidak berlaku untuk Kelly, wanita itu malah semakin menginjak dalam gas mobilnya untuk menerobosnya lalu ia mulai berbelok tajam ke arah kanan, hingga membuat kedua ban mobil bagian kanan sedikit terangkat karena kecepatan mobil saat itu terlampau tinggi saat berbelok.


"Ya Tuhan, aku tidak percaya Kelly dapat melakukan semua ini. Apa aku akan mati di dalam mobil ini?" gumam Elliot yang terlihat pasrah dengan hidupnya.


Saat laju mobil Kelly sudah kembali stabil dengan kecepatan yang mulai berkurang, tiba-tiba sebuah truk besar hampir menabraknya. Beruntung dengan lihai Kelly dapat menghindar sesaat sebelum tabrakan terjadi, walau badan mobil sebelah kanannya harus terserempet body truk yang sudah berhenti itu.


"Hai *****! Apa kau sudah gila? Mengemudilah dengan benar!" Pengemudi truk menoleh ke arah belakang sambil mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil dengan amarah yang sudah membuncah.


Laju mobil Kelly semakin melambat sampai akhirnya mulai terhenti di tepi jalan. Kelly pun memukul kemudinya dengan begitu kesal.


"Mereka berhasil membuat ban mobilku pecah! Apa yang harus kita lakukan Elliot?" tanya Kelly sambil terus melihat ke belakang mobilnya.


"Aku sendiri bingung, harus bagaimana," jawab Elliot dengan suara yang lemah. Wajahnya kini semakin memucat, tapi ia sudah berhasil menutup luka tembak di kakinya dengan merobek kemeja yang dikenakannya untuk diikatkan pada luka tersebut, agar tak lagi mengeluarkan banyak darah.


Kelly masih terus melihat ke arah belakang mobilnya dan raut wajahnya semakin terlihat panik saat keempat orang yang mengejar mereka sudah semakin dekat dengan mobilnya.


"Mereka sudah dekat, aku harus bagaimana ini?" gumam Kelly dengan dahi yang sudah berkeringat karena panik.


Di saat pikiran Elliot dan Kelly menemui jalan buntu, untuk lolos dari kondisi saat ini yang semakin menyudutkan mereka, tiba-tiba sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan langsung melakukan sebuah manuver untuk memutar balik laju mobilnya, mobil tersebut kini tepat berhenti di samping mobil Kelly.


Elliot pun terhenyak dan bangkit dari posisinya untuk melihat ke arah mobil yang datang secara tiba-tiba itu. Kedua mata Elliot terhenyak saat kaca mobil terbuka dan sosok Alissa berada di dalamnya.


"Ayo cepat, Tuan masuk! Kita tidak punya banyak waktu, jangan hanya diam dan memandangiku!" teriak Alissa dengan keras untuk menyadarkan lamunan Elliot yang masih saja termangu di saat genting seperti ini.


"Siapa dia Elliot? Apa dia orang baik?" tanya Kelly dengan mengerutkan dahinya.


Elliot pun tersadar dan langsung menjawab pertanyaan Kelly. "Iya dia temanku, ayo cepat kita pindah ke mobilnya!"


Elliot pun dengan cepat keluar dari mobil sambil menahan rasa sakit pada kakinya. Ia kini dibantu oleh Kelly yang sudah berada di luar mobil. Keduanya bergegas masuk ke dalam mobil Alissa dan langsung duduk di kursi belakang. Alissa tak membuang waktu lagi dan mulai melajukan mobilnya untuk pergi dari kejaran keempat orang itu yang sudah berada di samping mobil Kelly.


"Kita berhasil lolos." Kelly tampak senang sambil memeluk tubuh Elliot, pelukan yang membuat Alissa jadi menatap sinis ke arah mereka dari kaca tengah mobilnya.


"Jadi wanita itu adalah kekasih Tuan Elliot," batin Alissa terlihat masam karena entah kenapa ada rasa cemburu dalam hatinya.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar dan Gift kalian ya.


Terima kasih banyak.


Follow Instagram Author juga ya : ekapradita_87