Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Ledakan



Selamat membaca!


Setelah semalaman terus menjaga Elliot dan baru tertidur pada dini hari, Tara mulai mengerjapkan kedua matanya saat Elliot terdengar memanggilnya. Kala itu tepatnya pukul 08.00 pagi, Elliot sudah terbangun lebih dulu dari Tara. Ia pun langsung melihat ke arah sosok wanita yang sedang tertidur di sofa yang tak jauh dari ranjang tempatnya berada.


"Eh, Tuan Elliot. Kamu sudah bangun?" Tara mulai beranjak dari sofa dan langsung menghampiri Elliot sambil mengusap kedua matanya.


"Tara, apa kamu tidak lelah terus menjagaku di rumah sakit? Pulanglah istirahat!" tanya Elliot yang melihat wajah Tara kelihatan sangat lelah sekali.


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya tidak keberatan, Tuan, lagipula ini adalah permintaan Kakak agar saya menjaga Anda."


"Jangan panggil saya, Tuan. Panggil saya Elliot saja!" titah Elliot karena merasa canggung saat mendengar Tara memanggilnya tuan. "Oh ya, terima kasih ya karena kamu telah menjaga saya, sejak saya ada di rumah sakit ini," ucap Elliot meneruskan perkataannya hingga membuat Tara menjadi salah tingkah dibuatnya.


Tara yang mulai merasa gugup, coba mengalihkan pandangannya sejenak untuk mengusir rona merah di wajahnya. "Sama-sama Tuan," jawab Tara yang membuat sorot mata Elliot menajam, seketika Tara pun meralat kembali ucapannya. "Maaf Elliot, saya belum terbiasa memanggil Anda dengan hanya nama saja."


Elliot pun tersenyum menanggapi perkataan yang terlontar dari mulut Tara. "Kamu harus terbiasa ya! Lagipula Alice itu adik kandung saya dan itu artinya kamu juga adik saya."


Entah kenapa perkataan yang Elliot sungguh membuat hati Tara menjadi terasa sakit.


"Jadi dia hanya menganggap aku sebagai adiknya saja. Padahal aku sangat mengaguminya," batin Tara masih coba menahan rasa sakit dalam hatinya sekuat tenaganya


"Tara kenapa kamu malah melamun?" tanya Elliot yang langsung membuat Tara tersadar.


"Enggak apa-apa Elliot," jawab Tara yang masih coba terbiasa dengan semua ini.


Tak berapa lama kemudian, seorang suster masuk ke dalam ruangan dengan membawa makanan pagi untuk Elliot.


"Permisi Tuan, Nona. Ini sarapan paginya ya! Bagaimana kondisi Anda saat ini Tuan Elliot?" tanya suster itu dengan ramah.


"Baik Suster. Terima kasih ya." Dengan senyuman Elliot menjawabnya.


Tara pun langsung mengambil makanan itu dan mulai menyuapi Elliot. "Tuan harus makan yang banyak ya! Karena Kakak dan Kakak ipar sudah dijalan pulang ke London. Kemarin aku menghubunginya dan menceritakan semua yang terjadi tentang pria itu."


"Terus apa kata Alice?" tanya Elliot penasaran.


"Ya, dia memang cemas, tetapi dia percaya bahwa Collins bisa menjaga Anda. Bodyguard yang menyebalkan itu, sampai tidak tidur dan terus berjaga di depan ruangan ini."


Elliot terkekeh singkat. "Kamu jangan terlalu sebel sama orang, nanti kamu malah suka lho!" ledek Elliot membuat Tara langsung menampiknya dengan raut wajah yang terkejut.


"Tidak mungkin saya suka dengan pria menyebalkan itu, Tuan. Lagipula saya sudah menyukai seseorang, ya walaupun pria itu sepertinya hanya menganggap saya orang lain," ungkap Tara terlihat menahan perih di hatinya.


"Siapa pria itu? Pasti pria itu bodoh karena bisa-bisanya dia menyia-nyiakan wanita secantik kamu," puji Elliot yang diawali dengan sebuah pertanyaan.


"Andai kau tahu, Elliot jika pria itu adalah kamu. Apa yang kamu lakukan? Apa kamu juga akan menganggap dirimu bodoh?" batin Tara tersenyum getir sambil terus menyuapi Elliot makan.


Di saat Tara sudah hampir selesai menyuapi Elliot makan, tiba-tiba saja sebuah ledakan besar terjadi. Ledakan yang membuat dinding ikut bergetar. Namun, tidak sampai membuat kaca jendela pecah.


"Ada apa itu ya?" tanya Tara merasa cemas.


Tanpa menunggu lama, ia pun meletakkan sepiring makanan di atas nakas dan mulai beranjak menuju jendela kamar. Setelah melihat ke bawah tepatnya di area parkirannya, pikirannya pun langsung teringat akan sosok pria yang sempat datang ingin membunuh Elliot.


"Ledakan itu berasal dari mobil di parkiran. Apa ini ada hubungannya dengan pria yang kemarin ya?" ucap Tara yang mulai dipenuhi rasa takut akan keselamatan Elliot saat ini.


"Ada apa Tara?" tanya Elliot penasaran.


Sebelum Tara menjawabnya, tiba-tiba saja Collins yang juga mendengar ledakan itu pun masuk ke dalam ruangan. "Tuan Elliot, apa Anda baik-baik saja?" tanya sang bodyguard dengan wajah yang tetap tenang.


"Saya baik Collins. Ada apa sebenarnya? Kenapa ada ledakan?" tanya Elliot merasa aneh karena kejadian itu benar-benar sangat mencurigakan untuknya.


"Saya sendiri masih belum tahu, Tuan, tetapi saya akan periksa terlebih dulu ke bawah." Collins pun beranjak pergi dari ruangan. Namun, baru saja ia hendak pergi Tara langsung melarangnya.


"Tunggu kau tidak boleh pergi. Bagaimana bila pria itu datang lagi melalui jendela ini?" tanya Tara dengan panik.


"Tidak akan, Nona. Kau tidak perlu cemas. Kabel yang digunakannya untuk menuju ke ruangan ini sudah putus dan lagipula dia bukan Spiderman yang bisa memanjat naik tanpa menggunakan sesuatu. Kau tidak perlu khawatir, di depan ruangan juga sudah ada dua orang yang berjaga dari pihak keamanan rumah sakit." Collins pun langsung keluar dari ruangan tanpa menunggu Tara menjawabnya.


"Dasar pria menyebalkan!" geram Tara membuat Elliot yang melihatnya jadi ikut terhibur dengan perdebatan kecil yang terjadi di hadapannya. Membuat pria itu seketika teringat akan sosok Alissa yang juga sama lucunya dengan Tara ketika sedang berdebat dengannya.


"Kenapa aku jadi merasa rindu dengan Alissa ya? Kira-kira di mana dia sekarang? Dan sedang apa ya? Apa dia juga memikirkanku?" batin Elliot sejenak melupakan ledakan yang baru saja beberapa detik yang lalu.


Sebuah ledakan keras dan merusak beberapa mobil di area parkiran. Membuat situasi di rumah sakit itu menjadi sangat ricuh saat ini.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif dan gift kalian ya.


Terima kasih banyak.


Follow Instagram Author juga : ekapradita_87