
Selamat membaca!
Tara mulai membuka matanya dengan perlahan. Kepala yang terasa pening, ditambah bercak darah di bagian lengannya akibat pecahan kaca mobil, sungguh membuat kondisinya menjadi lemah.
"Tuan Elliot, apa kamu baik-baik saja?" tanya Tara dengan suara parau setelah kedua manik matanya mampu melihat ke arah Elliot.
Saat ini, Elliot tampak memegangi bagian dahinya yang berdarah akibat benturan keras dengan kaca mobil di bagian kirinya. "Aku baik-baik saja, Tara, hanya sedikit pusing. Kamu sendiri bagaimana?" jawab Elliott yang diakhiri sebuah pertanyaan.
Melihat darah kental yang tampak memenuhi dahi Elliot, Tara pun coba menggerakkan tubuhnya yang terasa sakit itu untuk menghampiri Elliot. Namun, tiba-tiba saja pintu mobil terbuka dan seorang pria langsung menyeret tubuh Elliot keluar dari mobil.
"Cepat kau keluar! Dasar menyusahkan!" kecam salah satu anak buah Garry sambil mencengkram lengan Elliot untuk memaksanya keluar dari mobil.
"Tuan Elliot," pekik Tara dengan suara yang panik. Wanita itu pun langsung keluar dari mobil, walau harus menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Setelah berada di luar, Tara mulai mengedarkan pandangan matanya untuk melihat ke arah Elliot dan seketika raut wajahnya semakin bertambah panik saat mengetahui Elliot sedang dihajar oleh tiga pria yang tak lain adalah anak buah Garry.
"Lepaskan, Tuan Elliot!" titah Tara dengan berteriak sambil melangkah menuju pria yang saat ini sedang memukuli Elliot.
"Jangan cemaskan aku, Tara! Pergi saja dari sini, cepat!" titah Elliot yang coba melarang Tara agar tak mendekatinya. Ia tak ingin bila ketiga anak buah Garry sampai melukai Tara.
Walaupun mendapatkan larangan dari Elliot, Tara seakan acuh. Ia masih terus berlari untuk menghampiri Elliot. Namun, tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat seorang pria menarik lengannya.
"Lepaskan aku!" Tara coba berontak dengan menggigit tangan pria itu. Namun, apa yang dilakukannya malah membuat kemarahan pria itu memuncak. Tara pun langsung dihempaskan dengan kasar hingga membuat kepalanya terbentur kerasnya aspal.
"Kau ini adalah wanita yang keras kepala! Lebih baik aku membunuhmu saja!" kecam pria itu dengan langsung mengarahkan pistolnya kepada Tara.
"Ya Tuhan, apa aku akan mati saat ini?" tanya Tara tercekat dalam hatinya. Ia sudah kelihatan pasrah dan hanya memejamkan kedua matanya.
Di sisi lain, Elliot yang melihat kejadian itu coba melawan ketiga anak buah Garry untuk menyelamatkan Tara, walau itu kelihatan mustahil karena memang kondisi Elliot yang belum sepenuhnya pulih.
Elliot mulai menyerang ketiga pria yang masih mengelilinginya saat ini. Perkelahian pun benar-benar berjalan tak seimbang hingga membuat Elliot kembali roboh dan hanya bisa menatap nanar ke arah Tara yang hampir ditembak oleh salah satu anak buah Garry.
"Maafkan aku, Tara!" gumam Elliot dengan posisi telungkup di aspal dengan wajah yang sudah dipenuhi oleh darah.
Tiba-tiba saja sebuah tembakan mengenai keempat anak buah Garry sekaligus hingga membuat mereka langsung roboh seketika. Tembakan yang benar-benar jitu dan tepat menembus dahi dari keempat pria itu.
"Siapa itu?" tanya Elliot yang mulai mengarahkan pandangan matanya ke arah datangnya tembakan tersebut.
Sementara itu Tara yang saat ini masih memejamkan kedua matanya, kini coba membukanya dengan perlahan. "Apa aku sudah mati? Apa sekarang sudah berada di surga?" tanya Tara dengan suara yang masih ketakutan.
"Tidak Tara, kita selamat. Coba kamu lihat di belakangmu, di sebelah sana!" titah Elliot menjawab perkataan Tara yang terdengar sangat polos itu.
Tara pun dengan cepat melihat ke arah yang Elliot katakan padanya. "Kakak ipar." Seketika hatinya yang sejak tadi terpenjara dalam rasa takut, kini berubah menjadi perasaan tenang karena saat ini tak ada lagi yang mesti ia takutkan.
"Akhirnya rencana Kakak ipar berhasil," gumam Tara yang sudah dapat bernapas lega karena kehadiran Raymond beserta dua bodyguard-nya di sana.
Sebuah rencana yang memang sempat Raymond sampaikan kepada Tara sebelum dirinya terbang ke London. Ya, saat itu di sambungan telepon, Raymond meminta kepada Tara untuk selalu mengaktifkan ponselnya agar ia dapat selalu melacak keberadaannya jika ada hal buruk terjadi padanya ataupun Elliot.
...🌺🌺🌺...
Bersambung ✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Jangan lupa semangat untuk memberikan gift kalian agar Author semangat updatenya.
Follow Instagram Author : ekapradita_87