
Selamat membaca!
3 bulan sudah berlalu, sejak peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Garry, saat ini Elliot masih terbaring lemah dan belum sadarkan diri di Rumah Sakit London. Bahkan karena kondisi Elliot yang masih belum juga sadar dari komanya, ia sampai tak bisa hadir ke acara pernikahan Richard dan Greta yang dilangsungkan di Australia.
Berbeda dengan Elliot, Alice dan Raymond saat ini sudah berangkat ke Australia dengan menggunakan jet pribadinya dan Alice meminta kepada Tara, adiknya untuk menjaga Elliot selama kepergiannya.
"Tuan Elliot, sudah 3 bulan Anda masih juga belum sadarkan diri. Kasihan kakak selalu menangis setiap kali datang ke rumah sakit untuk menjenguk Anda." Tara masih menatap dengan sendu kondisi Elliot masih tampak lemah di atas ranjang.
Saat kesedihan wanita itu kian membuncah, tiba-tiba sebuah gerakan terlihat oleh kedua matanya. "Tuan Elliot." Tara seketika menekan sebuah bel yang berada tidak jauh dari tempatnya berada untuk memanggil tim medis.
...🌺🌺🌺...
Sementara itu, jauh dari kota London, tepatnya di sebuah perusahaan berita terkemuka di kota Melbourne, Alissa sedang berada di ruang kerjanya dengan raut wajah yang sejak tiga bulan ini selalu saja masam. Ya, wanita itu masih terus memikirkan kondisi Elliot yang sejak pertemuan pertama mereka sudah berhasil mencuri hatinya.
"Kira-kira gimana ya kabar Tuan Elliot? Apa dia sudah sadarkan diri atau belum ya? Aku sebenarnya ingin sekali ke London, tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku ini," gumam Alissa yang tidak bisa cuti dari rutinitas pekerjaannya.
Saat pikirannya tentang Elliot semakin membuatnya resah, tiba-tiba seorang pria masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Pria itu adalah atasan Alissa yang bernama Oscar Hernandez.
"Alissa, terbanglah ke London. Kita harus liput kasus penyerangan asisten MANGO Corporate yang bernama Elliot, bukankah kau mengenalnya? Maka itu aku mengirimmu ke sana, agar kita bisa jadi media pertama yang akan menyiarkan secara langsung dan membongkar siapa dalang di balik kasus penyerangan itu. Bagaimana apa kamu siap dengan tugas ini, Alissa?" Oscar pun menyeringai puas karena merasa keputusannya mengirim Alissa adalah keputusan yang tepat dan ia sangat yakin bahwa rencananya akan berhasil. Saat ini pria itu sudah membayangkan berapa keuntungan yang dapat diraup olehnya, jika berita besar itu berhasil ia dapatkan. Sebuah berita yang sempat ditutupi dan sangat sulit diliput oleh media. Bahkan kejadian di rumah sakit yang melibatkan Garry dengan Richard kala itu, menguap begitu saja tanpa ada pemberitaan dari media-media mana pun.
Alissa tersentak tak percaya dengan perintah itu. Perintah yang seolah-olah menjadi jalan untuknya bisa bertemu kembali dengan Elliot.
"Aku benar-benar tidak menyangka, Tuhan seakan-akan mendengar segala harapanku. Aku berharap saat aku tiba di London, Tuan Elliot sudah sadar dari komanya," batin Alissa penuh harap.
Alissa pun tersadar dari lamunannya tentang Elliot, wanita itu kembali melihat atasannya dan langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh atasannya itu. "Saya siap, Tuan, tapi dengan siapa saya pergi, Tuan?" tanya Nisa yang memang selalu ditemani seorang wartawan lain yang dapat merangkap sebagai kameraman saat meliput suatu berita.
"Tunggulah sebentar lagi dia akan datang ke ruangan ini," jawab Oscar singkat.
Tak berapa lama kemudian, suara ketukan pintu mulai terdengar dan Oscar pun memerintahkan pada sosok yang ada di depan ruangan untuk masuk ke dalam.
"Permisi, Tuan Oscar dan Nona Alissa." Seorang pria bernama Sean langsung menyapa keduanya.
Alissa pun tersenyum saat seorang pria yang baru dikenalnya dua Minggu ini datang ke ruangannya. Pria yang memang baru bekerja di perusahaan Oscar. Namun, sudah mendapatkan kepercayaan dari atasannya berkat keahliannya dalam meliput sebuah berita.
"Jadi pria ini yang akan menemaniku ke London," batin Alissa masih menatap Sean dan mulai mengingat beberapa kali ia memang sering bertemu dengan pria itu di berbagai tempat dan bukan hanya di tempat kerjanya.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak sudah setia menunggu episode selanjutnya.
Follow Instagram Author juga : ekapradita_87