
Selamat membaca!
Setelah mobil yang dikendarai oleh Alissa semakin jauh dari keempat pria itu. Kini pikiran Kelly beralih pada luka tembak yang ada di sebelah kaki Elliot. Luka yang membuat kekasihnya itu terlihat semakin lemah kondisinya.
"Wajahmu sudah terlihat pucat, El, kita harus segera mengeluarkan peluru dari kakimu atau infeksinya akan menyebar ke seluruh tubuhmu."
"Iya, tapi tidak bisa jika di dalam mobil. Jadi sebaiknya kita bersembunyi dulu di sebuah hotel di dekat sini! Aku akan mengeluarkan peluru ini sendiri, tapi kita harus pergi ke apotik terlebih dahulu. Alissa tolong bawa kami ke apotik sebelum kita mencari hotel di dekat sini!"
"Oke Tuan, tapi darimana kau tahu namaku? Kita 'kan belum sempat berkenalan. Bahkan aku sendiri tidak tahu namamu, selain kau itu bekerja di MANGO Corporate sesuai yang tertera pada kartu kredit yang kau tinggalkan itu."
Elliot terkekeh lucu mendengar pertanyaan Alissa.
"Apa kau lupa aku mengambil ponselmu? Jadi aku bisa melihat foto dan seluruh akun sosial mediamu!" ucap Elliot sambil mengangkat kedua alisnya.
Wajah Alissa pun seketika memerah karena menahan amarahnya saat mengetahui bahwa Elliot telah lancang membuka hal yang privasi pada ponselnya.
"Jadi pria ini telah membuka semua hal yang privasi pada ponselku, kalau bukan karena sebuah liputan berita, aku tidak sudi melacak keberadaannya melalui GPS ponselku yang dibawanya," gerutu Alissa di dalam hatinya.
"Kau ini sudah kurang ajar berani membuka privasi pada ponselku. Awas kau Tuan jika sudah turun dari mobil, aku akan membuat perhitungan denganmu!"
Elliot kembali terkekeh dengan ancaman Alissa kepadanya. Terlihat wajahnya yang memucat sudah kembali bersemangat saat menanggapi ucapan Alissa.
"Memang apa yang bisa kamu lakukan Alissa? Jika kamu macam-macam terhadapku, aku tidak akan mau menjadi narasumber dari beritamu nanti."
Ancaman Elliot sampai membuat Alissa tersedak salivanya sendiri. Lagi-lagi ia dibuat terhenyak dengan perkataan Elliot yang sudah tahu maksud dan tujuannya.
"Darimana kau bisa tahu, Tuan?" tanya Alissa yang sudah salah tingkah.
"Entah kenapa saat bersama gadis ini, aku selalu bersemangat. Padahal aku baru mengenalnya kemarin," gumam Elliot terus menatap wajah Alissa.
Elliot mengangkat sebelah alisnya, dengan sorot matanya yang tajam.
"Sudah jangan banyak bertanya! Jika kau masih ingin mendapatkan berita tentang kejadian yang menimpaku ini, lebih baik turuti aku saja!" kecam Elliot suara yang terdengar tegas.
Akhirnya Alissa pun terdiam tak berkutik dengan ancaman Elliot, karena liputan beritanya kali ini sangat penting untuk kelangsungan karirnya. Ancaman dari Oscar atasannya membuat Alissa tak boleh gagal dalam memuat berita yang berkaitan dengan kecelakaan mobil di atas jembatan Melbourne jika Alissa gagal maka Oscar akan memecatnya.
"Lebih baik aku menuruti keinginan pria ini, daripada aku dipecat oleh Tuan Oscar," gumam Alissa yang fokus terhadap jalan di depannya.
Sementara Kelly melihat dengan penuh selidik ke arah Alissa dan sesekali pandangan matanya tertuju pada wajah Elliot yang kini kembali tampak bersemangat.
"Apa wanita ini yang membuat Elliot berubah? Padahal baru satu hari mereka bertemu, tapi aku merasa wanita ini sudah sangat dekat dengan Elliot," gumam Kelly menaruh rasa cemburu terhadap Alissa.
...🌺🌺🌺...
Bersambung ✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak atas dukungannya.
Follow Instagram Author juga : ekapradita_87