
Selamat membaca!
Setelah terkejut karena mendengar baku tembak yang terjadi di unit apartemennya, saat ini Alissa benar-benar terlihat amat ketakutan. Namun, tiba-tiba suara dering ponsel miliknya berbunyi dan wanita itu pun mulai mengambil ponsel miliknya walau dengan perlahan.
Dalam posisi masih meringkuk di sebuah sudut samping almari, Alissa dengan cepat menjawab panggilan telepon itu, ketika ia tahu bahwa Sean-lah yang saat ini sedang menghubunginya.
π±"Halo Sean, kamu dimana?" tanya Alissa dengan terbata-bata.
π±"Ini aku sudah di kamar kamu Alissa, kamu dimana?" tanya Sean yang terdengar cemas karena ia tak menemukan keberadaan Alissa, saat ia sudah datang bersama dua orang petugas apartemen.
π±"Aku di unit apartemen sebelahnya, arah ke lift yang sebelah kanan," ungkap Alissa yang terdengar masih terisak karena ia begitu ketakutan dengan apa yang baru saja menimpanya.
π±"Baiklah kamu tunggu di sana ya."
π±"Jangan lama-lama ya Sean, aku takut sekali!" Alissa mengatakan itu sambil menangisi apa yang telah menimpanya saat ini. Wanita itu seolah melupakan hubungannya yang tak baik dengan Sean, pria yang selalu bersikap menyebalkan selama bekerja di kantornya.
Alissa pun memutuskan sambungan teleponnya dan mulai dapat bernapas lega karena ia sudah berhasil lolos dari ancaman pembunuhan yang sempat terasa begitu mencekam.
Di saat ia sedang menunggu kedatangan Sean, tiba-tiba jendela apartemen tempat dimana ia berada saat ini terbuka dan seseorang terlihat masuk ke dalam.
"Siapa itu?" tanya Alissa penuh rasa heran di dalam hatinya.
Saat ini wanita itu kembali merasa ketakutan dan terus berharap agar Sean dapat segera datang sebelum orang lain yang menemukannya.
...πΊπΊπΊ...
Di rumah sakit tempat dimana Elliot berada. Kini pria itu sudah tampak lebih baik setelah tersadar dari kondisinya yang sempat koma, walau Elliot masih belum dapat bicara banyak. Namun, kondisinya saat ini sudah membuat hati Tara menjadi sangat lega.
"Tuan, ada apa?" tanya Tara yang melihat Elliot seperti ingin menyampaikan sesuatu padanya.
"Tara, dimana Alice?" tanya Elliot dengan terbata-bata dan masih terdengar lemah.
"Kak Alice pergi ke Australia untuk menghadiri pernikahan Richard, sekaligus akan menyelidiki tentang apa yang membuat Anda seperti ini Tuan Elliot?" jawab Tara yang membuat Elliot menjadi tercekat kaget karena itu artinya Alice akan menghadapi sebuah bahaya seperti yang dialami olehnya.
"Memangnya kenapa Tuan?" tanya Tara dengan keningnya yang berkerut dalam.
"Bisakah kamu menghubungi Alice?" tanya Elliot kembali yang ingin bicara dengan adiknya.
"Bisa saja, tapi memangnya kenapa Kakak tidak boleh menyelidiki apa yang membuat Tuan menjadi seperti ini?"
"Karena orang yang membuatku seperti ini itu sangatlah berbahaya. Mereka bahkan ingin membunuhku! Jika mereka tahu Alice adalah adikku, pasti mereka akan mengincarnya," ucap Elliot dengan raut cemas di wajahnya.
Perkataan yang terlontar dari mulut Elliot, sungguh membuat Tara tercekat amat kaget dan seketika pikirannya langsung tertuju pada Alice yang saat ini sedang berada jauh darinya. Namun, ia teringat bahwa saat ini Alice tidaklah sendiri karena ada Raymond yang menemaninya.
"Tuan, tapi bukankah Tuan Raymond pergi dengan membawa bodyguardnya, pasti orang-orang itu tidak akan bisa menyakiti Kakak."
Perkataan Tara membuat Elliot mulai merasa tenang karena ia baru saja teringat, jika Raymond memang memiliki bodyguard-bodyguard handal yang pasti akan dapat melindungi Alice.
"Ya, kamu benar Tara, berarti saat ini tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi dengan Alice," ucap Elliot sambil menghela napasnya yang terasa amat menyesakkannya.
Di saat Tara sudah dapat tersenyum, Elliot masih tampak berkutat dengan segala pikirannya.
"Sekarang aku sudah bisa tenang, tapi tiba-tiba entah kenapa aku kepikiran dengan Alissa, bagaimana ya kabarnya saat ini?" batin Elliot yang mulai terlintas semua kenangan yang telah dilewatinya bersama Alissa. Semua itu membuat Elliot merasakan suatu perasaan yang aneh dalam dirinya.
...πΊπΊπΊ...
Bersambung βοΈ
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak.
Baca juga Wanita Penghangat Ranjang