
Selamat membaca!
Setelah berpikir dengan cepat, Alissa yang saat ini sedang dipenuhi rasa takut akibat kedatangan Garry, kembali keluar dari lift dan memutuskan untuk mengikuti kemana tujuan Garry di rumah sakit ini.
"Aku tidak boleh gegabah dengan mengatakan hal ini kepada petugas keamanan karena nanti pasti akan banyak wartawan yang meliputnya, hanya untuk mengangkat popularitas dari rumah sakit ini. Aku tidak ingin keberadaan Tuan Elliot diketahui oleh pria itu," batin Alissa yang terus mengintai Garry yang sejak tadi masih terlihat berbincang dengan salah satu petugas resepsionis.
Selesai mengakhiri percakapannya, kini Garry terlihat mulai melangkah ke arah sisi kiri lobi. Entah kemana tujuan Garry yang jelas sangat berbeda arahnya dengan ruangan dimana Elliot berada.
"Berarti pria itu benar-benar tidak tahu, jika Tuan Elliot ada di rumah sakit ini." Alissa menyimpulkan sesuai dari apa yang telah dilihatnya.
Kini Alissa pun mulai mengikuti Garry beberapa langkah jauh di belakang pria itu. Namun, Garry adalah seorang mafia yang memiliki kepekaan dan insting yang tinggi, maka itu ia dapat merasakan bahwa keberadaannya sedang dalam pengintaian seseorang.
"Kenapa beberapa kali pria itu menghentikan langkahnya sambil menoleh ke kiri dan kanan ya, apa dia sudah mengetahui bahwa aku telah mengikutinya?" batin Alissa yang mulai cemas, jika apa yang dilakukannya akan ketahuan oleh Garry.
Alissa masih bersembunyi di sebuah pilar dan sesekali mengintip untuk melihat Garry yang masih terdiam sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sisi dan bahkan ia nyaris saja melihat Alissa ketika sedang mengintip dari balik pilar.
"Hampir saja aku ketahuan." Napas Alissa kian memburu dan coba menahan rasa takut yang semakin merayap naik ke dalam pikirannya, hingga membuat sekujur tubuh wanita itu gemetar hebat dengan jantung yang berdetak tak beraturan.
Setelah sekian lama bersembunyi di balik pilar, Alissa pun memberanikan dirinya untuk kembali melihat Garry dengan mengintip dari sisi kiri pilar. Namun, baru saja kepalanya melewati pilar itu, kedua matanya sudah dikejutkan dengan keberadaaan Garry yang ternyata sudah berdiri di hadapannya. Alissa pun tercekat luar biasa, hingga wanita itu pun panik dan seketika langsung beringsut mundur.
"Kau masih hidup!" Garry terlihat geram dan dengan cepat menarik tangan lalu memelintirnya hingga punggung Alissa merapat ke arahnya dan saat itulah Garry mengeluarkan sebuah pistol dari dalam jaketnya lalu menempelkannya pada tubuh Alissa.
"Teriak atau meminta tolong pada siapapun yang ada di rumah sakit ini, aku akan langsung membunuhmu! Sekarang katakan apa Elliot masih hidup?" tanya Garry dengan penuh ancaman.
Alissa benar-benar sangat ketakutan hingga membuat bibirnya gemetar dengan pergolakan di dalam hatinya.
"Aku tidak mungkin jujur, jika aku mengatakan Tuan Elliot masih hidup, pasti pria ini akan membunuhnya. Tenang Alissa, tenang," batin Alissa coba mengendalikan rasa takut yang kian membuncah dalam dirinya.
"Justru itu aku mengikutimu karena aku penasaran kenapa kamu sampai membunuh Tuan Elliot? Memangnya apa kesalahannya? Ya, walau aku hanya beberapa hari saja mengenalnya, tapi aku kasihan karena Tuan Elliot meninggal karena tenggelam di laut itu. Dia itu tidak bisa berenang, makanya dia tidak selamat. Sedangkan aku, untungnya aku bisa berenang."
Garry sejenak mencerna perkataan wanita itu untuk menyimpulkan, apakah Alissa berkata jujur atau tengah membohonginya saat ini.
Sementara itu di sisi lain, Alissa masih coba memikirkan cara agar dirinya berhasil lolos dari cengkraman pria yang mungkin saja bisa membunuhnya dengan pistol yang masih menempel ketat pada punggungnya.
"Sekarang bagaimana caranya aku bisa lolos dari pria ini?" batin Alissa yang terus berpikir keras sambil melihat sekelilingnya untuk dapat menemukan cara meloloskan dirinya dari Garry.
Tiba-tiba saja, seorang berpakaian polisi masuk ke dalam rumah sakit dan Alissa melihat hal itu sebagai kesempatannya untuk dapat meloloskan diri dari Garry.
"Jika aku berteriak ketika polisi itu berada di dekatku, pasti pria ini akan tertangkap. Kalaupun pria ini berhasil membunuhku, setidaknya Tuan Elliot bisa selamat," batin Alissa yang sampai berpikir sejauh itu untuk mengorbankan dirinya untuk Elliot.
Sadar dengan apa yang dikatakannya, Alissa kembali mempertimbangkan apa yang ingin diputuskannya.
"Kenapa aku sampai mau mengorbankan hidupku untuk Tuan Elliot, apa mungkin aku sudah jatuh cinta padanya? Tidak, tidak, aku baru mengenalnya, hidupku masih panjang, masa aku harus berkorban demi pria yang baru saja aku kenal. Jangan bodoh Alissa!" batin wanita itu penuh kebimbangan.
Setelah lama diam, Garry mulai memaksa agar Alissa mengikuti langkahnya ke sudut lobi. Ya, Garry akan membawa Alissa ke tangga darurat agar ia bisa membunuh satu-satunya saksi hidup atas kejahatan yang telah dilakukannya kepada Elliot.
"Aku harus menghabisi wanita ini dulu, baru setelah itu aku akan memeriksa semua pasien yang baru masuk ke rumah sakit ini," batin Garry yang sudah semakin mendekati pintu untuk menuju tangga darurat.
Alissa yang sudah dapat membaca kemana arah tujuan Garry akan membawanya semakin terdesak dan ia seakan tak memiliki pilihan lain selain mengambil resiko yang walaupun mungkin akan membuat nyawanya melayang.
"Aku tidak punya pilihan lain. Jika pria ini membunuhku dan dia tidak tertangkap, pasti pria ini akan mencari Tuan Elliot lalu setelah ia menemukannya, pasti Tuan Elliot akan langsung dibunuh olehnya," batin Alissa sambil menarik napasnya panjang untuk mulai berteriak sekeras-kerasnya, agar terdengar oleh para pengunjung di rumah sakit ini dan ia berharap dua orang polisi yang baru tiba itu bisa menangkap Garry.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar dan gift kalian.
Terima kasih banyak atas dukungannya.
👉 Baca juga ya One Night Stand My Boss 👈