
Selamat membaca!
Alissa masih menunggu dengan cemas, kabar tentang kondisi Elliot yang saat ini sedang dalam penanganan tim medis. Bahkan rasa sakit di setiap luka yang ada di sekujur tubuhnya, tak dapat dirasakannya karena begitu cemasnya wanita itu memikirkan kondisi Elliot.
"Ya Tuhan, selamatkan Tuan Elliot, aku mohon." Wanita berparas cantik itu terus berharap, hingga akhirnya penantian panjangnya pun berakhir saat melihat seorang Dokter keluar dari ruang operasi.
Alissa pun dengan cepat menghampiri Dokter yang saat ini tengah menuju ke arahnya. "Dokter, jadi bagaimana kondisi Tuan Elliot saat ini, Dok?" tanya Alissa masih dengan raut tegang di wajahnya.
"Maafkan saya Nona, sepertinya kondisi pasien sulit diselamatkan, tapi kami pasti akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk dapat menyelamatkan nyawa pasien. Saat ini kondisi pasien kritis dan kemungkinan untuk selamat hanya 30%, semua itu dikarenakan beliau terlalu banyak menghabiskan darah dan benturan keras pada kepalanya menyebabkan pendarahan yang berat."
Perkataan sang Dokter membuat Alissa sampai memegangi kedua lututnya dengan tubuhnya yang membungkuk. Ia tak menyangka bila kondisi Elliot akan jadi separah itu.
"Nona, apa kau baik-baik saja?" tanya Dokter itu yang mulai mencemaskan Alissa yang saat ini terlihat lemah di hadapannya.
"Iya Dokter, saya baik-baik saja. Oh ya, Dokter saya minta tolong dengan sangat kepada Dokter, tolong usahakan dengan keras! Selamatkan Tuan Elliot, Dok!"
"Pasti Nona, tanpa Anda meminta pun saya pasti akan melakukan yang terbaik sesuai kemampuan saya, tapi kembali lagi semua ini atas izin Tuhan juga, jadi lebih baik Nona banyak berdoa saja ya. Kalau begitu saya pamit dulu ya, Nona." Dokter pun pergi meninggalkan Alissa yang masih mencerna setiap perkataan yang terlontar dari mulut sang Dokter.
"Ya Tuhan, aku mohon selamatkan Tuan Elliot. Aku, Alissa berjanji akan melakukan apapun asal Tuan Elliot bisa selamat. Aku janji akan sering pergi ke gereja, tidak akan malas untuk mandi, tidak akan makan tengah malam lagi dan aku juga janji tidak akan menonton film dewasa lagi, Tuhan. Aku mohon berikan Tuan Elliot kesempatan untuk hidup," batin Alissa yang mulai duduk kembali di kursinya semula, ia sudah benar-benar terlihat lemah dan kedua kakinya seakan tak sanggup lagi untuk menahan berat tubuhnya sendiri.
Saat ketidakberdayaannya membuat sekujur tubuhnya terasa semu. Alissa mulai teringat untuk menghubungi MANGO Corporate dan memberitahukan tentang kondisi Elliot saat ini.
"Sebaiknya aku meminjam telepon rumah sakit ini untuk menghubungi MANGO Corporate karena akan sangat baik jika keluarga Tuan Elliot tahu tentang hal ini." Alissa mulai bangkit dari posisi duduknya dan mulai melangkah dengan gontai menuju sebuah lift yang berada di ujung koridor rumah sakit.
Setelah keluar dari lift, ia pun langsung menuju meja resepsionis untuk menyampaikan keinginannya. "Tapi aku 'kan tidak memiliki nomor telepon MANGO Corporate, apa di browser google ada ya?" tanya Alissa mulai memutar otaknya untuk mencari nomor kontak perusahaan yang menjadi tempat dimana Elliot bekerja.
Setibanya di hadapan resepsionis, Alissa pun mulai mengutarakan maksud dan tujuannya kepada suster yang berjaga di sana. Setelah mendapat pinjaman ponsel dari suster itu, ia pun segera mencari nomor kontak MANGO Corporate yang bisa dihubungi.
"Mana ya? Aduh pilihannya banyak lagi." Alissa benar-benar kebingungan. Namun, akhirnya ia pun mencoba salah satu nomor telepon tersebut dan mulai menghubunginya dengan menggunakan telepon yang memang tersedia di atas meja resepsionis.
"Semoga saja benar," ucap Alissa dengan penuh harap.
📱"Halo dengan MANGO Corporate, ada yang bisa saya bantu?" tanya suara resepsionis kantor MANGO Corporate yang berada di London.
Mendengar panggilan teleponnya terhubung, Alissa pun menjadi semringah dan langsung mengutarakan apa yang ingin disampaikannya kepada resepsionis itu.
📱"Iya Nona, saya dengan Alissa seorang reporter media di Australia. Saya ingin memberitahu bahwa kondisi Tuan Elliot saat ini kritis, Nona."
Resepsionis itu pun terhenyak saat mendapatkan jawaban dari Alissa yang disangkanya adalah seseorang yang ingin menipu dan pada akhirnya akan memerasnya dengan uang.
"Aku pikir ujung-ujungnya niat dari penelpon ini adalah uang, ya pasti ini kasus penipuan. Lagipula mana mungkin kondisi Tuan Elliot kritis. Bukankah beliau saat ini sedang pergi ke Australia untuk menemui Nona Kelly dan membahas masalah pernikahan mereka. Ah, lebih baik telepon yang enggak penting ini aku tutup saja." Resepsionis itu pun mematikan sambungan teleponnya secara sepihak, hingga membuat Alissa menjadi sangat geram.
Alissa pun tampak masam dengan raut wajah yang sudah tak dapat lagi berpikir apa-apa. Saat ini ia hanya bisa pasrah dan menunggu Elliot tersadar dan memberitahu ke mana ia harus meminta bantuan untuk pria itu. Setelah meletakkan gagang telepon yang sejak tadi menempel di daun telinganya, wanita itu pun mengembalikan ponsel yang telah dipinjamnya kepada resepsionis rumah sakit
"Terima kasih ya Nona. Kalau begitu sebaiknya saya kembali ke atas." Alissa mulai melangkah pergi meninggalkan petugas resepsionis untuk menuju sebuah lift yang berada di sudut lobi.
Selama perjalanan menuju lift, raut wajah Alissa terlihat amat sendu dan tampak sangat frustasi. Terlebih ketika panggilan teleponnya diputus secara sepihak oleh resepsionis itu. "Sekarang bagaimana ini? Harapanku satu-satunya sudah sirna."
Saat dirinya hendak masuk ke dalam lift, tiba-tiba ia kembali melihat Garry, pria yang yang pernah ia pukul menggunakan sebuah lampu tidur sewaktu di kamar hotel. "Ya Tuhan, untuk apa pria itu ada di sini?" tanya Alissa dengan cepat masuk ke dalam lift untuk menuju ruangan tempat dimana Elliot masih dalam penanganan tim medis
"Aku harus bagaimana ini, bagaimana kalau pria itu ternyata datang ke sini karena ia tahu, bahwa Tuan Elliot belum mati. Jangan-jangan pria itu akan menghabisinya di rumah sakit ini. Aku harus meminta bantuan kepada petugas keamanan untuk menjaga Tuan Elliot," gumam Alissa mencoba tetap tenang untuk mencari cara, agar Garry tidak dapat melukai Elliot.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak sudah setia menunggu episode selanjutnya.