Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Kebingungan Kelly



Selamat membaca!


Setelah berhasil mendapatkan tumpangan untuk membawa Elliot ke rumah sakit terdekat. Kini Alissa sudah duduk di kursi belakang kemudi dengan kepala Elliot yang dipangku olehnya di atas kedua pahanya.


"Tuan, bertahanlah! Sebentar lagi kita akan segera tiba di rumah sakit," ucap Alissa terus menatap wajah Elliot yang saat ini masih tak sadarkan diri dengan kucuran darah kental pada kepalanya.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit lamanya, kini mobil yang ditumpangi oleh Alissa sudah mulai memasuki pelataran lobi rumah sakit.


"Nona, kita sudah sampai," ujar seorang pria sambil menoleh ke arah Alissa untuk memberitahukan hal ini kepadanya.


"Terima kasih untuk kebaikan hati Anda karena mau menolong kami, Tuan." Setelah mengungkapkan rasa terima kasihnya, Alissa pun langsung keluar dan berlari masuk ke dalam lobi untuk memanggil team medis yang sedang berjaga di sana. Tak lama kemudian, wanita yang tengah dilanda kepanikan itu kembali keluar dari lobi, bersama beberapa tim medis yang membawa sebuah brankar untuk memindahkan Elliot ke ruang operasi.


"Ya Tuhan, semoga Tuan Elliot masih bisa diselamatkan." Alissa tiba-tiba teringat dengan perkataan yang Elliot ucapkan sebelum insiden penabrakan itu terjadi.


"Tuan Elliot sempat mengatakan tentang MANGO Corporate. Apa sebaiknya aku mencari tahu nomor teleponnya, agar bisa menghubunginya?" tanya Alissa yang terus menimang-nimang segala sesuatunya.


Saat Alissa masih bergelut dengan segala pikirannya, seorang team medis menghampiri dan menawarkan kepadanya untuk membersihkan luka-luka yang saat ini terlihat di sekujur tubuhnya.


"Ayo Nona, silahkan ke ruang tindakan! Agar luka-luka Anda segera dibersihkan dan diobati." Seorang suster menuntun langkah Alissa yang akhirnya mengikuti suster itu karena memang wanita itu, membutuhkan penanganan untuk mengobati luka-lukanya.


...🌺🌺🌺...


Di dalam mobil, saat ini Kelly benar-benar bahagia karena pada akhirnya sang ayah merestui hubungannya dengan Elliot. Raut wajah yang tampak berseri dengan senyum yang selalu mengembang dari kedua sudut bibirnya, sungguh menggambarkan kebahagiaan dalam hatinya yang membuncah saat ini.


"Maafkan aku Ayah, aku sempat berpikir buruk padamu. Akhirnya sekarang aku dan Elliot bisa segera menikah. Terima kasih Tuhan karena semua ini adalah anugerah yang sangat indah untukku." Kelly kini mulai menghentikan mobilnya di pelataran hotel tempat dimana terakhir kali dirinya meninggalkan Elliot bersama Alissa di sana.


"Kira-kira Elliot sedang apa ya?" tanya Kelly sembari mengambil ponselnya untuk menghubungi Elliot. Saat ini wanita itu masih belum mengetahui, bahwa Elliot sudah tak berada di dalam hotel karena sang kakak tengah memburunya. Pemburuan yang akhirnya mengakibatkan mobil yang dikendarai oleh Elliot terperosok jatuh ke dasar laut.


Saat panggilan telepon itu tak berhasil tersambung, pikiran Kelly saat itu langsung dipenuhi kecemburuan yang mulai memenuhi isi kepalanya.


"Kenapa ponselnya tidak aktif? Apa jangan-jangan Elliot dan Alissa sedang...?" Kelly tak dapat menyelesaikan kalimatnya. Ia dengan cepat menggelengkan kepalanya untuk menepis segala pikiran buruk yang saat ini tengah merasuk ke dalam pikirannya.


Setelah masuk ke dalam lobi, wanita itu langsung menuju sebuah lift yang berada di sudut lobi untuk menuju lantai tempat dimana kamar Elliot berada.


"Elliot pasti akan bahagia mendengar kabar ini. Aku yakin saat ini dia sedang menunggu kedatanganku dengan cemas." Pintu lift pun terbuka dan Kelly langsung masuk ke dalamnya.


Setibanya lift di lantai 5, Kelly pun langsung melangkahkan kakinya keluar dari lift dan menyusuri koridor hotel untuk menuju sebuah kamar yang berada di ujung sana.


"Akhirnya aku sampai juga." Kelly kini telah tiba di depan pintu kamar. Namun, saat pintu terbuka lebar, ia terkesiap begitu kaget karena saat itu keadaan di dalam kamar sudah terlihat berantakan dengan lampu tidur, yang saat ini telah berada di lantai dan pecahan lampunya berserakan di sekitarnya. Keadaan yang membuatnya jadi penasaran dengan apa yang terjadi selama dirinya pergi.


"Apa yang terjadi dengan Elliot?" Kelly terus mengedarkan pandangan ke sekitar ruangan kamar dan mencari Elliot di setiap sisi ruangan. Namun, usahanya tak membuahkan hasil, hingga membuatnya semakin dihantui rasa cemas yang langsung memenuhi isi kepalanya saat itu.


"Ya Tuhan sebenarnya ada apa ini? Siapa orang yang hendak menghabisi Elliot dan sebenarnya apa kesalahannya? Padahal ini pertama kali Elliot datang ke Australia, aku yakin Elliot tidak memiliki musuh di sini. Jadi siapa yang telah melakukan semua ini padanya?" Kelly benar-benar tak habis pikir dengan semua hal yang tak masuk akal untuknya. Sampai akhirnya, ia teringat tentang sambungan telepon dari Garry yang membuatnya harus pergi meninggalkan Elliot.


"Apa jangan-jangan telepon itu hanya untuk memancingku, agar menjauh dari Elliot?" Kelly terduduk di tepi ranjang karena saat ini kedua kakinya sudah terasa sangat lemah, setelah mendapati keadaan kamar yang terlihat berantakan.


Wanita itu pun menghela napasnya yang terasa sangat berat, sambil mengusap wajahnya beberapa kali dengan kedua telapak tangannya.


"Sekarang bagaimana caranya aku menemukan Elliot? Sedangkan ponselnya sudah tidak bisa dihubungi lagi," batin Kelly yang sedang dilanda kebingungan.


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️


Berikan komentar dan gift kalian ya.


Terima kasih banyak.


Follow Instagram Author juga : ekapradita_87