Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Kekaguman Alice



Selamat membaca!


Setelah pintu lift terbuka. Garry pun mulai melangkah keluar dan bergegas menyusuri koridor rumah sakit.


"Sebentar lagi Daddy akan aman. Kematian Elliot akan mengubur rahasia besar itu," gumam Garry sambil mempersiapkan pistol yang telah dibawanya.


Pandangan mata pria itu terus meneliti setiap ruangan yang dilewati. Sampai akhirnya, di ujung koridor ia melihat sebuah ruangan yang dijaga oleh seorang pria. Pria itu tampak berjaga di depan ruangan tersebut. Memastikan agar tak ada satu orang pun yang bisa masuk kecuali tanpa izin darinya.


"Sial, ternyata Raymond sudah memerintahkan anak buahnya untuk menjaga Elliot. Pasti pria itu bukan orang sembarangan," gumam Garry yang seketika bersembunyi dengan berbelok ke arah kiri, saat pria yang menjaga ruangan tersebut hendak melihat ke arahnya.


Garry pun terus berpikir dengan keras untuk menemukan sebuah cara agar dirinya dapat masuk ke dalam ruangan tanpa diketahui oleh pria itu. Setelah lama memutar otaknya, timbullah sebuah ide terbesit di dalam pikirannya.


"Jika aku tidak bisa masuk lewat pintu depan, aku masih bisa masuk lewat jendela ruangan itu," batin Garry yang mulai melangkah ke ujung koridor yang berada di sisi kiri ruang Elliot dirawat.


...🌺🌺🌺...


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, kini mobil yang dikendarai oleh Christopher sudah tiba di pelataran rumah kediaman Marx. Mereka pun keluar dari mobil diikuti oleh Alissa yang terlihat memindai keberadaannya saat ini.


"Ini di mana ya? Rumah yang sangat mewah," ucap Alissa penuh decak kagum.



Bagaimana tidak, rumah mewah itu benar-benar berdiri dengan sangat megahnya. Terdiri dari 4 lantai dengan luas yang hampir setara dengan stadium sepakbola Camp Nou di Spanyol. Benar-benar fantastis dan pastinya akan membuat mata siapapun yang memandang bisa bermimpi untuk dapat memilikinya.


Saat keterkagumannya masih terus memenuhi pikirannya, tiba-tiba suara panggilan seseorang memecahkan lamunan Alissa yang seketika langsung menoleh untuk menatap ke arah sumber suara.


"Ayo, silahkan masuk Alissa!" titah Richard dengan sangat ramah. Ini adalah kali kedua pertemuan mereka. Membuat Alissa mulai merasa lega karena saat ini ia berada di dekat orang-orang yang ingin melindunginya dan bukan menginginkan kematiannya.


"Terima kasih Tuan Richard, jadi Anda yang memerintahkan mereka semua untuk menyelamatkanku."


"Bisa dibilang seperti itu. Sekarang ayo kita masuk karena adik saya ingin bertanya banyak hal sama kamu."


Tanpa membuang waktu lagi, Alissa kini mulai melangkah masuk ke dalam rumah. Sampai akhirnya, langkah wanita itu pun terhenti di sebuah ruangan dengan kursi yang membentang hingga ke dekat posisinya berdiri. Alissa mulai dapat melihat jika kedatangannya memang sedang ditunggu oleh dua orang yang sudah berada di ruang tamu itu.



"Silahkan duduk Alissa!" titah Alice dengan senyum ramahnya.


Alissa yang awalnya canggung dan hanya mematung di tempatnya melihat, akhirnya mulai melangkah maju dan memutuskan untuk duduk di seberang posisi Raymond dan juga Alice.


"Terima kasih Nona Alice karena telah menyelamatkan saya."


Alice pun tersenyum menanggapi perkataan Alissa yang ramah. "Itu sudah tugas saya Alissa. Anggap saja sebagai permintaan maaf karena kamu bisa berada di posisi yang sangat berbahaya seperti tadi itu, sejak kamu menyelamatkan Elliot yang hampir tenggelam di danau."


Alissa tercekat kaget saat Alice ternyata mengetahui akan hal yang telah dialaminya saat ditepi danau itu. Pertemuan pertamanya dengan Elliot yang menyisakan sebuah kenangan manis karena saat itulah untuk pertama kalinya, bibir Alissa menyentuh bibir seorang pria.


Saat kenangan itu semakin membuatnya merindu akan sosok Elliot, Alissa dengan cepat menepikan semua memori tentang pria itu dari isi kepalanya. Kini ia pun kembali fokus dengan perkataan Alice yang menyisakan tanda tanya besar dalam pikirannya.


"Tapi bagaimana mungkin Nona Alice bisa tahu?" tanya Alissa dengan kedua alis yang saling bertaut heran.


"Saya melihat berita kecelakaan pada saat Kakak saya datang ke sana dan setelah itu, suami juga Kakak Ipar saya menyelidiki semua rekaman CCTV pada tanggal tersebut dan karena itulah saya tahu semua yang telah kamu lewati bersama Kakak saya. Saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih karena kamu telah menyelamatkan Kakak saya, sewaktu mobil yang kalian naiki jatuh dari sebuah jembatan. Mungkin jika tidak ada kamu Kakak saya pasti sudah tiada karena tenggelam. Makanya, saya sangat berhutang sama kamu, Alissa."


Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Alice, Alissa pun dengan cepat mengibaskan kedua tangan di hadapannya. "Tidak Nona, Anda tidak perlu berhutang budi kepada saya karena semua yang saya lakukan itu ikhlas dan saya memang hanya ingin menolong. Lagipula saya tidak mungkin, kan, membiarkan Tuan Elliot sampai tenggelam? Ya, beruntungnya saya memang pandai sekali dalam urusan menyelam ataupun berenang, jadi hal itu bukan masalah besar untuk saya. Walaupun saya sempat panik dan takut tidak bisa membawa Tuan Elliot naik ke permukaan karena bobot tubuhnya 2 kali lipat lebih berat dari saya, tapi pada akhirnya saya bisa dan kami selamat saat itu."


"Sekali lagi terima kasih ya, Alissa," ucap Alice yang merasa sangat berhutang budi kepada Alissa.


Sama dengan yang sebelumnya, kali ini Alissa pun dengan cepat menolak ucapan terima kasih itu.


"Tidak usah berterima kasih, saya hanya melakukan apa yang mesti saya lakukan saat itu. Bahkan jika Nona berada di posisi saya pasti Anda juga akan menolong seperti apa yang saya lakukan."


Alice benar-benar kagum dengan kebaikan Alissa. Namun, ia tetap merasa jika wanita yang saat ini ada di hadapannya seperti memiliki alasan lain yang membuatnya ingin menyelamatkan Elliot, sekalipun harus menempuh sebuah bahaya.


"Sepertinya selain dia baik, aku merasa wanita ini menyimpan sesuatu yang membuatnya terus menemani Elliot. Bahkan ia sampai mau repot-repot menyelamatkan Elliot kembali. Padahal waktu itu jelas-jelas Elliot telah meninggalkannya. Apa mungkin wanita ini menyukai Elliot?" batin Alice mulai menerka-nerka, setelah sebelumnya ia melihat semua rekaman CCTV dari awal kedatangan Elliot sampai Elliot jatuh dari jembatan yang membuatnya mengalami koma.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Terima kasih banyak telah sabar menunggu saya untuk update. Kalian juga bisa memberikan semangat, lewat Instagram saya : ekapradita_87