Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Sean Datang



Selamat membaca!


Setelah selesai dengan rutinitas pekerjaannya yang padat, kini Alissa sudah berada di apartemennya. Namun, bukan apartemen yang sama dengan yang dulu ditempatinya karena wanita itu memutuskan untuk pindah, agar Garry tak lagi dapat menemukan keberadaannya.


"Besok aku akan berangkat ke London. Semoga saja saat ini Tuan Elliot sudah sadar dari komanya karena entah kenapa aku sangat merindukannya," gumam Alissa sambil merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang.


Saat Alissa hendak memejamkan kedua matanya, tiba-tiba bel apartemennya berbunyi dan membuat wanita itu seketika bangkit dari posisi tidurnya. "Siapa ya malam-malam begini? Apa jangan-jangan pria itu?" tanya Alissa yang masih trauma dengan kejadian yang pernah dialaminya selama bersama Elliot. Saat dirinya harus dikejar-kejar oleh banyak orang dan membuat nyawanya menjadi benar-benar terancam. Apalagi kejadian sewaktu mobil yang ditumpanginya bersama Elliot sampai terjun ke laut karena ditabrak oleh Garry.


Alissa yang telah berhasil menepikan rasa takutnya, kini mulai melangkah menuju pintu apartemen dengan langkah yang penuh keraguan. Kala itu hatinya benar-benar resah dan dipenuhi oleh rasa takut, jika Garry telah mengetahui tempat tinggalnya dan saat ini datang untuk membunuhnya.


"Bagaimana kalau yang datang adalah pria itu? Pria yang membuat Tuan Elliot sampai koma dan hampir saja membunuh kami berdua," tanya Alissa dengan bibirnya yang gemetar.


Sementara itu di depan pintu apartemen, tampak dua orang pria sudah terlihat berdiri di sana dengan pakaian serba hitamnya. Saat itu salah satu pria sudah menempelkan pistolnya pada lubang pintu apartemen agar saat sang pemilik apartemen mengintip dengan mudahnya pria itu dapat membunuhnya.


"Siapa ya?" tanya Alissa yang semakin dekat menuju pintu dengan rasa penasaran yang sudah membuncah dalam dirinya. Namun, tiba-tiba ada keraguan yang terbesit dalam pikirannya, ketika ia hendak mengintip siapa gerangan yang sedang bertamu ke apartemennya malam-malam seperti ini.


"Ya Tuhan, aku mohon jangan sampai pria itu yang datang," gumam Alissa dengan detak jantungnya yang sudah berdetak tak beraturan karena takut Garry-lah yang datang ke apartemennya.


Namun, saat Alissa benar-benar hendak menempelkan wajahnya pada lubang pintu untuk mengintip. Tiba-tiba suara dering ponsel menghentikan gerak tubuhnya. "Siapa ya?" Alissa pun terdiam di depan pintu dan mengambil ponsel miliknya dari saku celana. Setelah menggenggam benda pipih itu, Alissa mulai menatap layar pada ponselnya untuk melihat siapa gerangan yang tengah menghubunginya saat ini.


"Sean." Alissa tampak begitu enggan menjawab panggilan telepon itu. Namun, karena ia takut telepon tersebut ada kaitannya dengan rencana kepergian mereka besok, Alissa pun mau tak mau menjawabnya walau dengan rasa malas.


📱"Ya, halo Sean. Ada apa ya?" tanya Alissa terdengar ketus.


Alissa pun belum dapat menjawab apa yang saat ini dikatakan oleh Sean. Perkataan yang membuat detak jantung wanita itu, seketika berdetak tak beraturan dan napasnya seakan tercekat benar-benar terasa menyesakkan dadanya. Alissa kini mulai beringsut mundur sesuai apa yang dikatakan oleh Sean yang memerintahkannya untuk menjauhi pintu apartemennya.


📱"Iya Sean, aku di sini. Sekarang aku sudah menjauh dari pintu. Sekarang apa lagi yang harus aku lakukan?" tanya Alissa berusaha menahan rasa takut yang saat ini tengah menguasai dirinya.


📱"Diam dan bersembunyilah! Aku akan segera kembali untuk menyelamatkanmu dengan membawa petugas keamanan." Sean yang terdengar kelelahan karena berlari, kini sudah mengakhiri panggilan teleponnya.


Sementara itu, Alissa yang sedang merasa ketakutan, saat ini sudah bersembunyi di bawah meja kerjanya dengan raut wajah yang penuh rasa takut.


"Bagaimana ini? Kalau pria itu masuk sebelum Sean kembali dengan para petugas apartemen, bagaimana? Ya Tuhan, kenapa sejak bertemu dengan Tuan Elliot hidupku menjadi sangat tidak tenang seperti ini. Bahkan aku selalu berada di posisi antara hidup atau mati. Aku mohon tolong aku, Tuhan," batin Alissa yang sampai menangis saat mengatakan semua isi hatinya saat ini.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Berikan komentar positif kalian ya.


Terima kasih banyak.


Follow Instagram : ekapradita_87