Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Semakin Terdesak



Selamat membaca!


Tara semakin menambah kecepatan mobilnya untuk menjauh dari kejaran dua mobil yang terus mengikutinya. Hal yang membuat detak jantungnya memacu sangat cepat. Bagaimana tidak, sebelumnya wanita itu tak pernah mengendarai mobilnya di atas 100 km. Namun, saat ini ia seolah menepikan rasa takutnya agar dapat lolos dari kejaran anak buah Garry.


"Tara, di depan sana belok ke kiri! Kita harus segera tiba di rumah kediaman Weil sebelum mereka berhasil menangkap kita," titah Elliot mencoba tetap tenang menghadapi situasi saat ini.


"Baiklah Tuan." Tara pun menambah kecepatan mobilnya dan benar-benar menguasai kemudinya dengan baik. Setelah menyalip dua mobil yang ada di depannya dengan cara yang zig-zag, Tara mulai mengurangi kecepatan mobilnya untuk berbelok ke kiri sesuai dengan apa yang diminta oleh Elliot. Namun, tiba-tiba sebuah benturan keras terjadi hingga membuat kedua tangan Tara hampir terlepas dari kemudi. Benturan yang disebabkan oleh salah satu mobil dari anak buah Garry yang kini tepat berada di samping mobilnya.


Tara sempat berteriak. Namun, ia dengan cepat kembali menggenggam kemudi dan menginjak gas pada mobilnya semakin dalam.


"Tara, apa kamu baik-baik saja? Bertahanlah Tara!" tanya Elliot terus memperhatikan Tara yang mulai kewalahan dengan situasi saat ini.


Tanpa diduga, seseorang yang berada di dalam mobil mulai menembaki mobil Tara hingga membuat kaca bagian belakang yang berada didekat Elliot pecah.


"Sial, mereka menembaki kita!" Elliot merunduk serendah-rendahnya agar tidak tertembak. Sementara Tara terus melajukan mobilnya dengan zig-zag agar muntahan peluru tersebut tidak mengenai mobilnya.


"Tuan, bagaimana ini?" tanya Tara yang mulai panik dengan situasi saat ini. Terlebih beberapa muntahan peluru tak hanya memecahkan kaca belakang mobil, tetapi juga mengenai badan mobil Tara hingga menimbulkan suara gesekan yang benar-benar terdengar bising.


"Tara, tambah kecepatan dan terobos lampu merah itu!" Elliot mulai melihat sebuah perempatan lalu lintas yang berada beberapa meter di depan mereka. Membuat Tara mulai menautkan kedua alisnya untuk melihat situasi yang ada di depan matanya.


"Bagaimana kalau kita sampai tertabrak?" tanya Tara yang terdengar ragu.


"Percayalah padaku Tara! Sekarang tambah kecepatannya!" titah Elliot yang coba meyakinkan Tara.


Mendengar perkataan Elliot, Tara pun menepikan keraguannya dan mulai menginjak dalam gas pada mobilnya hingga membuat mobil melaju dengan kecepatan maksimal.


Mobil Tara pun berhasil menerobos lampu merah tersebut, walau nyaris ditabrak oleh sebuah truk yang melintas pelan di perempatan jalan tersebut. Namun, usaha Elliot untuk menyingkirkan mobil anak buah Garry harus berakhir kegagalan karena mereka pun dapat lolos dari perempatan jalan tersebut. Kini kejar mengejar pun kembali berlanjut dan jarak antara keduanya sudah semakin rapat.


"Tuan, mereka masih mengejar kita," ucap Tara yang terus fokus dengan kemudinya. Wanita itu mulai menyalip satu sampai tiga mobil di depannya untuk mendahului. Namun, ternyata anak buah Garry yang mengendarai mobil pun bukanlah orang sembarangan. Mereka masih tetap mengejar dan tak menyerah begitu saja, walau Tara sudah benar-benar ketakutan.


"Belok kiri Tara. Kita potong jalan!" titah Elliot secara mendadak karena teringat ada sebuah rute yang lebih cepat untuk menuju rumah kediaman Weil.


Tanpa memperlambat laju mobilnya, Tara pun mulai memutar kemudinya agar arah mobil berbelok ke kiri. Belokan tajam membuat kedua ban yang ada di sisi kiri mobil tersebut sedikit terangkat. Namun, Tara berhasil menguasai mobilnya dan mulai menambah kecepatannya kembali.


Jalan yang agak sempit dan hanya bisa memuat satu mobil dari kedua sisinya kini dilalui oleh mobil Tara yang diikuti mobil anak buah Garry. Namun, mereka tampak tertinggal jauh di belakang karena sempat terlewat sewaktu Tara tiba-tiba saja berbelok ke kiri tanpa sebuah isyarat.


"Rencana kita berhasil!" Ayo Tara, lebih cepat lagi! Nanti di depan sana ada sebuah parkiran mobil, berhentilah kita akan berganti mobil agar mereka tak bisa mengenali kita lagi!" titah Elliot memiliki rencana yang sejak tadi sudah dipikirannya.


"Baiklah Tuan. Semoga rencana kita berhasil dan kita bisa lolos dari mereka." Tara mulai mengatur napasnya yang terengah-engah karena panik. Ia tetap mencoba untuk tenang, walau dalam hatinya rasa panik masih terus menggerogotinya.


🌺🌺🌺


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian.


Terima kasih banyak.