
Selamat membaca!
Suasana kala itu teramat tegang untuk Alissa, antara hidup dan mati seakan sudah tak ada batasan lagi untuknya. Terlebih ketika tangan Garry mulai membuka pintu darurat.
"Aku tidak punya pilihan lain, aku tidak boleh mati sia-sia," batin Alissa yang sudah siap dengan segala resiko yang terjadi saat dirinya berteriak nanti.
Di saat Garry semakin memaksa langkah Alissa untuk masuk ke dalam tangga darurat. Wanita berparas cantik itu pun berteriak sekeras-kerasnya, hingga membuat semua pengunjung yang berada di sekitarnya menoleh ke arahnya.
"Tolong.. Tolong.." teriak Alissa kembali sampai akhirnya Garry membekap mulut Alissa, hingga membuat wanita berparas cantik itu terdiam. Namun, saat ini dua orang polisi dan beberapa petugas keamanan sudah mulai mendekat ke arahnya.
"Lepaskan wanita itu!" titah polisi tersebut kepada Garry.
Garry yang begitu tercekat dengan apa yang dilakukan Alissa, menjadi kebingungan sendiri untuk dapat meloloskan diri dari situasi yang saat ini terjadi dengannya.
"Aku berhasil membuat semua orang tahu jika aku sedang sandera, semoga saja pria ini tidak membunuhku!" batin Alissa penuh harap.
"Saya tidak akan melepaskan wanita ini, kalian harus pergi menjauh atau saya bisa meledakkan kepala wanita ini, apa kalian mau?" tanya Garry mengancam dengan merapatkan pistol yang digenggamnya ke arah pelipis Alissa.
Suasana kala itu menjadi sangat tegang untuk sebagian orang yang menyaksikan adegan penyanderaan yang terjadi di depan mata mereka. Bagi Garry sendiri jati dirinya saat ini benar-benar sudah tak bisa ditutupi lagi karena ia melakukan semua itu tanpa menggunakan penutup wajahnya.
"Sial, kenapa aku tidak mengenakan masker untuk menutupi wajahku. Wanita ini bukan orang biasa dia bukan hanya pintar, tapi juga cerdik," geram Garry di dalam hatinya yang terus menahan rasa kesal terhadap Alissa.
Tak berapa lama kemudian, muncullah seseorang yang tidak dikenal oleh Garry maupun Alissa diantara polisi dan petugas keamanan yang berdiri paling dekat dengan posisi dimana Alissa dan Garry berada. Seorang laki-laki yang datang dengan cepat ke rumah sakit, setelah adiknya yang berada di London memberitahukan tentang apa yang ditemukannya di Australia. Laki-laki itu bernama Richard Marx.
"Lepaskan wanita itu atau aku akan menembak kepalamu dengan satu tembakan!" ancam Richard yang sudah membidik kepala pria itu dengan pistolnya.
Garry terkekeh saat mendengar ancaman yang terlontar dari mulut Richard. "Coba saja tembak kepala wanita ini dulu, baru kau bisa menembakku!" Garry benar-benar pintar karena menjadikan Alissa sebagai tameng untuk melindungi dirinya.
Begitu tubuh Alissa tak lagi menutupi bidikan pistolnya untuk mengenai Garry, tanpa ragu Richard langsung menembak Garry sebanyak dua kali hingga membuat pria itu tersungkur jatuh ke lantai. Namun, sebelum terjatuh Garry sempat melepaskan sebuah tembakan yang mengarah kepada Richard dan membuat pandangan Richard teralihkan karena ia harus fokus untuk menghindari tembakan itu.
Richard pun berhasil mengelak. Namun, saat ia kembali melihat Garry, pria itu sudah tak lagi ada di tempatnya. Richard pun dengan cepat menghampiri wanita yang telah ditembak itu, seorang wanita yang mirip dengan Greta calon istrinya.
"Nona, apakah Anda baik-baik saja?" tanya Richard yang sudah memegangi tubuh Alissa yang berada di lantai.
"Bagaimana aku baik-baik saja, kau menembak kakiku, terus apa aku harus bilang baik-baik saja padamu?" protes Alissa yang melihat aliran darah kental mulai mengalir dari luka tembaknya dan mengakibatkan wanita itu tak sadarkan diri.
"Maafkan saya Nona karena saya tidak memiliki cara lain, selain menembak kaki Anda," jawab Richard walau wanita itu sudah tak dapat mendengar perkataannya.
Tak berapa kemudian, beberapa team medis berdatangan dan polisi juga petugas keamanan langsung melakukan pengejaran kepada Garry.
"Sepertinya aku tidak perlu mengejarnya karena yang terpenting saat ini aku sudah berhasil menyelamatkan wanita ini dan aku harus segera melihat kondisi Elliot," gumam Richard memutuskan.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak sudah setia menunggu episode selanjutnya.
👉Baca juga Wanita Penghangat Ranjang 👈