
Selamat membaca!
Suara decit ban mobil Tara terdengar keras hingga menyisakan goresan hitam pada aspal jalan. Mobil pun berhenti di salah satu area parkiran yang kebetulan tersedia di sana.
"Ayo Tara cepat! Sebelum mereka menemukan kita," titah Elliot yang bergegas keluar dari mobil sambil menahan rasa sakit yang terasa hampir di sekujur tubuhnya.
Tara pun segera mengikuti Elliot dengan memapah tubuh pria itu untuk membantunya berjalan. Setelah memandangi sekitarnya, Elliot mulai menentukan mobil mana yang akan dicurinya.
"Mobil yang di sana saja Tara!" titah Elliot sambil terus menatap ke sebuah mobil klasik berwarna hitam di seberang posisinya saat ini.
Tanpa bertanya, Tara mempercepat langkah kakinya untuk terus memapah Elliot. Setelah berada di samping mobil yang hendak dicurinya, Elliot langsung membuka pintu mobil tersebut yang kebetulan memang tidak dalam keadaan terkunci. Ya, kebanyakan penduduk di kota London memang tak pernah mengunci kendaraan mereka saat meninggalkan mobilnya di area parkiran.
"Kita beruntung Tara, mobil ini tidak terkunci," ucap Elliot setelah menempati kursi di samping kemudi.
"Terus bagaimana kita menjalankan mobil ini? Kita tidak memiliki kuncinya," tanya Tara dengan wajah polosnya.
Elliot mulai membongkar dua buah kabel yang ada di bawah kemudi dan ia pun mulai menyatukannya. Dalam sekejap mesin mobil menyala. Namun, tiba-tiba salah satu mobil anak buah Garry tampak melintas di depan mobil yang mereka naiki saat ini.
"Merunduk Tara!" titah Elliot yang langsung bersembunyi hingga membuat wajah mereka saling berdekatan. Bahkan dahi keduanya sempat terantuk dan membuat mereka saling menahan rasa sakit akibat kejadian itu.
Tara tampak mengusap dahinya sambil menatap dalam wajah Elliot yang juga tengah melihatnya. Sesaat kedua mata mereka saling bertaut dalam seolah mengisyaratkan sesuatu di hati Elliot dan untuk Tara situasi seperti ini sungguh membuat debar jantungnya berdetak tak beraturan.
"Ya ampun, Tuan Elliot kenapa selalu saja berhasil membuat aku salah tingkah?" tanya Tara di kedalaman hatinya.
"Maafkan saya, Tara. Apa kamu baik-baik saja? Maaf ya sekali lagi, saya tidak sengaja," ucap Elliot dengan nada berbisik agar tak terdengar sampai ke keluar mobil.
"Iya Tuan tidak apa-apa. Apakah mereka sudah pergi?" jawab Tara yang terlihat canggung. Namun, dengan cepat ia mengalihkannya dengan pertanyaan.
"Sebentar saya lihat dulu ya!" Elliot dengan perlahan mengangkat kepalanya untuk melihat ke depan mobil.
"Sepertinya sudah aman, Tara. Sekarang ayo kita jalan!" titah Elliot setelah memastikan situasi di sekitarnya sudah cukup aman dan tidak terlihat anak buah Garry di sana.
Tara pun langsung bersiap untuk melajukan mobilnya. Namun, ketika ia baru saja ingin menginjak gas pada mobil itu. Sang pemilik mobil tampak sudah berada di samping mobilnya dan langsung menahan laju mobil tersebut.
"Hai, kalian siapa? Cepat keluar dari mobil saya!" titah seorang pria berusia sekitar 48 tahun itu yang tampak marah terhadap Elliot dan Tara.
"Bagaimana ini Tuan?" tanya Tara yang panik karena pria itu mulai memukul kaca mobilnya dengan kasar.
"Bagaimana ini Tuan?" tanya Tara kebingungan karena tak ada jalan untuk dapat melintas karena sang pemilik berusaha mempertahankan mobilnya yang hendak dicuri.
"Sial, orang ini bisa membuat kita ketahuan. Bagaimana ini? Apa sebaiknya kita tabrak saja?" Elliot mulai gamang dengan situasi yang ada saat ini.
"Tapi itu tidak mungkin Tuan. Mana mungkin kita mencelakai orang yang tidak berdosa ini?" jawab Tara yang malah balik bertanya kepada Elliot.
"Aku mengerti Tara, tapi kita tidak punya pilihan lain!" Elliot terus mendesak Tara agar melajukan mobilnya sekalipun harus menabrak tubuh dari sang pemilik mobil.
Sampai akhirnya, sebuah tembakan tepat mengenai kepala pria itu hingga membuatnya terkapar jatuh dan tubuhnya menghalangi laju mobil yang Tara kendarai. Ya, anak buah Garry yang sejak tadi mencari keberadaan mereka di sekitar area parkiran itu mulai mengetahui bahwa kedua orang yang dicarinya ternyata ada di dalam mobil tersebut.
"Tuan, mereka menemukan kita! Bagaimana ini? Kita tidak bisa melajukan mobil ini karena pria itu bisa terlindas nanti."
"Kita tidak punya pilihan lain, Tara! Ayo cepat jalankan mobilnya!" titah Elliot dengan lantang dan terus memaksa Tara yang terlihat sangat ketakutan.
Saat Tara masih belum memutuskan, muntahan-muntahan peluru kini mulai mengenai badan mobil hingga membuat suara bising terdengar keras di sana. Suara tembakan itu pun membuat pihak keamanan di area parkiran tersebut langsung berdatangan untuk melihat apa yang sedang terjadi. Namun, nahasnya sang petugas keamanan malah menjadi korban karena anak buah Garry langsung menembaki mereka.
"Ya ampun, mereka mati," ucap Tara yang tak kuasa menahan rasa takut yang semakin menggerogoti ketenangannya. Terlebih setelah melihat ketiga orang mati di depan mobilnya.
"Ayo Tara, cepat mereka semakin dekat!" titah Elliot yang terus memaksa agar Tara menjalankan mobil itu, walau harus melindas sang pemilik mobil yang terkapar di depan mobilnya.
"Baiklah, Tuan." Tara yang sudah menangis karena ketakutan pun langsung menginjak dalam gas pada mobilnya. Mobil akhirnya melaju dan dengan kecepatan tinggi mulai menjauhi beberapa anak buah Garry yang hampir saja menangkap mereka.
"Ya Tuhan, aku tidak ingin ditangkap oleh mereka. Tolong lindungilah kami!" gumam Tara dengan perasaan yang sangat cemas.
Saat mobil baru saja keluar dari area parkiran, tiba-tiba saja sebuah mobil melaju cepat dari sisi kiri dan langsung menghantam bagian kiri mobil yang Tara kendarai hingga mobil itu terpental dan berguling-guling beberapa meter ke arah kanan.
...🌺🌺🌺...
Bersambung ✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak atas dukungannya.
Follow Instagram Author juga : ekapradita_87