
Selamat membaca!
Di sebuah rumah yang cukup mewah, mobil yang dikendarai oleh Kelly sudah terlihat melewati gerbang rumahnya. Tanpa berlama-lama, Kelly pun langsung keluar dari mobil sesaat setelah ia menghentikan laju mobilnya tepat di teras rumahnya dan dengan langkah yang tergesa wanita itu mulai memasuki rumahnya.
"Ayah, kamu dimana?" teriak Kelly dengan raut wajah bahagia. Namun, setelah ia mencari ke setiap sudut rumahnya, Kelly tetap tak menemukan keberadaan Ayahnya.
"Di mana Ayah?" Kelly mengerutkan keningnya dalam. Napasnya mulai terengah, saat ia mulai membaca rencana Garry untuk menjauhkan Elliot darinya.
Saat Kelly semakin diselimuti rasa cemas, tiba-tiba seorang kepala pelayan di rumahnya, datang menghampirinya.
"Nona Kelly, mencari Tuan ya?" tanya Alfonso dengan sangat ramah.
"Iya aku mencarinya, bukankah dia katanya ingin bertemu denganku, tapi kenapa Ayah tidak ada di rumah?" jawab Kelly dengan wajah kecewa karena ia mulai merasa dibohongi oleh Garry.
"Tadi memang Tuan menunggu Nona, tapi tiba-tiba Tuan besar ada meeting dadakan jadi beliau harus pergi dulu sebentar." Alfonso terpaksa berbohong atas perintah Garry yang menghubunginya. Alfonso memang selalu dijadikan senjata oleh Garry untuk membohongi Kelly, demi memuluskan segala rencananya.
"Oh jadi betul ayah mencariku, berarti Garry tidak berbohong. Sebaiknya aku tunggu Ayah pulang saja," batin Kelly memutuskan, walau di dalam pikirannya saat ini terus terbesit akan keadaan Elliot yang hanya berdua dengan Alissa di dalam kamar hotel.
"Ya sudah, terima kasih informasinya Alfonso. Aku akan menunggu di kamar, jika Ayah sudah pulang. Cepat panggil aku ya!" Kelly beranjak pergi meninggalkan Alfonso yang masih termangu menatap punggung Kelly dengan rasa bersalahnya, karena lagi-lagi telah membohonginya.
"Maafkan aku Nona, kalau aku tidak melakukan perintah Tuan Garry, aku pasti akan dihukum," batin Alfonso merasa tidak enak saat membohongi Kelly.
...๐บ๐บ๐บ...
Kembali ke dalam mobil, di mana Elliot masih terlihat fokus mengendarainya, sementara Alissa tampak hanya diam tanpa suara. Namun, wanita itu sesekali mencuri pandang untuk menatap wajah Elliot yang tampak fokus memperhatikan jalan yang dilaluinya. Saat ini mereka sudah berada di sebuah jembatan untuk menuju Marx Corporate yang berada di pusat kota Melbourne.
"Alissa," ucap Elliot dengan tiba-tiba dan membuat Alissa yang sedang menatapnya menjadi begitu canggung dan langsung membuang pandangannya dengan cepat.
"Iya Tuan, ada apa?" tanya Alissa sambil menyelipkan rambutnya yang terurai ke sela-sela daun telinganya.
Alissa tersentak tak menyangka dengan penawaran yang terucap dari mulut Elliot, tapi ia tak bisa membohongi perasaannya jika saat ini ia merasa senang dengan tawaran itu. "Apa Tuan sungguh-sungguh?" tanya Alissa menautkan kedua alisnya.
Elliot pun mulai terlihat menarik kedua sudut bibirnya, hingga membentuk sebuah senyuman di wajahnya. "Aku sangat serius, Alissa. Kamu tenang saja. Aku akan memberikanmu posisi sebagai asisten pribadiku, karena kamu sudah menolongku. Itu imbalan yang pantas kamu dapatkan. Selain itu, Aku juga akan membelikanmu sebuah apartemen elite di dekat MANGO Corporate agar kamu lebih mudah dalam bekerja," ucap Elliot dengan penuh keyakinan.
Alissa semakin merasa bahagia setelah mendengar tawaran dari Elliot hingga ia pun langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat untuk menerima apa yang ditawarkan oleh pria itu kepadanya.
"Apa ini cara Tuhan untuk merubah kehidupanku? Mempertemukan aku dengan Tuan Elliot," batin Alissa kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Elliot.
Di saat keduanya saling melempar senyuman, tiba-tiba saja sebuah mobil hitam melaju cepat mensejajarkan posisinya dengan mobil yang dikendarai oleh Elliot. Bahkan beberapa detik kemudian, mobil hitam itu langsung menghantam dengan keras tepat pada sisi pintu kemudi, hingga membuat Elliot jadi kehilangan keseimbangan. Mobil pun seketika menerobos pagar pelindung, hingga terjun ke dasar laut.
Alissa terlihat begitu panik, saat melihat Elliot sudah mengeluarkan darah yang kental di bagian kepalanya, akibat benturan keras dengan kaca mobil di sisi kemudinya. Elliot seketika tak sadarkan diri, sementara Alissa berteriak histeris saat mobil memasuki air dan mulai tenggelam.
"Apakah aku akan mati bersama Tuan Elliot? Apa ini akhir hidupku?" batin Alissa mulai bersiap untuk menahan napasnya karena mobilnya kini sudah dipenuhi oleh air.
Sementara itu, Garry yang sudah keluar dari mobilnya, masih terus menatap ke arah tenggelamnya mobil Alissa dengan seringai licik penuh kemenangan.
"Akhirnya aku berhasil membunuhmu Elliot! Damai dan tenang di sana ya! Walau aku merasa iba karena wanita itu juga harus ikut mati bersamamu," ucap Garry yang diakhiri dengan sebuah decihan lalu ia mulai kembali melangkah ke dalam mobil untuk menghindari pengendara lain yang mungkin saja akan melintas di jalan tersebut.
๐บ๐บ๐บ
Bersambung โ๏ธ
Berikan komentar dan gift kalian ya.
Terima kasih banyak atas dukungannya.
Follow Instagram Author juga : ekapradita_87
๐ Yuk baca juga Wanita Penghangat Ranjang๐