Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Serangan Mendadak



Selamat membaca!


Di kediaman Weil, tampak Elliot tengah terbaring di atas ranjang dengan selang infus yang terpasang di tangannya. Kondisinya memang tidak terlalu parah. Maka itu, Raymond memutuskan untuk memanggil dokter keluarga dan merawat Elliot di rumah. Selain itu, Raymond merasa di rumahnya adalah tempat yang lebih aman untuk Elliot berada.


Suasana hening di ruangan seketika pecah, saat pintu terbuka dan sosok wanita terlihat melangkah mendekati Elliot. Wanita itu mulai duduk di sebuah kursi yang berada di samping ranjang. Kedua matanya terus menatap wajah Elliot yang masih belum sadar sejak kemarin. Ada rasa rindu yang seketika membuncah, saat tangannya mulai berani menggenggam tangan Elliot.


"Tuan Elliot, aku sudah di sini. Sadarlah! Aku mohon." Kesedihan wanita itu kian menjadi saat air mata mulai membasahi kedua pipinya. Tangisnya pecah dengan suara isak yang mulai memenuhi seisi ruangan. Namun, Elliot masih belum dapat mendengarnya. Kedua mata pria itu masih rapat tertutup.


...🌺🌺🌺...


Di sebuah rumah yang berada di ujung kota London, mobil yang dikendarai oleh Garry mulai berhenti di teras rumah.


"Rumah siapa ini? Aku tidak pernah tahu kalau Daddy punya rumah di London." Garry keluar dari mobil setelah memindai suasana rumah yang didatanginya. Sebuah rumah minimalis dengan halaman yang sangat luas.


Garry kini terus melangkah masuk sampai kedua penjaga yang berada di depan pintu menyapanya. Setelah tiba di hadapan sang ayah yang tampak santai menunggunya, Garry mulai melancarkan protes terhadap sosok pria paruh baya itu.


"Daddy, sejak kapan kau memiliki rumah di kota London dan untuk apa kau datang ke sini? Apa kau tidak percaya bila aku bisa menghabisi Elliot seorang diri?" tanya Garry. Rahangnya tampak mengeras dengan sorot mata yang menajam, tanda ia tak suka karena sang ayah seakan meremehkannya.


"Bukan begitu Garry, duduklah! Santai dulu, tidak perlu tegang seperti itu!" titah Rui Clarkson coba meredakan amarah yang tengah membuncah dalam diri putranya.


Garry hanya mengesah kasar sambil melempar tubuhnya ke sofa yang berada di seberang sang ayah. Tatapan matanya masih terpaut pada wajah Rui yang juga tengah memerhatikannya, sembari menenggak minuman wine dari gelas sloki yang sejak tadi digenggam.


"Sebenarnya masalah ini bukan hanya mengenai Elliot, tetapi juga sebuah pekerjaan di masa lalu yang pernah aku lakukan. Ini tentang kejadian di masa itu, saat anak kecil berusia 8 tahun melihatku membunuh James Arthur. Apabila kasus ini terungkap, bukan hanya nama baikku yang hancur, tetapi juga seorang pria yang kini menjabat sebagai perdana menteri Inggris. Dia adalah orang yang memerintahkanku untuk membunuh pria itu. Alasannya karena perusahaan James Arthur merusak pasar global dunia dan membuat perusahaan putranya di ambang kebangkrutan, walau sebenarnya kedua perusahaan tersebut berada di dua negara yang berbeda. Namun, mereka sama-sama berkutat di bidang yang sama, itulah yang menyebabkan saham perusahaannya mengalami kemerosotan drastis karena kalah bersaing dari perusahaan James. Aku hanya diberi waktu 5 hari untuk dapat membunuh Elliot atau mereka akan menghancurkanku," ungkap Rui menceritakan situasinya kepada sang putra.


Garry pun coba mencerna baik perkataan dari sang ayah. Sampai akhirnya, ia mengerti bahwa keberadaan Elliot sungguh mengancam kelangsungan keluarganya.


"Tapi situasinya tidaklah mudah. Daddy mendapatkan informasi bahwa Elliot adalah asisten dari pemilik MANGO Corporate, perusahaan paling sukses di kota London. Maka itu, tidaklah mudah untuk bisa membunuh Elliot. Pasti saat ini pria itu sudah berada di rumah Raymond dan tidak akan mudah untuk kita menerobosnya. Lagipula sekarang ini, pasti polisi sudah berjaga di sana. Di tambah lagi, keberadaan anak buahnya yang telah merusak rencanaku untuk menangkap wanita yang bernama Alissa sebagai sandera agar Elliot mau menyerahkan dirinya."


Tiba-tiba bising suara tembakan terdengar keras dari depan rumah. Muntah-muntahan peluru yang saling bersahutan, membuat Garry dan Rui tersentak kaget. Bagaimana tidak, mereka tak menyangka dengan serangan yang entah darimana dan terdengar gaduh di depan rumah.


"Sial, sapa yang berani menyerangku? Lagipula bagaimana mereka bisa tahu keberadaanku di sini? Apa mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?" gumam Garry, mulai mengintip dari tirai jendela ruang tamu. Pandangan matanya terus melihat anak buah sang ayah mulai tumbang satu persatu karena timah panas yang mengenai mereka.


"Padahal hanya bertiga, tetapi kenapa mereka susah sekali dilumpuhkan?" kecam Garry dengan amarah yang semakin meledak, saat menyaksikan kebodohan anak buah sang ayah yang tewas bersimbah darah.


Saking kesalnya dengan situasi yang kali ini dilihatnya, Garry sampai meninju dinding yang berada di sisi kirinya. Dinding pun bergetar. Menimbulkan suara hentakan yang membuat Rui mengetahui bahwa putranya tengah merasa risau saat ini.


"Aku harus menjalankan rencana itu. Sepertinya mereka bertiga bukanlah orang biasa, sampai bisa membuat putraku panik seperti saat ini," batin Rui, masih bersikap tenang mengamati situasi yang tengah terjadi di halaman rumah dari balik tirai.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian.


Terima kasih banyak.


Follow Instagram Author : ekapradita_87