Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Lolos Dari Maut



Selamat membaca!


Pertarungan antara Benjamin dan Garry berjalan dengan berat sebelah. Luka tusuk yang didapat oleh Benjamin, membuat gerakan pria itu amat terbatas hingga berulang kali Garry dengan mudah berhasil merobohkannya. Belum lagi darah yang terus keluar dari luka itu, sungguh membuat Benjamin berangsur melemah.


"Sudahlah sebaiknya kau menyerah saja!" titah Garry dengan suara lantang yang terkesan meremehkan.


Tak ada jawaban yang terlontar dari mulut Benjamin, pria itu malah meludahi wajah Garry. Membuat sang mafia kini semakin dirasuki amarah dalam dirinya. Tanpa ampun, Garry terus menendangi bagian perut Benjamin yang terkulai lemah di bawah kakinya. Tak hanya itu, Garry juga menarik paksa Benjamin agar pria itu bangkit dengan mencengkram pakaiannya. Setelah berdiri, Garry mulai memukuli wajahnya berulang kali sebelum menghempaskannya kembali hingga terjatuh.


"Sial, aku tidak boleh kalah!" gumam Benjamin merasakan sakit pada sekujur tubuhnya.


Darah kini mulai mengucur dari lebam di wajah Benjamin. Selama hidupnya, baru kali ini ia mengalami luka separah itu ketika menjalankan misinya. Luka yang membuatnya tampak payah.


"Seharusnya aku tidak mempercayai pria ini. Dia sangat licik. Tusukan di kakiku benar-benar menyakitkan," batin Benjamin mencoba bangkit dengan sekuat tenaganya.


Garry pun terlihat meraih pistol yang sempat dibuangnya, saat awal pertarungan mereka. Ia merasa telah menang dan berniat menghabisi Benjamin detik itu juga.


"Pertarungan ini sudah tidak menarik lagi. Lebih baik aku akhiri saja semuanya! Kau telah membuang waktuku." Garry mulai menyodorkan pistol pada bagian kepala Benjamin yang masih tertunduk tak bertenaga.


"Sial, apa akan berakhir seperti ini?" batin Benjamin berdecih kesal atas situasi yang tengah dialaminya.


"Cepat habisi dia, Garry!" titah Rui yang sudah tak sabar melihat putranya membunuh Benjamin.


Garry menoleh sejenak, melihat ayahnya yang terus mendesaknya. "Tenang Dad, pria ini sudah tak bertenaga. Dia tidak akan bisa membunuhku!" Garry yang begitu percaya diri saat ini tak menyadari bahwa Benjamin telah menggenggam sebuah batu yang berukuran sedang. Batu yang akan dihantamkannya pada kepala Garry ketika pria itu telah lengah.


"Aku harus menunggu saat yang tepat," gumam Benjamin mulai mengeratkan genggamannya pada batu itu.


"Katakan pesan terakhirmu sebelum aku menghabisimu!" titah Garry sambil menarik pelatuk pada pistolnya.


"Pesan terakhirku adalah pergilah kau ke neraka." Jawaban Benjamin benar-benar membuat kemarahan Garry kian memuncak.


Tanpa menunggu lagi, pria itu mulai bersiap menembak Benjamin. Namun, apa yang terjadi sungguh mengejutkan. Sesaat sebelum Benjamin menghantamkan kepala Garry dengan batu yang digenggamnya, sebuah tembakan yang berasal dari belakang tubuh sang bodyguard berhasil mengenai pistol yang digenggam oleh Garry. Membuat pistol itu terlempar jauh, saat terlepas dari genggaman tangan sang mafia.


"Inilah saatnya." Benjamin memukul kepala Garry dengan batu yang sejak tadi memang sudah digenggamnya. Garry pun mulai terhuyung sambil memegangi kepalanya yang sudah berdarah. Tak hanya itu, Benjamin melakukan tendangan sambil melompat dengan menggunakan kedua kakinya sambil menjatuhkan dirinya. Tendangan yang membuat Garry beringsut mundur, lalu terjatuh sambil menahan rasa sakitnya.


Tak hanya Garry, Benjamin pun tampak mengerang kesakitan karena telah memaksakan dirinya untuk menyerang. Pandangan pria itu kini mulai terlihat samar. Namun, ia masih dapat melihat kedatangan sebuah mobil yang semakin mendekat ke arahnya.


"Mobil itu, Tuan Richard dan Tuan Raymond datang menolongku. Ternyata mereka melacak keberadaanku dari GPS pada mobil yang aku bawa," batin Benjamin mulai menggerakkan tubuhnya yang begitu menyiksa dirinya. Rasa sakit pun hampir terasa di sekujur tubuhnya.


🌺🌺🌺


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian.


Terima kasih banyak atas dukungannya.


Follow Instagram Author : ekapradita_87