Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Tidak Terduga



Selamat membaca!


Situasi yang terjadi di kediaman Rui kini berada dalam kendali Benjamin beserta rekannya yang lain. Bagaimana tidak, mereka sanggup menghabisi 10 anak buah Rui Clarkson hanya dalam waktu singkat.


"Ben, kita harus hati-hati! Mereka itu licik dan pasti memiliki rencana yang di luar dugaan kita." Christopher coba mengingat Benjamin. Keduanya masih bersembunyi di dua buah pilar yang saling berseberangan.


Sementara Arnold, kini tengah berada di pilar lainnya. Pria itulah yang lebih dekat dengan pintu masuk ketimbang kedua rekannya yang lain.


Dery suara tembakan masih terus menghempas arah pilar-pilar tempat di mana mereka bersembunyi. Ketiganya menunggu waktu yang tepat untuk keluar dari persembunyiannya dan secepatnya masuk ke dalam rumah agar dapat menghabisi Garry.


"Ben, di atas ada dua orang. Di sebelah kiri ada dua orang dan di sisi kanan itu ada 1 orang." Christopher yang memang jeli dalam mengamati medan pertempuran coba memindai sekelilingnya.


"Jadi kau mau menghabisi yang mana Chris?" tanya Ben kepada rekannya.


Keduanya masih bersandar pada pilar yang terus melindungi mereka dari muntahan timah panas yang semakin menggerus pilar-pilar tersebut.


"Atas dan sebelah kanan itu bagianku! Kau habisi kedua orang yang ada di sisi kiri ya." Christopher memutuskan dan bersiap menyerang. Namun, sebelum itu ia mengeluarkan sebuah pistolnya yang lain. Saat ini, pria itu telah menggenggam dua pistol pada kedua tangannya.


"Baik Chris, tapi tunggu aba-abaku!" Benjamin tampak memejamkan kedua matanya. Ia coba fokus mendengarkan deru tembakan yang bergemuruh saat ini. Namun, ia tahu bahwa sepersekian detik mereka perlu mengisi amunisi pada pistol mereka kembali. Di saat itu terjadi, barulah Benjamin dan Christopher keluar dari tempat persembunyiannya untuk menyerang.


Walaupun bisingnya situasi di tempat itu, bagi Benjamin yang tengah fokus, semua terasa hening. Sampai akhirnya, beberapa detik kemudian, suara deru tembakan itu seketika senyap serempak.


"Sekarang Chris!" Benjamin membuka matanya yang terpejam dan langsung keluar dari tempatnya berlindung bersama Christopher.


Keduanya mulai mengarahkan tembakan ke masing-masing target yang telah mereka sepakati. Akan tetapi, di saat tembakan Christopher meleset dan tak berhasil mengenai salah satu anak buah Rui yang ada di sisi kanan, Arnold berhasil mem-backup-nya.


"Kalian berdua ini, kenapa berpesta tidak mengajak aku? Apa kalian lupa, masih ada aku di sini?" protes Arnold yang baru saja selesai menembak.


Kini seluruh anak buah Rui tak ada yang tersisa. Semua telah berhasil mereka habisi dalam waktu yang singkat. Namun, ketiganya masih terus memindai ke setiap sisi rumah itu. Mencari keberadaan Garry yang ingin sekali mereka bunuh.


"Sekarang tinggal, Garry! Kita harus segera membunuhnya!" kecam Arnold yang lebih dulu merangsek masuk. Namun, baru saja pria itu masuk ke rumah untuk mencari keberadaan Garry, tiba-tiba saja sebuah ledakan menghancurkan rumah tersebut. Ledakan yang keras, membuat tubuh Benjamin dan juga Christopher terpental beberapa meter ke belakang.


"Arnold." Benjamin masih kesakitan. Ia coba bangkit. Namun, sayang tubuhnya seakan remuk dengan darah yang mulai membasahi dahinya.


Sementara itu, tidak jauh dari tempatnya berada kedua matanya yang masih melihat samar, coba mencari keberadaan rekannya yang lain. Dilihatnya, Christopher kini tampak sudah tak sadar diri karena posisi Christopher lebih dekat dari ledakan ketimbang dirinya.


"Chris. Sial, kenapa jadi begini? Mereka sungguh licik!" Benjamin meratapi kekalahannya saat ini. Bukan malah berhasil membunuh Garry untuk membalaskan dendam Collins, ia malah terancam kehilangan dua rekannya sekaligus.


Berbeda dengan situasi yang telah terjadi dengan Benjamin, Garry bersama sang ayah tampak terkekeh penuh kemenangan. Bagaimana tidak, rencana Rui untuk menyingkirkan ketiga bodyguard Raymond yang selalu merusak rencananya, kini telah berhasil.


"Akhirnya mereka bertiga sudah mati sekarang. Sekarang kita bisa leluasa menghabisi Elliott," ucap Rui masih menatap rumahnya yang terbakar dari dalam mobil yang dikendarai oleh putranya.


"Aku tidak menyangka jika kau sampai mengorbankan rumahmu untuk dapat membunuh mereka bertiga. Kau benar-benar mengantisipasi semua keadaan ini. Bagaimana mungkin di rumah itu kau menyimpan bahan peledak sebanyak itu?" Garry masih menautkan kedua alisnya merasa heran.


Rui pun hanya terkekeh dengan seringai liciknya.


"Tak hanya bahan peledak, rumah itu memang gudang persenjataanku. Walaupun aku rugi, tapi setidaknya aku sudah berhasil membunuh ketiga orang yang menyusahkan itu! Lagipula aku juga sudah mengamankan senjata-senjata yang masih bisa aku bawa di bagasi mobil ini."


Garry pun semakin kagum dengan sosok ayahnya yang benar-benar menjadi panutan. Sebagai seorang mafia, Rui Clarkson memang jenius dan selalu saja memiliki rencana yang tidak dapat diduga oleh lawan-lawannya.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian.


Terima kasih banyak.


Follow Instagram Author : ekapradita_87