
Selamat membaca!
Setelah menghentikan mobilnya, Raymond dan Richard keluar dengan tergesa melihat keadaan Benjamin yang sudah lemah tak berdaya.
"Ben, apa kau baik-baik saja?" Raymond yang panik kini sudah berada di samping tubuh Benjamin.
"Tenyata dia pingsan Richard." Raymond mulai mengedarkan pandangan matanya melihat sekitar. Namun, ia tetap tak menemukan keberadaan bodyguardnya yang lain. Hanya tebing di sisi kirinya dan sebuah jurang di sisi sebaliknya. Sampai akhirnya, pandangan Raymond terhenti saat melihat jauh ke arah depan sana, sebuah rumah besar yang terbakar dengan asap masih mengepul di udara.
"Richard, sepertinya Arnold dan Christopher berada di sana. Apa sebaiknya aku melihat mereka dulu?" Raymond mulai memberikan sebuah ide yang langsung disetujui oleh sang kakak.
"Kau betul, Ray. Itu yang paling penting. Ayo cepat bawa Benjamin masuk ke dalam mobil! Setelah itu, kau pergilah ke sana! Biar aku yang menghadapi pria ini." Richard menatap tajam Garry yang mulai berdiri setelah lama terjatuh menahan rasa sakitnya.
"Hati-hati, Richard. Aku akan segera kembali. Ingat jangan sampai terbunuh oleh pria ini!" pinta Raymond, membuat Richard mengulas senyum dari kedua sudut bibirnya.
"Kau tenang saja! Dia bukan lawan sepadan denganku!" jawab Richard dengan begitu yakinnya.
Mendengar perkataan dari lawan barunya, Garry tampak menyeringai. Ia merasa sangat kesal karena Richard seolah merendahkan kemampuannya.
"Banyak bicara kau!" Garry yang sudah tersulut amarah, kini langsung menyerang Richard tanpa aba-aba. Sang mafia memulainya dengan sebuah pukulan yang masih dapat ditepis oleh Richard dengan mudah. Bahkan tendangan memutar yang dilakukan oleh Garry dapat dihindarinya dengan meliukkan tubuhnya. Hal yang membuat rasa cemas mulai berbisik di telinga Garry. Rasa cemas bahwa apa yang dikatakan oleh pria itu benar adanya.
"Hanya itu seranganmu! Padahal kau hebat bisa mengalahkan Benjamin, tapi sepertinya pertarungan tangan kosong itu kau nodai dengan kecuranganmu karena telah menusuk paha Benjamin. Kau tahu, kau akan kalah darinya. Makanya, kau melakukan hal licik seperti itu!" geram Richard yang masih bersiap menerima serangan Garry.
Saat ini, Richard masih belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ia memilih tak menyerang dan hanya menerima serangan dari Garry yang kian gencar menderanya.
Satu, dua pukulan kembali Garry lancarkan. Namun, dua serangan itu berhasil dipatahkan oleh Richard. Bahkan pria itu tak perlu mengerahkan banyak tenaga. Ia hanya menepisnya dengan sebelah tangannya.
"Kurang ajar kau! Berani sekali kau meremehkanku!" Kemarahan Garry yang memuncak membuat semua serangannya dapat terbaca dengan mudah oleh Richard.
"Pria ini termakan provokasiku. Dia bertarung dengan emosi, makanya semua serangannya benar-benar tidak terencana. Hanya jauh lebih kuat, tapi terlalu menghabiskan tenaganya," batin Richard masih menepis dan menghindari semua serangan Garry.
Sampai akhirnya, sebuah tembakan yang mengarah padanya, ternyata tetap tak mampu mengenai Richard. Pria itu menghindarinya dengan melompat 180 derajat, sekaligus melakukan serangan pertamanya dengan menendang wajah Garry menggunakan ujung kakinya.
"Si tua itu ternyata diam-diam mengambil pistol itu. Beruntung aku melihatnya." Walaupun sedang berhadapan dengan Garry, kedua mata Richard masih sempat melihat situasi sekitarnya. Bahkan saat ini, mobil yang dikendarai oleh Raymond sudah lagi tak terlihat oleh pandangan matanya.
Garry terjatuh dengan melintir. Kerasnya benturan dengan bebatuan di bawahnya membuatnya mengerang kesakitan. Bahkan bercak darah kini mulai terlihat keluar dari sudut bibirnya.
"Sial, sebenarnya siapa pria ini? Mana mungkin seorang CEO bisa melakukan serangan seperti tadi itu! Dulu sewaktu di rumah sakit, dia telah berhasil menembakku, sekarang dia bahkan akan mengalahkanku. Ini tidak boleh terjadi, aku tidak boleh kalah!" gerutu Garry di dalam hatinya dengan amarah yang kian memburunya.
🌺🌺🌺
Bersambung ✍️
Berikan komentar positif kalian.
Terima kasih banyak.
Follow Instagram Author : ekapradita_87
Baca juga One Night Stand With My Boss sudah tamat.