Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Lolos



Selamat membaca!


Setelah pintu lift terbuka, Gregory pun mulai menuntun langkah Elliot kecil untuk terus menyusuri koridor kantor menuju ruangan dimana James Arthur berada.


"Dad, kantor ini sangat mewah ya?" tanya Elliot berdecak kagum sambil menatap sekelilingnya.


"Iya El, namanya juga perusahaan bonafit ya pastinya mewah. Apalagi James Arthur itu sedang trending produknya di pasaran. Oh ya, kamu tunggu di sana dulu ya! Daddy mau ke toilet dulu sebentar. Apa kamu mau ikut saja?" ungkap Gregory yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan kepada putranya.


"Aku tunggu di sana saja ya, Dad." Elliot pun mulai berpisah dengan Gregory yang kembali melanjutkan langkahnya ke sisi kiri koridor, sementara Elliot ke arah kanan, menuju sebuah sofa yang memang biasa digunakan untuk menunggu. Kebetulan letak sofa itu berada tepat di depan ruangan yang akan didatangi oleh Gregory. Ruangan dimana James Arthur berada.


Setelah beberapa menit menunggu, Elliot kecil mulai merasa bosan hingga ia pun memutuskan untuk bangkit dari posisi duduknya dan melihat sekitarnya. Namun, tiba-tiba rasa penasaran yang menelusup masuk ke dalam pikirannya, mulai menuntun Elliot untuk melangkah ke arah suara yang terdengar seperti sedang mengerang kesakitan.


"Suara siapa ya itu?" tanya Elliot begitu penasaran dengan apa yang didengarnya.


Sampai akhirnya, rasa penasaran yang menguasainya membuat Elliot memberanikan diri untuk membuka pintu ruangan yang kini ada di hadapannya. Namun, apa yang terjadi setelahnya membuat kedua mata Elliot membeliak penuh rasa takut. Bahkan saking merasa takut dengan apa yang dilihatnya, bibir Elliot kecil kala itu tampak bergetar hebat karena saat ini seorang pria yang berperawakan kejam, tengah membunuh seorang pria pemilik ruangan itu dengan menembak tepat di dahinya. Pistol dengan peredam membuat situasi hening tetap terjaga di sekitar ruangan itu.


"Kenapa kau membunuhnya?" tanya Elliot terdengar ragu menanyakan hal yang mengerikan itu. Namun, Elliot kecil masih memiliki keberanian untuk menanyakan hal tersebut. Pertanyaan yang hanya ditanggapi dingin oleh pria itu dengan seringainya menakutkan.


"Karena aku ingin membunuhnya dan sekarang sepertinya seseorang juga akan menyusul pria malang ini!" jawab pria itu dengan sorot matanya yang tajam.


Kini pria tersebut mulai mengarahkan pistol yang digenggamnya pada kening Elliot. Membuat nyali anak laki-laki itu menciut dengan kedua kaki yang tampak gemetar hebat.


""Tolong, jangan bunuh saya! Saya janji tidak akan menceritakan kepada siapapun apa yang saya lihat ini! Saya mohon!" pinta Elliot kecil yang sudah menangis sambil terus memohon belas kasihan dari pria yang saat ini hendak membunuhnya.


"Baiklah! Aku akan membiarkan kau tetap hidup, tapi kau harus menganggap hal ini tidak pernah terjadi dalam hidupmu!" ancam pria itu yang mulai menarik pistolnya kembali.


"Ba-ik Tuan," jawab Elliot dengan terbata.


Di saat kenangan buruk itu terus diingat oleh Elliot, tiba-tiba saja ia meringis kesakitan. Membuat Tara yang melihatnya menjadi panik dan Collins pun tampak lengah karena membagi pandangannya ke arah Elliot.


"Ini kesempatanku," gumam Garry melihat kesempatan untuk melarikan diri terbuka lebar saat ini.


Tak ingin membuang kesempatan yang datang, Garry pun langsung menepis pistol dari tangan Collins hingga pistol itu terlempar jauh ke udara dan kemudian ia juga mendorong tubuh pria itu dengan sekuat tenaga sampai terjatuh.


"Ini saatnya," gumam Garry yang langsung berlari ke arah jendela dan langsung melompat ke luar sambil meraih kabel listrik dan membuatnya jadi bergelantung di sana.


Garry pun langsung mengeluarkan sebilah pisau yang memang dibawanya untuk memotong kabel listrik itu.


Sementara itu, Collins yang sudah berhasil meraih pistolnya yang terjatuh, kini langsung mengarahkan tembakannya ke luar jendela. Namun, saat peluru yang dimuntahkan dari pistol milik Collins hendak menembus tubuh Garry, tiba-tiba kabel listrik itu pun terputus dan membuat Garry terayun hingga ke dasar gedung.


"Sial, pria itu lolos!" Collins kembali mengarahkan tembakannya ke arah Garry. Namun, sayang apa yang dilakukannya sia-sia karena pria itu tetap berhasil meloloskan diri, walau dengan sebelah kakinya yang terluka.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian ya.


Terima kasih banyak atas dukungannya dan telah sabar menunggu.


Ketahuilah untuk pembuatan novel ini Author perlu mood yang bagus karena saya mau membuat novel action ini menjadi novel yang keren untuk dibaca.