
Selamat membaca!
Di saat Alissa semakin tersudut dan merasa takut akan sosok yang hampir saja mendekat ke arahnya, tiba-tiba saja seorang pria muncul di hadapannya sambil berlutut dengan telunjuk yang menempel erat pada bibirnya. Sebuah isyarat agar Alissa tidak bersuara karena di luar unit apartemen itu, beberapa orang yang hendak membunuhnya sedang berusaha membobol pintu depan dengan paksa.
"Ayo Nona, kita keluar dari sini, karena orang-orang yang sedang berusaha masuk itu adalah orang yang sama dengan dua orang yang sudah aku bunuh tadi."
"Maksud kamu?" tanya Alissa yang tidak percaya dengan pria yang baru ditemuinya saat ini.
"Temanmu yang tadi berbicara di telepon adalah salah satu dari mereka."
Alissa tercekat luar biasa kaget, ia tak menyangka jika ternyata Sean adalah salah satu orang yang ingin membunuhnya. Namun, wanita itu tak mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria itu. Terlebih pria yang saat ini ada di hadapannya baru saja dikenalnya.
"Tidak mungkin, aku tidak percaya denganmu." Alissa bangkit dari posisi duduknya di sudut dinding samping almari. Ia kemudian mendorong tubuh pria itu yang seketika langsung beringsut mundur dan Alissa pun melewatinya begitu saja.
"Jangan Alissa, kau harus ikut denganku, kita tidak punya waktu lagi! Apa kau tidak mau bertemu dengan Tuan Elliot?" tanya pria itu yang seketika membuat langkah Alissa terhenti.
Di saat wanita itu tengah berkutat dengan keyakinannya, tiba-tiba saja bunyi pintu terdengar keras.
"Alissa, ayo percayalah padaku!" titah pria itu dengan sorot mata penuh keyakinan.
Saat ini pria itu mulai melangkah menuju ke arah jendela dan terlihat mengaitkan sesuatu pada rompi yang telah dipakainya.
"Cepat, mereka datang!"
Alissa benar-benar terlihat bingung tentang apa yang harus ia putuskan. Di satu sisi, ia tak percaya bahwa Sean adalah salah satu dari pria yang ingin membunuhnya. Namun, di sisi lain, Alissa juga tak percaya sepenuhnya dengan apa yang dikatakan oleh pria yang baru saja dikenalnya.
"Ya Tuhan, mana yang harus aku percayai," batin Alissa semakin panik saat langkah kaki dari beberapa orang mulai mendekat ke arah ruangan tempatnya berada.
Saat Alissa benar-benar kebingungan, sesuatu pun mulai terbesit di dalam pikirannya. Sesuatu yang dapat membuatnya percaya, jika memang pria ini datang untuk menyelamatkannya.
"Katakan padaku satu hal, apa Tuan Elliot memiliki seorang adik perempuan?" tanya Alissa dengan kedua alisnya yang saling bertaut.
"Punya, namanya Nona Alice. Saat ini dia dan Tuan Raymond sedang berada di Australia. Saya adalah salah satu bodyguardnya."
"Aku sudah mendapatkan paketnya. Bersiaplah di bawah!" ucap pria itu berbicara lewat sambung wireless yang telah dipakai di telinganya.
Saat Alissa sudah berada di hadapan pria itu, tepatnya di luar balkon. Alissa mulai bertanya dengan raut wajahnya yang panik.
"Terus bagaimana kita bisa keluar dari sini?" tanya Alissa sembari melihat sekitarnya dan merasa tidak ada satu pun yang dapat membantunya untuk dapat lolos dari situasi ini.
"Kau tidak lihat aku sudah memegangi apa? Sebaiknya kau tutup matamu dan berdoa saja!" Tanpa menunggu lama, pria itu pun mulai memakaikan sebuah rompi dengan pengait berada di atas pundak pada sisi kiri dan kanan.
"Apa ini? Jangan bilang..."
"Maaf aku tidak punya waktu lagi untuk menjawab pertanyaanmu. Sekarang ayo kita lompat!"
Setelah memastikan tali yang mengait di besi pagar itu kuat, pria itu pun mulai melompat sambil mendekap tubuh Alissa dengan erat. Keduanya pun mulai meluncur ke dasar.
Alissa hanya dapat berteriak dengan histeris. Ia benar-benar ketakutan dan tak percaya bahwa saat ini dirinya tengah meluncur dari lantai 15 menuju ke dasar apartemen.
Namun, tak berapa kemudian Sean dan dua orang pria terlihat datang dengan berlari sambil melihat ke arah dasar apartemen.
"Jangan harap kau bisa lolos!" Sean menembak tali yang terikat pada besi itu. Hingga tali itu pun terputus dan Alissa bersama pria itu meluncur tanpa tertahankan ke dasar apartemen.
"Ya Tuhan, mati aku..." Alissa hanya memejamkan kedua matanya karena ia mulai merasa bila kali ini tubuhnya benar-benar meluncur jatuh tanpa terkendali.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
Author perlu bantuan kalian untuk membawa novel ini masuk ranking gift, yuk berikan gift kalian.
Terima kasih banyak telah sabar menunggu saya untuk update.
Kalian juga bisa memberikan semangat, lewat Instagram saya : ekapradita_87