Elliot Is My Husband

Elliot Is My Husband
Misi Balas Dendam



Selamat membaca!


Di sebuah mobil, Garry terlihat sedang mengendarai dengan wajah yang dipenuhi rasa kesal atas kegagalannya. Sebuah kegagalan untuk kedua kalinya di mana ia harus kecewa karena rencananya kembali dapat dipatahkan oleh Elliot. Kekesalannya pun semakin membuncah ketika ia mendapatkan kabar dari sang ayah yang ternyata sudah tiba di kota London bersama beberapa anak buahnya. Hal yang membuatnya semakin kecewa karena itu artinya, ayahnya meragukan dirinya untuk dapat menyelesaikan misinya seorang diri. Sebuah misi yang ternyata cukup berat karena ia harus berurusan dengan salah satu bodyguard terlatih yang ditugaskan oleh Raymond untuk menjaga Elliot. Namun, berkat siasat liciknya ia berhasil membunuh Collins yang sudah tak berdaya dengan menembaknya.


"Untung saja aku sudah menggunakan rompi anti peluru, kalau tidak, mungkin aku sudah mati lebih dulu oleh pria itu. Sekarang aku harus menemui Daddy dan bertanya kenapa dia harus ikut campur dalam misi ini?" ungkap Garry yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan setelah beberapa menit yang lalu ia mendapatkan panggilan telepon dari ayahnya yang mengatakan bahwa pria paruh baya itu sudah tiba di kota London.


...🌺🌺🌺...


Keesokan harinya. Hari di mana pemakaman Collins sedang berlangsung dengan penuh haru. Tak hanya para bodyguard yang merasa kehilangan, tapi juga seluruh keluarga Weil. Namun, ada sosok wanita yang paling merasa kehilangan Collins, yaitu Tara. Wanita yang sempat terlibat perdebatan di saat keduanya berada di rumah sakit yang sama untuk menjaga Elliot.


"Aku enggak nyangka, hari itu ternyata jadi hari terakhir untuk kita saling bicara. Maafkan aku karena sempat meragukanmu, maafkan aku karena aku sempat memarahimu. Andai aku tahu semua ini akan terjadi, aku tidak akan setuju dengan rencanamu," ucap Tara yang ternyata didengar oleh Alice.


Tak ingin adiknya hanyut dalam kesedihan, Alice pun mendekap tubuh rapuh adiknya itu dengan erat. Tak hanya untuk menguatkan, Alice juga lagi-lagi mengatakan terima kasih kepada Tara karena telah melindungi Elliot.


"Kamu harus kuat, Tara. Ini memang sudah takdir dari Tuhan. Jangan salahkan dirimu atas semua kejadian ini. Malah kalau kamu tidak ada, mungkin aku juga akan kehilangan Elliot. Terima kasih sekali lagi karena kamu telah menjaganya," ucap Alice yang tak kuasa menahan air mata agar tak membasahi pipinya.


"Itu sudah tugas aku, Kak. Jadi Kakak tidak perlu berterima kasih segala, lagipula bukankah Elliot juga kakakku? Sekarang aku hanya sedih karena pertemuan terakhirku dengan Collins tak berjalan baik. Aku menyesal dan salah menilainya." Kesedihan Tara semakin membuncah hingga isak tangisnya terdengar oleh Raymond dan juga Richard yang juga berada di dekat mereka.


Kedua pria tampan itu saling menatap. Mereka ikut merasakan kesedihan yang Tara rasakan saat ini. Tak ada jalan lain untuk membuat Collins tenang, selain membalas kematiannya dengan membunuh Garry. Setidaknya itu yang sudah mereka sepakati bersama seluruh bodyguardnya yang lain.


"Richard, apa kau tidak melihat Benjamin?" tanya Raymond saat tak menemukan keberadaan pimpinan dari para bodyguardnya di sekitar area pemakaman.


Richard pun mengalihkan pandangannya dan mulai meneliti para pelayat yang mulai membubarkan diri setelah prosesi pemakaman berakhir beberapa menit yang lalu. "Jangan bilang Benjamin akan pergi seorang diri dan tak ingin melibatkan kita!"


"Benjamin tidak pergi seorang diri, melainkan bersama Christopher dan juga Arnold. Jadi sepertinya kita tidak perlu terlalu khawatir. Sekarang yang terpenting kita harus menanyakan semua ini kepada Elliot. Hanya dia yang tahu, apa sebenarnya yang ada di balik semua ini? Semoga hari ini Elliot sadar," ucap Raymond yang sangat berharap bahwa asistennya itu segera siuman setelah kemarin ia ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri.


Richard yang setuju dengan pendapat sang adik pun langsung mengangguk dan diikuti dengan sebuah senyuman mengembang dari kedua sudut bibirnya.


"Kau memang benar, Ray, tapi sepertinya kita tetap harus melakukan penjagaan di rumah. Aku tidak ingin kejadian dulu saat Thomas dan anak buahnya menyerang kita kembali terulang," jawab Richard yang sudah meminta satuan CIA untuk berjaga di kediaman Weil.


...🌺🌺🌺...


Di sebuah mobil yang dikendarai langsung oleh Benjamin, pria itu tampak berada di sana dengan ditemani oleh Christopher dan Arnold yang tampak sudah bersiap untuk mencari keberadaan Garry.


"Aku tidak akan membiarkanmu hidup lebih lama, Garry!" kecam Benjamin yang tak mengikuti prosesi pemakaman Collins sampai tuntas. Ya, di tengah acara, pria itu memilih pergi untuk mencari keberadaan Garry. Kebetulan rekannya yang bekerja di kesatuan M16 telah memberikan Benjamin rekaman CCTV sekota London. Rekaman yang dapat menjadi bekal untuk pria itu menemukan Garry. Namun, kepergiannya ternyata diketahui oleh Arnold dan juga Christopher yang langsung mengekor di belakangnya.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️


Berikan komentar positif kalian ya.


Terima kasih banyak.


Follow Instagram Author : ekapradita_87