
Ini ceritanya masih santai ygy, konfliknya belum terlalu kerasa ygy,
Sabar aja ygy, wkwkwk dah yuk lanjut 😁
Hari ini SMA BINA RAJASA sedang ada rapat dewan sehingga seluruh murid dipulangkan lebih awal. Hal ini pun membuat seluruh murid bersorak kegirangan tak terkecuali keempat pria tampan yang mendapat julukan OMORFOS yang artinya tampan beranggotakan Orion Galandra, Lucas Mahardika, Aldi Varenza Munaf, Zaky Altar.
"Lo pada jadi kan kerumah gw" Seru Zaky
"Tumben-tumbenan Lo ngasih rumah Lo buat kita nongkrong" Sindir Aldi
"Nyokap gw habis arisan, Lo pada gak mau emang makan geratissss" Zaky menekankan kata gratis diakhir kalimatnya
"Kalo gratis sih gw gak bakalan nolak" Tungkas Lucas
Keempatnya kini berjalan menuju parkiran sekolah.
Bruakkkk
Tubuh Danira terhempas ke lantai akibat bertabrakan dengan tubuh Orion.
"Awwww" Pekik Danira merasakan pantatnya ngilu saat menyentuh lantai sekolah.
Orion menaikkan sebelah alisnya saat melihat wajah kesakitan Danira.
"Lo gak apa-apa" Aldi mengulurkan tangannya untuk membantu Danira berdiri
"Aku gak apa-apa kok kak____" Ucapannya terhenti di tenggorokan saat melihat wajah Aldi diwajahnya.
"Lo cewek yang waktu itu nganter minuman ke apartemen Orion kan???" Terang Zaky sembari menelisik wajah Danira lebih dalam.
"Kok wajahnya kayak gak asing, sih apa dia cewek yang waktu itu___ahh ngapain sih gw mikirin hal itu lagi" Batin Zaky
"Aku permisi kak" Danira mempercepat langkahnya meninggalkan keempat pria tampan itu. Tapi tiba-tiba manik matanya bertemu dengan manik mata milik Orion. Danira menelan salivanya dan segera menjauh dari hadapan mereka.
Aldi menatap lekat wajah Orion, menyadari jika Orion masih menatap kepergian adik kelasnya itu.
Sesampainya dirumah Zaky, Orion langsung mengambil posisi santainya disofa untuk memejamkan matanya, sedangkan ketiga temannya masih sibuk berebut stik PS.
"Bang Zaky..." Panggil Zaza adik Zaky yang masih berusia lima tahun
"Apa!!!!" Jawab Zaky
"Zaza mau ikut main" Rengeknya
"Zaza main dikamar aja ya, sama mami" Bujuk Zaky
"Udah sih ky biarin aja Zaza disini" Ucap Aldi
"Iya bang Zaky pelit" Pekik Zaza sembari memukul wajah Zaky dan membuat ketiga temannya tertawa
"Zaza tapi ini permainan laki-laki kamu gak ngerti" Terang Zaky kepada adiknya
"Terus kenapa Zaza harus jadi perempuan kan Zaza pengen main sama temen-temen bang Zaky" Ucap Zaza polos
"Lah mana bang Zaky tau, tanya noh sama mak lo" Ucap Zaky yang mulai frustasi karena tingkah adiknya,Zaza mulai menampakkan raut wajah akan menangis.
"Eh-ehhh jangan nangis ntar mami marahin gw" Bukannya diam Zaza malah semakin nangis karena ulah Zaky
"Lah ky lo gimana sih jadi kakak" Ledek Lucas yang sibuk dengan stik PS nya
"Lo pikir ngediemin bayik nangis gampang apa" Protes Zaky yang semakin panik karena Zaza tak kunjung diam.
"Bantuin kek, ini gimana" frustasi Zaky
"Lah lo kan abangnya" Ucap Aldi
"Gw emang abangnya tapi gw bukan emaknya gw gak ngerti"
"Gendong coba" Usulan Lucas di coba oleh Zaky, namun Zaza malah makin menangis Aldi juga mencoba menggendong Zaza namun Zaza menolak
"Gak mau dia ama lo"
"Zaza ikut abang Aldi yang ganteng ya" Rayu Aldi
"Gak mau hiks hiks hiks" Ucap Zaza dengan suara yang mulai serak
Orion membuka kedua matanya, memutar bola matanya malas melihat kelakuan ketiga temannya.
Sontak saja hal itu membuat ketiga temannya melongo pasalnya dari tadi mereka bertiga berusaha keras membuat Zaza berhenti menangis.
"Jangan nangis ya cantik" Orion mengusap air mata Zaza dengan lembut, Zaza pun melihatkan senyum cantiknya dihadapan Orion.
Dengan polos Zaza langsung memeluk Orion dan pelukan itu pun dibalas Orion.
"Dihhh tau aja nih bocah giliran yang ganteng aja diem" Decih Zaky melihat kelakuan adik kecilnya
"Kakak Ganteng" Ucap Zaza polos
"Oh ya, Zaza juga cantik" Balas Orion
"Kayak princes" Ucap Zaza lagi dan dibalas senyum simpul Orion
Cup
Zaza mengecup pipi kanan Orion. Membuat Zaky melongo tak percaya.
"Za, Lo masih kecil udah kecentilan main cium-cium aja"
"Gak mau sama bang Zaky, bang Zaky marah-marah terus zaza gak suka" Ucap Zaza yang masih belum lancar berbicara
"Zaza ayok abang anter ke mami ntar nangis lagi bikin repot" Ucap Zaky
"Gak mau, Zaza mau sama kakak Ganteng" Ucap Zaza polos
"Emangnya abang lo ini kurang ganteng" Sergah Zaky
"No no " Ucap Zaza sembari menggerakkan telunjukkan menyatakan tidak, Zaky pun semakin kesal karena ulah Zaza
"Zaza kakak sama bang Zaky mau main dulu ya" Ucap lembut Orion
"Iya kak" Ucap Zaza yang langsung mencium pipi Orion dan berlari meninggalkan teman-teman abangnya.
Kelakuan Zaza membuat Aldi dan Lucas tertawa karena puas melihat wajah cengo Zaky.
"Eh ada temen-temen Zaky rupanya" Ucap Eva ibunda Zaky
"Iya Tante" ucap mereka serentak sembari menyalami tangan Eva satu persatu
"Ini Orion ya, makin ganteng aja dulu Tante waktu hamil sering liatin foto kamu loh biar anak tante ganteng kayak kamu" Puji Eva, lagian siapa sih yang gak terpikat dengan pesona Orion Galandra. Sampe tante-tante aja terpesona gitu.
"Tante berlebihan" Balas Orion yang merasa malu karena pujian Eva
"Lah mah anak nya sendiri aja gak pernah dibilang ganteng" Protes Zaky
"Ganteng kaya Orion baru mamah puji" Balas Eva sembali melenggang pergi, membuat Zaky beo melihat kelakuan ibunya.
Aldi dan Lucas yang mendengar nya pun refleks menertawai Zaky.
"Keknya Lo anak pungut deh Zak" Ejek Aldi sembari tertawa
"Puas Lo pada" Rajuk Zaky
Orion mengambil salah satu minuman kaleng yang disediakan Zaky, lalu ia pun mengotak-atik ponselnya. Orion meng scroll isi beranda Instragram nya , jari nya berhenti saat melihat postingan seseorang dengan ID : DaniraEgwst08.
"Baru kali ini gw tertarik sama orang" Batin Orion sembari tersenyum simpul
Rupanya senyum itu dilihat disadari oleh Zaky.
"Lo berdua sadar gak akhir-akhir ini Orion sering banget senyum" Bisik Zaky kepada kedua temannya yang masih sibuk bermain PS.
"Normal njing, Orion kan manusia biasa sama kek lu"Jawab Lucas sekenanya
"Ya gw tau, gw cuma ngeri aja kalo doi kesambet"
"Berarti rumah Lo ada penunggunya"
"Hah mana mungkin" Protes Zaky tak percaya
"Ya tu buktinya" Lucas menunjuk Orion dengan dagunya.
Orion masih terlihat asik memainkan ponselnya dan sesekali ia menarik sudut bibirnya. Zaky yang memperhatikan Orion mengedikkan bahunya ngeri.