
Danira kembali kerumah dengan keadaan yang mengenaskan setelah Ema memperlakukannya dengan tidak baik. Bahkan pipi Danira sedikit lebam.
“Kak Aldi?”
“Muka lo kenapa?” Aldi mengucap pipi Danira yang agak membiru
“Ehh kak aku gak apa-apa” Danira mencoba menolak niat baik Aldi yang mengusap pipinya tapi tetap saja Aldi terus mengelus pipi Danira.
“Kak Aldi udah lama disini?” Aldi mengangguk
“Tapi kak Orion lagi dirumah mamah”
“Gw tau” Danira menatap Aldi heran
“Gw kesini nyariin lo”
“Aku?” Beo Danira
Aldi membuang nafasnya kasar, menghadapi gadis selugu Danira rupanya butuh kesabaran ekstra.
“Ekhmm, lo gak nyuruh gw masuk pegel kaki gw berdiri satu jam nungguin lo”
“Ehhh maaf kak, ayo masuk” Aldi tersenyum simpul, senyum yang penuh misteri.
“Duduk kak, aku bikinin minum” Aldi menarik tangan Danira membuat tubuh Danira oleng dan terjatuh dipangkuan Aldi.
“Sorry kak, aku”
“Gak apa-apa” Aldi mengacak lembut rambut Danira
Sekembalinya Danira dari dapur dengan membawa segelas minuman untuk Aldi.
“Diminum kak”
“Makasih Ra”
“Lo punya kotak p3k?” Tanya Aldi
“Ada kak, buat apa?”
“Buat ngobatin lo”
“Gak usah kak aku gak apa-apa kok”
“Tunggu disini biar gw yang ambil kotaknya”
“Sini” Panggil Aldi, Danira hanya diam mematung
“Sini Ra, luka lo harus diobatin biar gak infeksi” Akhirnya Danira memilih menurut pada Aldi dan duduk dihadapan Aldi. Dengan penuh kelembutan Aldi mengobati lebam-lebam dipipi Danira.
Cuppp
Satu kecupan lolos dari bibir Aldi, tepat mengenai bibir Danira. Refleks Danira memundurkan tubuhnya tapi itu tak lantas membuat Aldi menyerah. Dengan sedikit paksaan Aldi menarik tangan Danira, dan ******* bibir Danira dengan rakus. Danira mencoba melawan namun kekuatannya tak cukup melawan tenaga Aldi.
“DANIRA” Teriakan Orion membuat ciuman Aldi terlepas. Danira menundukkan wajahnya melihat wajah Orion yang merah padam. Orion meraih kerah baju Aldi dan menghadiahkan Aldi sebuah bogheman membuat tubuh Aldi terjatuh dilantai. Ada cairan merah mengalir dari sudut bibir Aldi. Tak puas sampai disitu Orion berniat mendaratkan pukulannya kembali pada Aldi namun Aldi dengan tangkas menahannya dan memukul wajah Orion dan keduanyapun baku hantam.
“Kak Orion kak Aldi udah, berhenti” Danira berteriak histeris melihat keduanya saling pukul. Tiba-tiba Anna datang dan melerai keduanya.
“Kalian ngapain?” Orion menatap sengit Aldi, tatapan itu juga yang Orion tunjukan pada Danira.
“Kak aku bisa jelasin” Ucap Danira memelas
“Jelasin apa kalo lo selingkuh sama pria brengsek ini” Pekik Orion penuh emosi
“Ini semua gak seperti apa yang kamu liat Orion”
“Gw liat pake mata kepala gw sendiri, Ra. Lo pikir gw buta”
“Ta-tapi”
“Dan lo” Orion menunjuk kearah Aldi, Orion tak habis pikir dengan Aldi.
“Danira yang minta gw dateng kesini buat nemenin dia” Ucap Aldi, mendengar itu mulut Danira menganga tak percaya.
“Enggak, aku gak pernah minta kak Aldi buat kesini”
“Tapi lo nikmatin kan ciuman dari gw” Danira menggeleng tak percaya dengan apa yang diucapkan Aldi.
“Kamu udah gila kak, Yon yang dikatakan kak Aldi semuanya bohong” Danira berusaha membuat Orion percaya padanya, tapi usahanya sia-sia saat Orion menunjukkan foto mesra dirinya dengan Aldi.
“Gw akan cerain lo Ra setelah anak yang lo kandung lahir” Danira mendongak tak percaya dengan apa yang diucapkan Orion.
“Kak, aku bisa jelasin ini semua gak bener”
“Jelasin apa lagi Ra, semuanya udah jelas” Orion pergi meninggalkan Danira
Ada orang yang tersenyum puas atas kejadian ini, yahhh orang itu adalah Anna. Ini adalah siasat yang telah direncanakan oleh Lucas dan Anna. Dan Aldi masuk dengan mudah di perangkap Anna dan Lucas. Anna tersenyum penuh kemenangan melihat lawannya hancur.