
Lucas memacu motor kesayangannya melesat di tengah keramaian kota, pikirannya benar-benar kacau. Masalah bertubi-tubi singgah dihidupnya.
“Sa”
“Akhirnya kak lo temuin gw juga” Salsa langsung memeluk pria dihadapannya
“Singkirin tangan kotor lo” Bentak Lucas
“Kak lo mau tanggungjawab kan?” Tanya Salsa memelas
“GAK” Bentak Lucas
“Kak ini anak lo”
“Berisik lo bisa diem gak”
“Ikut gw” Lucas menarik tangan Salsa
“Kemana kak, pelan ini sakit” Pekik Salsa
“Naik”
“Aku pake rok kak”
“Bisa gak sih lo gak berisik pusing tau gak gw dengernya”
Mau gak mau Salsa menuruti kemauan Lucas, ia pun dengan susah payah naik ke bangku belakang motor Lucas.
***
Danira sedang membaca novel yang baru saja ia terima dari Sami. Malam itu sewaktu Sami menelfon Danira, Sami ingin memberitahu bahwa novel yang diinginkan Danira sudah Sami dapatkan. Sebenarnya Sami ingin memberikannya secara langsung namun Danira menolak, jadi Sami mengirimnya. Dari situ Sami tau alamat rumah tempat tinggal Danira sekarang.
Ada rasa curiga karena Danira tinggal di rumah yang sangat besar dan mewah. Namun saat Sami mempertanyakannya pada Danira, Danira selalu beralasan kalau ia bekerja dirumah ini.
Sami bukanlah orang sepolos Danira yang langsung percaya begitu saja, Sami bertanya kepada security yang menjaga rumah itu. Dan Sami mendapat jawaban bahwa Danira adalah istri dari anak pemilik rumah ini.
Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Sami, apa yang sebenarnya Danira sembunyikan dari nya. Kenapa Danira masih belum jujur padanya. Namun Sami tak akan memaksa Danira bercerita, ia akan setia menunggu sampai Danira siap untuk bercerita.
“Baca apa lo” Tanya Orion yang tiba-tiba datang
“Kak Orion udah pulang” Jawab Danira gugup karena tak menyadari kedatangan Orion
“Lo keluar rumah lagi?” Kini Orion menatap tajam kearah Danira
“Enggak kak, aku gak kemana-mana kok”
“Itu lo dapet novel dari mana?”
“I-ini aku beli online” Jawab Danira berbohong
“Ohhhh” Balas Orion singkat dan melangkah ke kamar mandi
“Biarin”
“Emmmm”
“Berapa lama?”
“Mamah gak ngasih tau sampai kapan tapi kata mamah bisa lama”
“Oh”
“Kak Orion udah makan?”
“Belum”
“Aku masakin ya” Orion mengangguk
Danira tersenyum lebar walaupun Orion masih cuek setidaknya Orion sudah mau mengajaknya bicara. Danira mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan ia masak.
Cukup lama Danira berkutat di dapur akhirnya masakannya selesai, dengan semangat Danira menatanya di meja makan. Ini kali pertama Danira masak makanan untuk suaminya.
“Kak makanannya udah jadi” Ucap Danira saat melihat suaminya turun , tapi kenapa pakaian Orion rapih sekali.
“Hyyy Danira” Sapa Anna yang entah kapan datangnya
“Anna”
“Gw sama Anna makan diluar, lo makan sendiri gak apa-apa kan” Ucap Orion yang membuat hati Danira terasa nyeri.
“Gak apa-apa kan Danira, Orionnya makan sama aku?” Ucap Anna manja
Danira hanya mengangguk sembari menahan sakit hatinya, ia sudah memasak makanan untuk suaminya tapi Orion malah makan diluar bersama wanita lain.
Anna dan Orion berjalan meninggalkan Danira sendirian, dengan menggandeng tangan Orion, Anna tersenyum mengejek ke arah Danira.
Danira terduduk di kursi air matanya mengalir, pantaskah Danira merasa sakit melihat Orion dekat dengan wanita lain.
Anna memang wanita yang sempurna jika dibandingkan Danira, Anna cantik modis berpendidikan dan setara dengan keluarga Galandra. Sedangkan Danira hanya gadis kotor yang beruntung bisa masuk di keluarga Galandra karena belas kasihan Orion.
***
Kelelahan menangis Danira sampai tertidur di meja makan, makanan yang Danira masak juga sudah dingin.
Orion yang melihat Danira tertidur mendekati Danira, mengusap lembut pipi putih Danira. Ada rasa bersalah di hati Orion, namun ia juga tak bisa menolak permintaan Anna gadis kecilnya.
Orion menggendong Danira ke kamar dengan gaya ala-ala bridal style. Dengan perlahan Orion menidurkan Danira di kasur. Orion mengusap sisa-sisa air mata di pucuk mata Danira.
“Sorry udah bikin kamu nangis” Bisik lirih Orion seraya mengecup lembut kening Danira.