DIRASTA (ON GOING)

DIRASTA (ON GOING)
05. Orion



...**BANYAK YANG DIREVISI MON MAAF SEMOGA KALIAN TAMBAH SUKA BACANYA ❤️...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...~~HAPPY READING**~~...


Orion terbangun karena sedari tadi ponselnya tak berhenti berdering. Dengan malas Orion menggeser tombol hijau di ponselnya.


“Orion” Panggil Tamara dari seberang sana dengan nada kesal


“Iya mah Orion belum budeg”


“Kamu ini mamah kan udah bilang jangn pulang malam-malam ini malah gak pulang, kamu dimana Orion???”


“Orion pulang ke apartemen mah”


“Beneran kamu pulang ke apartemen gak aneh-aneh kan?”


“Sejak kapan sih mah Orion bohongin mamah”


“Iya juga sih, yaudah kalo gitu” Tamara mematikan sambungan telfonnya.


Orion merubah posisinya menjadi duduk, menggusar rambutnya kebelakang dan juka membuka kaos yang ia kenakan sehingga menampilkan tubuh atletisnya dan perut sixpacknya, ada enam kotak tahu di perut Orion.


Ia berjalan menuju kamar mandinya namun tiba-tiba saja tenggorokannya terasa sangat haus, ia pun berjalan kearah dapur untuk mengambil minum. Tapi ia dibuat terkejut saat seseorang tengah meringkuk disana dengan sesegukkan.


Orion mendekati gadis itu, menepuk sebelah bahunya.


“Jangan” Gadis itu terlonjak ketakutan saat tangan Orion menyentunya


“Tolong jangan lakukan lagi” Gadis itu melipat kedua tangannya didada, air matanya sudah beurai tak karuan.


Danira sudah terlihat ketakutan setengah mati bahkan tubuhnya sudah bergetar, namun pria dihadapannya ini hanya diam mematung tak menunjukkan ekspresi apapun. Danira kesusahan menelan salivanya sendiri karena pria ini terus menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Orion kembali kerumah dengan perasaan campur aduk, Orion menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


“Yon, kamu di dalam?” Tanya Tamara dari balik pintu kamar Orion


“Iya mah masuk aja pintunya gak dikunci” Tamara pun masuk kedalam kamar anaknya.


“Yon, mamah mau ngomong sebentar sama kamu”


“Ngomong aja mah”


“Kamu tau kan kamu satu-satunya harapan kami, mamah cuma punya kamu gak ada yang bisa mamah dan papah harapkan kecuali kamu, kasihan papah jika harus memikirkan perusahaan sendirian. Setidaknya jika kamu mau belajar sedari sekarang nantinya kamu gak akan kaget dan sudah terbiasa tentang hal-hal diperusahaan” Terang Tamara panjang lebar


“Mah, langsung ke intinya saja”


“Kamu mau ya bantu papah kamu di perusahaan?”


“Mah, Orion kan udah pernah bilang Orion masih pengen kuliah Orion belum siap. Lagi pula diperusahaan kan sudah banyak yang membantu papah”


“Tapi alangkah baiknya jika kamu sebagai penerusnya ikut andil dalam mengelola perusahaan sedari sekarang”. Jelas Tamara lagi


“Untuk papah kamu sampai di titik ini gak mudah Yon, dan ini semua juga untuk kamu nantinya”


“Tapi mah Orion juga ingin memulai karir Orion sendiri tanpa bayang-bayang papah”


“Mamah sangat mengerti dan memahami keinginan kamu Yon, mamah hanya ingin kamu bersiap diri bukan berarti mamah ingin menghalangi kamu, kamu mengerti kan Yon”


“Nanti Orion pikirkan lagi mah” Tamara mengelus bahu anaknya penuh sayang.


***


Keempat pria tampan tengah berjalan beriringan menampilkan kharismanya membuat kaum hawa yang melihatnya berteriak histeris, bagaimana tidak kadar ketempanan mereka berada di level mythic apalagi Orion Galandra sekali tersenyum langsung savage.


“Gila tuh para betina teriakannya bikin gendang telinga gw mau pecah” Zaky mengorek-ngorek lubang telinganya yang terasa berdengung.


“Lo jorok banget sih Ky” Aldi bergidik merinding melihat kelakuan Zaky


“Yon, lo kenapa diem mulu” Tanya Lucas


“Lah bukannya dari orok Orion udah begitu?” Orion memutar matanya malas


“Ada yang pengen gw tanyain sama lo bertiga” Orion memasang wajah serius.


Kalau Orion sudah mode serius begini, tiga sahabatnya hanya ikut saja tak berani untuk menolak. Mereka berempat sudah berada di rooftop sekolah, Orion melipat kedua tangannya di dada dengan tatapan tajam ke arah ketiga temannya.


“Yon, kenapa?” Tanya Lucas


“Iya Yon, muka lo bikin gw merinding”


Glek, Zaky menelan salivanya dengan susah payah.


“Itu cewek gw sewa” Jawab Lucas ngasal


“Kapan?” Tanya Orion curiga


“E-elo udah tidur Yon jadi gak tau” Orion memicingkan mata mendengar alasan Lucas. Sudah dipastikan ketiga sahabatnya tengah berbohong.


Orion memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.


“Emangnya kenapa Yon?” Kali ini Aldi yang bertanya


“Gw cuma pengen tau aja” Jawab Orion, Aldi, Zaky, dan Lucas saling pandang karena tak biasanya Orion ingin tahu tentang urusan orang lain terlebih lagi ini soal perempuan.


“Dah mau bel, kita masuk” Orion meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih bertanya-tanya apa maksud dari Orion bertanya soal wanita itu.


“Gw baru inget apa jangan-jangan Orion ketemu sama tu cewek, soalnya pas gw bangun tu cewek udah gak ada” Terang Zaky. Lucas dan Aldi kompak mengangkat bahu.


“Dah yuk balik kelas” Aldi beranjak dari duduknya diikuti Lucas dan Zaky.


Bel istrirahat sudah berbunyi, keempat pria tampan itu tengah duduk di bangku kantin.


“Ck, kenapa gak makan di rooftop aja sih” Protes Lucas


“Kenapa? Sekali-kali Cas”


“Iya lagian kita udah mau lulus belum pernah makan di kantin biar ada kenangan” Timpal Aldi


“Kenangan apaan dah”


“Yaudah yok foto” Zaky mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celanya, membuka aplikasi camera dan mengambil gambar dirinya bersama ketiga sahabatnya.


“Anjay pantes tuh para betina histeris ketemu gw ternyata muka gw ganteng banget” Zaky memandangi foto dirinya


“Lo ganteng ketolong hidung lo doang” Kekeh Lucas.


Zaky memang memiliki hidung yang sangat mancung karena keturunan dari ayahnya. Ayah Zaky sendiri memiliki darah turunan arab jadi bisa dikatakan jika wajah Zaky mirip-mirip oang arab hanya kelakuanya saja yang agak-agak.


Orion sedari tadi hanya diam sembari mengaduk minuman yang ia pesan dengan sedotan.


“Yon, mikirin apaan lu, utang negara? Cicilan rumah???” Sindir Zaky


“Bege, ngapain juga Orion nyicil rumah?” Timpal Lucas


“Ya siapa tau, kekayaan bokap Orion pindah ke gw kan gak ada yang tau” Ngeles Zaky


“Mukelu burik, gak pantes jadi Orkay” Tambah Lucas sembari terkekeh


“Sembarangan gak ada sejarahnya keturunan Altar itu burik, ganteng kayak gini lo kata burik” Protes Zaky tak terima


“Hahaha ganteng kalo diliat dari ujung kulon Ky” Tambah Aldi membuat muka Zaky langsung masam. Tapi itulah yang membuat persahabatan mereka solid, ada saja candaan receh yang membuat keempatnya tertawa meskipun Zaky yang selalu jadi korbannya.


Orion menghembuskan nafasnya kasar “Gw bingung”


“Bingung kenapa?” Tanya Aldi


“Nyokap minta gw bantuin bokap di perusahaan” Terangnya


“Lah wajar dong Yon, lo satu-satunya penerus bokap lo” Timpal Lucas


“Iya Yon, disaat semua orang yang baru lulus sekolah pada bingung mau ngapain lo gak perlu repotin itu” Timpal Aldi


“Tapi gw belum siap lagi pula itu bukan pashion gw”


“Lo belum nyoba Yon, lo masih menerka-nerka” Ucap Lucas


“Lo bisa jadiin gw asisten lo Yon. Gw ahli dalam mencari nasabah” Tawar Zaky


“Lo pikir perusahaan bokapnya Orion pinjol?” Tutur Aldi


“Bukan nasabah maksud gw itu Investor” Zaky merevisi ucapannya


“Yang ada perusahan bokapnya Orion berubah jadi bandar perjudian” Kekeh Lucas. Zaky menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


“Dah Yon gak usah terlalu dipikirin, gw yakin cepat atau lambat lo juga bakal terjun di dunia bokap lo” Nasihat Aldi


**KALIAN SUKA SIAPA NIH


ORION GALANDRA


LUCAS MAHARDIKA


ALDI VARENZA MUNAF


ZAKY ALTAR


VOTE DISINI👉


KOMEN DISINI👉**