
Tak perlu diragukan IQ Orion, memang berada di atas rata-rata dari siswa lainnya. Untuk mendapatkan nilai yang sempurna sangat mudah bagi Orion.
“Wuihhhh gila lo Yon, itu otak gak pernah lo suruh libur apa?” Puji Zaky, pernyataan Zaky membuat Orion memutar bola matanya malas.
“Lo jadi lanjut ke luar negeri Yon?” Tanya Lucas
“Ngapain Orion jauh-jauh ampe luar negeri yang disana aja udah balik ke indo” Belum Orion menjawab sudah dipotong Zaky, alhasil Zaky mendapat pukulan dari Lucas
“Sakit bego” Ringis Zaky
“Yon, gw mau ngomong sama lo” Pinta Aldi, Orion mengangkat sebelah alisnya dan mengikuti langkah kaki Aldi.
“Gak nyangka gw, akhirnya seragam kebesaran ini bakal gw ganti sama jas bertuliskan mahasiswa”
“Berisik lo” Protes Lucas
“Ehhh Cas, gw ini lagi euforia atas kelulusan gw, sirik aja lu” Decih Zaky
“Lo gak pengen tau apa yang terjadi sama Orion dan Aldi?” Zaky mencerna ucapan Lucas
“Emangnya mereka berdua kenapa dah”
“Ya, makanya kita harus cari tau”
“Gak ahhh, gw gak mau yang ada ntar gw kena semprot Orion. Lo liat aja noh gimana tegangnya muka mereka”
“Udah biarin aja gw yakin kok mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri, kalau mereka butuh bantuan kita pasti mereka ngomong kok”
“Sok bijak lo” jitak Lucas sekali lagi, sembari pergi kearah kantin
“Sakit bangs***” Zaky mengelus kepalanya yang terkena jitakan Lucas.
“Yon, gw tau lo masih ada perasaan kan sama Anna?”
“Gak ada urusannya sama lo” Ketus Orion
“Lo bisa lanjutin perjuangan lo buat nikahin Anna, Yon tapi lo tinggalin Danira”
“Cihhh” Orion mencengkeram kerah baju Aldi
“Kenapa baru sekarang lo sadar, kemarin lo kemana?” Aldi terdiam mendapat pertanyaan dari Orion, karena apa yang Orion katakan benar Aldi baru tersadar setelah Orion menikahi Danira.
“Danira sudah jadi milik gw, gw gak akan biarin siapapun nyentuh kepunyaan gw tak terkecuali lo” Anjam Orion, Aldi hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosinya yang gak bisa ia ungkapkan sembari menatap kepergian Orion.
***
“Lulus” Jawab Orion singkat, saking bahagianya Danira mendengar kabar bahagia itu Danira reflek memeluk Orion.
“Selamat ya kak” Tanpa Danira tau Orion tersenyum simpul.
“Mamah kapan pulang?”
“Katanya sih besok, soalnya papah masih gak enak badan”
“Alasan papah aja”
“Gak boleh gitu kak, siapa tau mamah sama papah sekalian honeymoon bikinin dedek buat kak Orion” Orion memutar matanya malas mendengar ocehan Danira. Danira masih asik ngoceh sendiri, membuat Orion gemas dan membekap mulut Danira dan menariknya ke tempat tidur. Danira yang dibekap mencoba memberontak karena nafasnya mulai menipis.
Deggg, jantungku kambuh nafas, mati aku bisa mati , ucap Danira dalam hati. Kini posisi Danira ada dibawah tubuh Orion yang ditahan dengan kedua tangan Orion agar tak menindih Danira.
Ihhhh sebenarnya kak Orion mau apa sih, kenapa harus sedekat ini kenapa matanya terus menatapku huaaaa
Orion mengernyitkan dahinya saat melihat Danira memejamkan matanya.
“Tidur udah malam” Ucap Orion , Danira mengambil oksigen banyak-banyak dan menghembuskannya dengan kencang, membuat Orion terheran melihat tingkah Danira.
“Lo mau tidur atau gw tidurin” Ancaman Orion membuat Danira bergidik ngeri, dengan terburu-buru Danira menarik selimutnya dan menutup seluruh tubuhnya hingga ke kepala.
Alarm berbunyi, jam menunjukkan pukul tujuh pagi Danira yang baru membuka mata menatap kagum kewajah pria disampingnya. Bahkan muka bantal Orion enak untuk dipandangi, hidungnya yang mancung, bibirnya yang sensual, serta garis wajah yang nampak tegas. Kenapa tampan sekali, masih pagi tapi otak nakal Danira sudah tercipta.
“Ekhhhmmm” Danira membalikkan tubuhnya saat mendengar Orion berdehem. Orion yang masih memejamkan matanya memeluk Danira layaknya guling. Senyum Danira merekah sekaligus gugup. Orion memeluknya dari belakang, Danira pernah melihat keromantisan ini sebelumnya di drakor yang ia tonton.
***
Tamara datang dengan wajah penuh amarah , tanpa sepatah kata pun Tamara menampar pipi Danira. Hal itu membuat Danira dan juga Orion terkejut.
“Mah” Danira memegang pipinya yang terasa panas
“Jangan pernah panggil aku mamah, aku bukan mamahmu” Pekik Tamara
“Mah, apa yang terjadi kenapa mamah tampar Danira” Tanya Orion
“Wanita ini gak pantas ada di rumah ini” Pekik Tamara lagi dengan tatapan sinis dan marah kearah Danira.