
Tak ada hal yang lebih melelahkan dari pada menjadi sosok yang berbeda dalam satu tubuh – Zaky Altar
Keempat pria itu sudah mulai masuk di perkuliahan, ya itu sudah jadi kesepakatan mereka jika akan selalu bersama baik suka maupun duka. Meskipun hubungan mereka sedang tidak baik namun kesepakatan itu tetap terealisasikan, begitulah janji seorang pria.
Zaky tengah sibuk kesana kemari membujuk teman-teman barunya untuk meracuni virus perjudian.
“Gak ada berubahnya lo” Sindir Aldi
“Yeee namanya juga usaha sirik aja lu” Bela Zaky, Aldi menarik tangan Zaky menjauh dari orang dihadapannya lebih tepatnya mangsa Zaky
“Woyyyy, Di gw belum kelar aelahhhh”
“Udah lanjut nanti lagi ini lebih penting” Zaky mengerutkan dahi bingung
“Lo liat itu” Aldi menunjuk kearah Lucas yang tengah mengobrol dengan seorang wanita
“Widihhhh mulus Di”
Plakkkk
“Sakit Anj***” Zaky meringis sembari mengusap kepalanya yang terkena hantaman buku dari Aldi
“Itu Lucas sama cewek siapa?”
“Lah mana gw tau lagian lo kayak gak biasa aja sih liat Lucas sama cewek” Aldi memutar bola matanya malas
“Bukan itu, gw sepertinya familiar banget sama tu cewek” Zaky mencoba memperhatikan cewek yang dimaksud Aldi dengan seksama. Ingatannya pun memutar kembali memory perihal Aldi yang terjebak dengan Danira.
Flashback on
Aldi mendapat pesan dari nomor tak dikenal
081225XXX
“Kak Aldi ini Danira”
Aldi
“Eh Danira, ada apa?”
081225XXX
“Kak boleh minta tolong anter Danira kerumah sakit”
Aldi
“Emang Orion kemana?”
081225XXX
“Kak Orion lagi dirumah mamah, perut aku kram kak”
Aldi
“Ok ok aku jemput kamu sekarang”
Namun saat Aldi sampai rupanya tak ada seorang pun dirumah.
“Maaf cari siapa?” Tanya seorang wanita muda berkaca mata
“Emm, kamu siapa?” Tanya Aldi
“Pembantu?”
“I-iya aku baru kok, non Daniranya sedang keluar ditunggu saja mas”
“Saya tunggu disini aja” Tungkas Aldi.
Aneh, sejak kapan Orion suka ada orang asing dirumahnya. Menepis pikiran buruk soal wanita itu Aldi memilih menunggu Danira diteras luar.
Flashback Off
“Gw inget, itu cewek kan pembantunya Orion”
“Pembantu?”
“Iya gw inget cewek itu sempet ngobrol sama gw waktu itu”
“Tu cewek keluar dari dalam rumah Orion?”
“Nah itu dia gw gak tau orang tiba-tiba aja dia ada di depan gw”
“Lo gak aneh apa, lo kan tau Orion orangnya kek apa? Mana mungkin dia sembarangan milih pembantu apalagi kalo diliat-liat cewek itu terlalu muda untuk jadi pembantu” Terang Zaky, Aldi berniat ingin menemui Lucas dan cewek itu namun langkahnya dihalang Zaky lebih dulu.
“Mau kemana lo”
“Nyamperin kesana lah”
“Lo tenang dulu, jangan ambil spekulasi sendiri tanpa bukti” Aldi menghela nafas, apa yang dikatakan Zaky benar
“Di” Zaky menepuk bahu Aldi membuat sang pemilik bahu menoleh
“Apa lo beneran ngelecehin Danira?” Aldi terlihat bingung dengan pertanyaan Zaky
“Di, gw mau lo jujur ke gw”
“Gw gak maksud buat ngelecehin Danira, Ky. Gw kebawa suasana, gw gak bisa ngontrol perasaan gw saat deket Danira. Dan ngeliat Orion marah disitu gw mikir Orion bakal ngelepasin Danira dengan begitu Danira bakal jadi milik gw”
“Tapi ternyata apa yang gw lakuin bikin Danira hancur, dan gw gak dapet apa-apa kecuali penyesalan”
“Gw tau Di, gw tau lo gak seburuk itu gw percaya sama lo”
“Thanks Ky, Gw cuma pengen dapet kesempatan buat ngejelasin ini semua ke Orion”
“Gw yakin lo bakal dapet itu”
“Tumben tuh otak berguna”
“Ngeremehin, gini-gini otak gw jeniusnya ngalahin profesor”
“Hahahaha” Keduanya tertawa bersama
***
Dikediaman Devan Galandra, Tamara tengah menahan amarahnya saat Anna menunjukkan foto-foto mesra Danira dengan Aldi. Anna tersenyum puas apa yang telah dirinya rencanakan dengan Lucas semua berjalan dengan mulus.
Jika Orion tidak bisa menjadi miliknya, setidaknya menghancurkan orang yang memiliki Orion tidak ada salahnya semuanya impas. Gadis yang dulunya penuh dengan kelembutan kini berubah menjadi gadis picik.
“Tante gak akan biarin Orion terus-terusan hidup dengan wanita jal*** itu”
“Iya tante, Danira bukan gadis yang baik untuk Orion. Pastinya jika dibiarkan gadis itu akan menghancurkan citra keluarga Galandra”