
Orion keluar dari ruangan dokter dengan wajah lesu. Didudukkan pantatnya pada kursi tunggu rumah sakit.
"Sa" Salsa berhamburan memeluk Zaky menumpahkan Isak tangisnya di dada bidang kekasihnya.
Zaky mengusap punggung Salsa mencoba menenangkan Salsa "Sa, udah ya Lo harus kuat buat Danira" Salsa mendongakkan kepalanya menatap wajah manis Zaky. Zaky mengusap sisa-sisa air mata Salsa. Setelah dirasa kekasihnya tenang Zaky meminta ijin untuk menemui Orion.
Zaky membuang nafasnya dari mulut, ditatapnya wajah suram sahabatnya. Setelah memantapkan langkahnya, Zaky memanggilnya nama sahabatnya "Yon"
Merasa namanya dipanggil Orion menoleh
"Siapa pelakunya ky" Tanya Orion pelan, Zaky yang mendapat pertanyaan itu kesusahan menelan salivanya.
"SIAPA KY" Ulang Orion dengan nada tinggi, semabari menarik kerah baju Zaky. "Yon" Panggil Zaky mencoba menenangkan "BRENGSEK JAWAB PERTANYAAN GW" Orion melampiaskan emosinya dengan mendorong Zaky membuat tubuh Zaky terhuyung kebelang untungnya Sami dengan gercep menahan tubuh Zaky. Zaky sama sekali tidak marah dengan apa yang Orion lakukan padanya.
Orion beberapa kali mengusap wajahnya gusar. Bahkan Devan hanya terdiam melihat Orion, berbeda dengan Tamara yang sudah sejak tadi terisak di dada suaminya.
"Anna" Ucap Dewa enteng membuang semua yang ada disana membelalakkan matanya.
"Orang yang udah bikin adek gw koma" Terang Dewa sembari menatap tajam Orion.
Orion mengepalkan kedua tangannya, emosi nya sudah tak bisa tertahan tatkala mendengar nama pelakukan penembakan itu adalah Anna, gadis yang Orion bela mati-matian agar dirinya tidak dijebloskan ke penjara. Tapi nyatanya gadis itu malah nekat bertindak lebih jauh.
Dengan penuh amarah Orion melenggang pergi. Namun baru beberapa langkah tangannya sudah lebih dulu di cekal oleh Zaky.
"Lo mau kemana?"
"Lo gak perlu tau"
"Percuma kalo Lo mau nyari Anna" Seketika Orion menautkan alisnya menatap tajam kearah Zaky
"Anna sengaja menjatuhkan dirinya ke jurang" Orion membelalakkan matanya.
"Lo tenang Yon, polisi lagi nyari keberadaan Anna. Yang terpenting sekarang Lo fokus sama kesembuhan Danira" Lanjut Sami mencoba memberikan pengertian Orion.
"Danira itu wanita kuat dia gak akan nyerah gitu aja, apalagi sekarang udah ada Lo dihidupnya" Ucap Dewa
Orion masih menundukkan pandangannya.
"Iya Yon bener apa yang bang Dewa bilang, Gw yakin gak lama lagi Danira akan sadar" Imbuh Sami.
***
Orion melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang kamar Danira. Digenggamnya tangan istrinya erat sembari mengecup punggung tangan Danira.
"Hy Ra, Lo bisa denger gw???"
"Lo tau gw udah nyiapin tiket buat kita honeymoon Ra, walaupun gw belum bisa ngewujudin mimpi Lo buat ke Cappadocia naik balon udara----hufffttt" Orion menarik nafasnya dalam
"Gw rapuh Ra, gw gak bisa liat Lo kayak gini"
"Gw sayang sama lo"
"Biarin gw aja yang gantiin posisi Lo sekarang Ra" Tak terasa cairan bening itu menetes dari mata Orion.
Danira memang tak menjawab ucapan Orion namun ia bisa merasakan kesedihan Orion saat ini hingga air Danira pun mengalir.
"Lo denger gw Ra" Orion terkaget saat melihat air mata Danira menetes. Orion mengusap lembut air mata itu. Dipandangnya lekat-lekat wajah pucat Danira.
"Maafin gw Ra, gw udah ngingkarin janji gw. Gw gak bisa ngelindungin Lo, gw bikin Lo terluka" Ucap Orion penuh sesal dan memeluk tubuh Danira.
Orion keluar dari ruangan dan mendapati sahabatnya Zaky bersama Salsa masih disana.
"Kalian masih disini?" Tanyanya
"Gimana Danira Yon" Tanya Salsa khawatir, Orion menjawabnya dengan gelengan kepala
Zaky mengusap bahu Orion " Lo harus sabar ini ujian buat Lo sama Danira" Orion membalas dengan anggukan kepala.
"Lo berdua balik gak apa-apa, Lo kan besok harus ngampus"
"Gw bisa ijin kok" Jawab Zaky
"Gak usah gw udah banyak ngerepotin Lo berdua"
"Yon kita ini udah sahabatan dari orok Lo gak usah Sekate-kate bilang Lo ngerepotin gw, kapan pun Lo butuh gw, gw selalu ada buat Lo" Tutur Zaky panjang lebar
" Thanks ky"
"Yaudah gw anter bidadari gw pulang dulu takut kemaleman yang ada gak jadi pulang malah nginep" Salsa menyikut perut Zaky
"Awwww sakit beb" Ringisnya
"Lo berdua ati-ati"
"Lo juga Yon kalo ada apa-apa langsung kabarin gw" Orion mengangguk
"Yon, gw titip Danira ya"
"Beb, Orion kan suaminya ngain pake titip segala"
"ishhhh" Dengus Salsa
Ya tingkah Zaky memang bisa sedikit menghibur perasaan Orion yang sedihnya 360 derajat.
Zaky dan Salsa sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk pulang.
"Beb, yakin mau langsung pulang?" Tanya Zaky
"Gak mau ekhhhmmmm tuh mampir sebentar" Zaky mengkode dengan matanya menunjukkan hotel dan villa yang berbaris disepanjang jalan.
Salsa mencubit lengan Zaky memelintir nya hingga sang empunya memekik.
"Beb udah beb sakit" Rengeknya
"Habisnya kamu gitu" Salsa memanyunkan bibirnya 5cm ehhh gak deh kepanjangan.
"Aku cuma becanda beb" Zaky mengusap lembut rambut panjang Salsa
"Aku tau aku bukan cewek ba--"
"Husstttt udah sorry aku minta maaf aku gak berniat apa-apa aku cuma pengen godain kamu aja" Sesalnya
"Maafin aku ya" Salsa mengangguk pelan.
Mobil Zaky sudah sampai tepat di depan gerbang rumah Salsa.
"Mau masuk dulu gak???" Tawar Salsa
"Lain kali aja ya aku mampir, masih ada yang perlu aku urus"
"Oh oke, kamu hati-hati ya"
Zaky memacu kembali mobil nya , tujuannya kini ingin menemui Lucas, ada yang perlu Zaky bicarakan dengan temannya itu.
Sesampainya di Lapas tempat Lucas ditahan, Zaky diminta untuk menunggu sampai akhirnya Lucas datang bersama seorang polisi.
"Cas, gimana kabar Lo" Mereka berjabat tangan sembari berpelukan singkat ala cowok-cowok kalo gak ketemu sohibnya lama.
"Baik"
"Ada apa Lo kesini"
"Ada yang mau gw omongin ke Lo"
"Soal???"
"Yang pertama soal Danira"
"Kenapa Danira???" Tanya Lucas antusias
"Darina koma Cas"
"Hah kok bisa???bukannya Lo bilang hari ini pesta pernikahan mereka???"
"Iya tapi ditengah-tengah pesta berlangsung hal buruk terjadi" Zaky menghela nafasnya memberi jeda. Lucas masih setia mendengarkan sahabatnya berbicara.
"Tiba-tiba saja seseorang dengan sengaja melepaskan tembakan dan mengenai bahu kiri Danira" Terangnya, Lucas yang mendengar hal itu langsung tersulut emosi kedua tangannya mengepal dengan rahang yang mulai mengeras.
"Anna" Ucapnya penuh amarah
"Lo tau kalo Anna pelakunya"
"Siapa lagi kalau bukan dia, lagi pula untuk apa Orion mati-matian membela dia waktu di depan hakim"
"Cas, Orion pasti punya alasan ngelakuin itu"
"Ya tapi tetep aja orang seperti Anna itu licik"
"Lo tenang dulu, semuanya udah di urus sama polisi Lo gak usah khawatir" Lucas mengangguk pelan lagi pula apa yang dia bisa lakukan dari balik jeruji besi.
"Terus apalagi yang mau Lo sampein???"
"Hehehe" Bukannya menjawab Zaky malah cengengesan membuat Lucas mengernyitkan dahinya heran.
Maaf ya kalau updatenya nyicil-nyicil
soalnya kerjaanku buanyak huaaaa😭
Semoga kalian tetap setia dengan
Cerita ini sampai part akhir🥰
Jangan bosan-bosan komen
Yang banyak pokoknya 😁
Oiya tau kan ada tanda 🌟
Jangan Lupa di klik
Terimakasih banyak-banyak 🙏
ORION GALANDRA
LUCAS MAHARDIKA
ZAKY ALTAR
SAMI BACHTIAR ARYABRATA
ALDI VARENZA MUNAF
VOTE YA WOY 😁😁😁