
Semalaman kak Orion gak pulang, sepanjang malam aku menunggunya. Pesan yang ku kirim juga gak satu pun dibalas. Air mataku mengalir dengan sendirinya, bilah putih menusuk hatiku. Kak, kau anggap aku apa? Kenapa kakak sepeduli itu dengan wanita lain sedangkan denganku?.Sore harinya kak Orion pulang.
“Kak, semalam kakak gak pulang?” Tanyaku
“Kenapa memang?” Jawaban kak Orion sangat dingin, bahkan tatapannya tak mengarah padaku
“Gak apa-apa kak aku cuma nanya aja, semalam aku nungguin kamu”
“Gak usah nungguin aku, kamu pikirin aja kesehatan kamu” Orion sudah selesai mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian santai.
“Kakak mau kemana?”
“Aku masih harus nemenin Anna”
“Emang harus ya kak? Emang gak ada yang jagain Anna selain kamu?”
“Sejak kapan kamu berhak ngatur aku?”
“Sejak aku jadi istrimu” Entah dari mana keberanian itu muncul, hingga kata-kata itu keluar dengan mudah dari mulutku.
“Aku harap kamu sadar posisimu” Glek, kata-kata kak Orion barusan benar-benar menamparku dengan keras.
Apa aku berlebihan? Apa aku salah cemburu? Apa aku salah sayang kamu kak? Aku pikir kamu ada rasa kak ternyata itu hanya rasaku tidak dengan rasamu.
Tinnnnnnnnnnnn
Bunyi klakson panjang menyadarkan lamunanku, dan aku sudah berada ditengah jalan, untung saja jalanan tidak terlalu ramai.
“Ra, lo gak apa-apa?” Rupanya pengendara mobil itu kak Aldi
“Lo ngapain ditengah jalan?”
“Maaf kak, a-aku” melihat wajahku shock kak Aldi mendekapku dan menenangkanku.
“Maaf ya Ra, gw gak maksud bikin lo kaget”
“Aku yang salah kak” Aku melepaskan pelukan kak Aldi
“Kamu ada masalah? Orion lagi?” Aku menggeleng
“Masuk dulu yuk, kita cari tempat buat ngobrol” Aku menerima ajakan kak Aldi, ya saat ini aku memang butuh seseorang yang mau mendengarkanku.
“Lo bisa cerita apapun ke gue Ra, lo gak usah takut atau ngerasa gak enak, gw ini udah kayak sodara sama Orion jadi gw tau semua tentang Orion”
“Sebenarnya hubungan kak Orion dan Anna itu seperti apa kak?”
“Emmmmm, aku udah nebak pasti soal Anna”
“Enggak kak, aku cuma pengen tau aja. Apa dulunya kak Orion sama Anna pernah pacaran?”
“Jadi Anna itu cinta pertamanya Orion, satu-satunya wanita yang bisa bikin Orion tertarik. Orion bakal ngelakuin apapun demi melindungi Anna. Tapi sayangnya cinta dan pengorbanan Orion selalu diabaikan Anna. Meski begitu perhatian Orion ke Anna gak pernah sedikit pun berubah. Sampai pada akhirnya Orion melihat Anna ciuman dengan laki-laki lain, tapi gw gak tau pelet apa yang Anna kasih ke Orion sampai Orion setunduk itu sama Anna” Hatiku sedih mendengarnya
“Udah gak usah sedih bagaimanapun cinta Orion ke Anna lo tetap istrinya” Apa yang kak Aldi ucapkan benar, aku istrinya kak Orion.
“Lo cinta sama Orion?”
“Hah” Aku mendongak ke wajah kak Aldi
“Lo lucu” kak Aldi mencubit kedua pipiku gemas
“Gimana caranya bikin kak Orion tertarik sama aku,kak? Anna begitu cantik, anggun dan sempurna”
“Lo juga cantik” Ucap Aldi lirih
“Apa kak”
“Gak apa-apa lo cukup jadi diri lo sendiri. Kalo Orion berani nyakitin lo, gw yang akan perhitungan sama dia”
“Jangan sakitin Orion kak”
“Kenapa emangnya?”
Pernyataan lo bikin hati gw sakit Ra, ucap Aldi dalam hati.
***
Author Pov
“Yon, kamu mau kemana?”
“Gw harus pulang Danira dirumah sendirian”
“Tapi Yon aku juga sendirian” Rengek Anna
“Gw udah kabarin tante Wanda”
“Tapi aku maunya kamu yang nemenin aku”
“Gak usah kayak anak kecil, lo udah gede”
“Mau sampe kapan sih Yon kamu bersikap kayak gini ke aku. Apa istimewanya cewek jal*** itu dibandingkan aku” Pekik Anna, Orion mengepalkan tangannya menahan marah. Dengan PD nya Anna mendekatkan melingkarkan tangannya keleher Orion. Saat Anna sudah siap akan mencium Orion, hal tak terduga terjadi dengan sarkas Orion mendorong tubuh Anna.
“Bersikaplah terhormat Anna” Pekik Orion
“Lo cuma punya aku, gak ada siapapun yang bisa milikin kamu Yon. Aku cinta mati sama kamu”
“Cihhhh” Orion berdecih mendengar ucapan Anna, pasalnya beberapa kali Orion memergoki Anna tengah bermesraan dengan pria lain. Tak hanya itu, yang bikin Orion semakin jijik dengan wanita dihadapannya sekarang adalah kejadian sewaktu Orion ingin memberikan Anna kejutan dengan menyusulnya ke luar negri, tapi malah Orion yang terkejut saat melihat Anna dengan Leon tengah adegan ranjang.
Orion menatap tajam kearah Anna yang mulai menggila, melepaskan satu persatu pakaiannya dihadapan Orion. Tapi tak sedikit pun aktivitas yang dilakukan Anna membuat Orion tertarik malah membuat Orion semakin jijik.
Dengan acuh Orion melangkahkan kakinya pergi, melihat itu membuat wajah Anna panik.
“Yon” Anna menahan tangan Orion, sayangnya dengan mudah Orion menghempaskan tangan Anna dari tangannya.
Wanita yang selama ini ia jaga bahkan tak pernah sedikitpun Orion berniat untuk merusaknya, malah bersikap layaknya wanita jal***, bahkan mungkin wanita jal*** masih terhormat dibandingkan Anna yang merelakan tubuhnya dinikmati orang lain begitu saja.
BRENGSEKKK , pekik Orion di dalam mobilnya.
Orion memarkirkan mobilnya, dan bergegas melangkahkan kakinya kedalam rumah mencari wanita yang sekarang sering membuatnya rindu. Orion mencium aroma masakan, sudah dipastikan Danira ada disana. Orion melingkarkan tangannya kepinggang Danira yang tengah memasak.
“Kak” Danira terkejut dengan kedatangan Orion
“Jangan banyak gerak” Orion mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya dicengkuk leher Danira
“Tapi kaka, nanti masakannya gosong”
“Biarin” Dengan susah payah Danira melepaskan tubuhnya dari Orion. Mendapat penolakan dari Danira, Orion memutar bola matanya malas dan bertambah kesal. Tapi yang di ajak mesra-mesraan malah sibuk masak. Kesal akhirnya Orion memilih menyegarkan tubuhnya di bawah guyuran air shower.
Selesai makan malam Orion langsung langsung sibuk dengan buku-buku pelajarannya. Danira berinisiatif membuatkan susu coklat kesukaan Orion.
“Kak, aku bawain susu coklat” Danira meletakkan susu coklat buatannya di nakas.
“Makasih ya” Danira membalasnya dengan senyuman.
“Masih berapa hari kak ujiannya?”
“Empat hari lagi”
“Semangat ya kak” Orion memutar kursinya ke hadapan Danira yang duduk di pinggiran kasur. Orion mengelus dan mencium perut Danira yang masih rata.
Sayang doain papah ya ujiannya lancar, kamu sehat-sehat ya di dalam sana, singkat namun bisa membuat Danira melayang.
“Kamu tidur duluan gih” Danira mengangguk, dan bersiap tidur.
“Ra”
“Iya” Danira menoleh, Orion menangkup kedua pipi Danira mengecup kening Danira dan juga mengecup bibir Danira dengan sedikit ******* tentunya.
“Selamat malam” Bisik Orion