DIRASTA (ON GOING)

DIRASTA (ON GOING)
33. Perceraian



Tamara datang wajah penuh emosi, ia merasa jika hidup anak satu-satunya sudah dihancurkan oleh gadis bernama Danira.


“Orion” Pekik Tamara


“Mamah” Danira yang mengetahui kedatangan Tamara bergegas menghampirinya berniat ingin menyalami tangan ibu mertuanya. Namun dengan keras Tamara menampar pipi Danira.


Plakkkk


Melihat apa yang dilakukan Tamara membuat Anna tersenyum puas, satu langkah lagi dia akan bisa menghancurkan Danira.


Mendengar keributan di bawah Orion bergegas turun.


“Mah ada apa ini?” Tanya Orion


“Yon mamah mau kamu ceraikan wanita ini sekarang, mamah gak sudi wanita kotor seperti dia ada dikeluarga Galandra” Ucap Tamara penuh emosi


“Mah rumah tangga Orion biar Orion yang urus” Jawab Orion datar


“Yon wanita ini udah bawa citra buruk dikeluarga kita, kamu tau kan siapa-siapa saja yang menjadi relasi bisinis papah? Kalau sampai mereka tau keluarga Galandra memiliki menantu tak bermoral....” Ucapan Tamara terhenti


“Mah, Orion tau apa yang harus Orion lakuin”


“Terserah kamu Yon, mamah kecewa sama kamu. Entah apa yang udah wanita ini lakukan sama kamu sampai kamu berani menentang mamah” Orion menghela nafasnya kasar.


“Ceraikan dia dan menikah dengan Anna” Tamara dan Anna meninggalkan rumah Orion.


“Yon, apa yang dibilang mamah benar aku hanya akan menjadi perusak citra keluargamu” Ucap Danira sembari terisak, Orion hanya terdiam meresapi setiap ucapan Danira dan Tamara.


***


Danira mencurahkan segala keluh kesahnya diatas makan Ira ibunya. Andai ibunya masih hidup mungkin ia tak akan sendirian menghadapi semuanya.


“Danira” Merasa namanya dipanggil Danira menoleh kearah sumber suara.


“Salsa” Tiba-tiba saja Salsa memeluk tubuh Danira. Mendapat pelukan dari Salsa yang dulu sering membullynya membuat Danira terkejut.


“Ra, maafin aku ya dulu aku sering bersikap buruk sama kamu” Ucap Salsa penuh penyesalan


“Aku udah maafin kamu Sa, udah dari lama”


“Makasih ya Ra, kamu emang orang baik” Danira tersenyum canggung mendapat pujian dari Salsa


“Ra” Panggil Salsa


“Lo sering datengin makan nyokap lo” Danira mengangguk ragu


“Gw sekarang tau Ra, rasanya jadi lo gw ngerasa dapet karma dari lo” Danira terlonjak mendengar penuturan Salsa


“Dua bulan yang lalu nyokap gw meninggal” Salsa mencoba menahan air matanya


“Sa” Danira mengusap punggung Salsa


“Gw udah ikhlas kok Ra, walaupun berat tapi ini takdir yang harus gw terima. Hanya saja gw belum siap kalo bokap gw nikah lagi”


“Nyokap gw kena serangan jantung, awalnya gw ngira karena nyokap terlalu capek dengan runitasnya, sampai pada akhirnya gw tau apa yang bikin nyokap gw kena serangan jantung tiba-tiba”


“Bokap yang selama ini sayang sama gw dan nyokap ternyata menyimpan kebusukan yang teramat menjijikkan” Raut wajah Salsa berubah merah karena terlalu emosi


“Selama ini bokap gw selingkuh sama sekertarisnya sendiri, dan hari itu nyokap ngeliat sendiri perselingkuhan bokap dan akhirnya hmmmmm.....” Salsa tak lagi bisa menahan tangisnya.


“Sa, yang kuat ya” Danira memeluk tubuh Salsa dan membuatnya senyaman mungkin


“Maafin gw ya Ra”


“Lo gak salah, lo gak perlu minta maaf”


“Tapi dulu gw jahat ke lo, dan ketika gw lagi down lo yang ada buat gw”


“Kita mulai dari awal lagi ya” Salsa mengangguk


“Ra, lo tinggal bareng kak Orion?” Salsa mengantarkan Danira pulang


“Iya, kamu mau mampir?” Tawar Danira


“Lain kali ya Ra” Danira mengangguk dan melepaskan seatbeltnya


“Ra, gw boleh jadi temen lo?” Danira tak berekspresi karena ini kali pertama seseorang ingin menjadi temannya.


“Kalo lo gak mau gak apa-apa kok Ra” Danira mengangguk mantap membuat senyum dibibir Salsa tercetak


“Makasih ya Ra”


“Aku juga makasih ya Sa udah dianterin”.


Danira menyibukkan diri di dapur menyiapkan beberapa menu masakan sebelum Orion pulang dari kampus. Ini adalah hari pertama Orion menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa, pasti melelahkan. Untuk itu Danira ingin menyenangkan Orion dengan memasak makanan kesukaan Orion.


Baru saja Danira membayangkan senyum manis Orion, ehh sang pemilik senyum itu sudah datang.


“Udah pulang?” Orion mengangguk sembari menyenderkan kepalanya dibahu Danira.


“Malam ini jatah kamu nginep dirumah mamah kan?” Orion memutar bola matanya malas, kenapa harus diingatkan Orion tengah malas bertemu Tamara yang akan terus membahas tentang perceraiannya dengan Danira saat bertemu Orion.