
“Kak, kok malah bengong sih”
“Eh sorry sorry gw lagi mikir aja kira-kira siapa orang yang udah mensabotase mobil Orion”
“Hah, sabotase???” Pekik Salsa
“sssssttttt”
“Sorry kak gw reflek” Ucap Salsa malu-malu
“Terus apa yang harus kita lakukan? Apa kita perlu lapor polisi?”
“Itu nanti karena tanpa bukti apa-apa laporan kita gak akan berguna”
“Kak harus cari Danira sekarang kak, aku khawatir Danira kenapa-kenapa” Zaky menahan tangan Salsa
“Lo tenang aja orang itu gak akan nyakitin Danira”
“Tapi kak”
“Percaya sama gw” Salsa menunduk malu saat manik mata Zaky menatap kearahnya.
“Kok pipi lo merah sih” Goda Zaky
“Apaan sih kak” Salsa memukul bahu Zaky
***
Danira tersadar disebuah ruangan yang pengap penuh dengan barang-barang tak terpakai. Bau apak membuat Danira terbatuk, seseorang yang mendengar suara Danira menghampiri Danira dan membawakannya segelas minum juga sebuah roti untuk Danira.
“Kamu???” Danira terkejut mengetahui orang yang menyuliknya
“Lepasin aku, apa mau mu?” Ucap Danira sembari meronta
“Tenang Danira aku tidak akan menyakitimu aku hanya ingin bersenag-senang denganmu” Orang itu mengusap lembut pipi Danira menyingkirkan tiap helai rambut Danira yang menutupi wajah cantik Danira.
“Tolong lepasin aku” Danira mencoba memohon meminta belas kasihan pada orang itu.
“Harusnya dari awal aku tidak melepaskanmu Danira”
“Apa maksudmu?”
“Jangan buang tenagamu semua akan sia-sia” Orang itu mengecup kening Danira dan pergi meninggalkan Danira.
Tepat saat Salsa dan Zaky beranjak dari duduknya, Lora dan Meta memanggil Salsa dan menghampiri Salsa.
“Lora, Salsa kalian?”
“Sa gw minta maaf atas apa yang gw lakuin ke lo” Ucap Lora
“Gw juga Sa, gw udah jaha banget sama lo” Salsa memandangi wajah sahabatnya satu persatu lalu tersenyum
“Gw juga salah gw selalu ngelakuin apa yang gw mau tanpa mikirin perasaan kalian”
“Kita tetep sahabatan kan?”
“Iya dong” Mereka bertiga pun akhirnya berpelukan.
“Ekhhhhmmmm masih ada orang lo disini” Sindir Zaky
“Ehhh kak Zaky”
“Lo sama kak Zaky?”
“Gak usah mikir yang aneh-aneh gw sama kak Zaky cume temen kok”
“Ohhhh kirain tapi kak Zaky gak kayak kak Lucas kan?” Ucap Lora dengan lugunya yang langsung kena tampol Meta
“Aduhhh met sakit”
“Lo sih kalo ngomong suka gak dipikir dulu”
“Hehehe” Lora tersenyum canggung
“Oh ya guys tapi sorry banget gw harus pergi sekarang gw masih ada urusan”
“Oke gak apa-apa Sa, gw cuma mau ingetin sama lo buat gak deket-deket lagi sama Lucas” Lora mengangguk antusias
“Kenapa memangnya?” Meta membisikkan sesuatu yang membuat Salsa segera menarik tangan Zaky
“Ada apa Sa?”
“Nanti aku jelasin dimobil kak, kita harus segera cari keberadaan kak Luas”
“Maksud kamu?”
“Kak Lucas yang udah bawa Danira” Zaky segera memacu mobilnya tapi belum lama Zaky menginjak rem mobilnya mendadak.
“Kenapa kak?”
“Kita mau cari Lucas kemana?” Salsa mendengus kesal tingkah Zaky yang konyol kadang-kadang muncul diwaktu yang tidak tepat.
“Gw juga gak tau kak huffftttt” Mereka berdua mengalami kebuntuan
“Kak apa gak sebaiknya kita kasih tau kak Orion aja soal ini, dia juga berhak tau lagi pula kan Danira istrinya”
“Benar juga” Zaky memacu mobilnya kembali kerumah Orion.
Saat hampir sampai rumah Orion, Zaky dan Salsa berhenti karena melihat Anna sedang berkomunikasi dengan seorang pria berpakaian seba hitam. Zaky mengamati dengan seksama pria yang ada dihadapan Anna, pria itu sama persis dengan pria yang Zaky liat ada di rumah Orion.
Tak ada informasi apapun yang Zaky bisa dapat dari Anna dan pria itu karena jarak mereka yang cukup jauh. Akhirnya Zaky memutuskan untuk ketujuan awalnya menemui Orion.
“Kak wanita itu siapa sih kenapa selalu ngikutin dimana pun kak Orion berada?”
“Wanita ular?”
“Udah yuk turun”
Zaky mengetuk pintu rumah Orion dan kebetulan yang membukakan pintu adalah Tamara.
“Eh Zaky, gimana kondisi kamu?” Tanya Tamara
“Baik tante”
“Syukurlah kalau begitu, tante turut berduka atas kematian Aldi sahabat kalian”
“Emmmm iya tante”
“Ini???”
“Salsa tante” Salsa sangat canggung berhadapan dengan Tamara pasalnya ia pernah bersikap kurang sopan terhadap Tamara karena membela Danira.
“Mari masuk” Salsa menghembuskan nafas lega pasalnya Tamara tak memperpanjang masalah itu.
“Sebentar ya tante buatkan minum”
“Iya tante”
Dan saat itu juga Orion dengan hati-hati menuruni anak tangga.
“Gimana kepala lo Yon? Ada yang retak?”
“Lo kesini mau ngatain gw?”
“Yaelah Yon sentimen banget sih, gw juga khawatir sama lo”
“Lo sendiri?”
“Gw gak apa-apa cuma lecet dikit doang” Zaky melihatkan lengannya yang maish dibungkus perban
“Syukur deh kalo lo gak apa-apa, terus si Aldi?” Zaky terdiam mendapat pertanyaan dari Orion, ternyata Orion belum tahu jika kecelakaan itu membuat Aldi meninggal dunia.
“Kok lo diem?”
“Emmm Aldi,eee-itu anu” Orion memutar bola matanya malas melihat Zaky yang bertele-tele.
“Kak Aldi meninggal” Ucap Salsa spontan, mata Orion membola menatap Salsa tak percaya. Orion mengepalkan kedua tangannya dan memukul meja di depannya dengan keras hingga kaca dimeja itu pecah. Salsa terkejut dengan sikap Orion.
“Yon tenang Yon, Aldi udah tenang” Zaky berusaha menahan amukan Orion, tangan Orion berdarah terkena pecahan kaca.
“Ada apa ini?” Pekik Tamara yang terkejut dengan apa yang dilihatnya
“Maafin saya tante, saya gak tau kalo Orion belum tahu kalo Aldi sudah meninggal”
“Tante sengaja belum ngasih tahu Orion karena Orion masih butuh pemulihan”
“Maaf ya tante”
“Sudah gak apa-apa tante ambil kotak obat dulu”
“Kalian kesini pasti mau ada yang kalian sampaikan selain ini kan?” Zaky dan Salsa saling pandang
“Udah omongin aja gak perlu ada yang ditutupin lagi”
“Itu Yon Dan-“
“Orion!!!!!” Ucapan Zaky terhenti karena Anna tiba-tiba datang
“Tangan kamu kenapa?” Anna mengambil tissue dan membersihkan darah yang ada ditangan Orion.
“Zaky kamu gak apa-apa? Maaf ya kemarin aku gak sempet nengokin kamu soalnya aku sibuk ngurusin Orion”
“Iya gak apa-apa kok”
“Bukannya yang ngerawat kak Orion itu-“ Zaky menahan tangan Salsa agar tak melanjutkan ucapannya, Orion menatap penuh kearah Salsa menunggu Salsa melanjutkan ucapannya. Berbeda dengan Anna yang menatap Salsa penuh ancaman
“Ehhh itu tante Tamara” Lanjut Salsa berbohong
“Bukannya lo temen Danira” Salsa mengangguk
“Itu kak yang bikin kita kesini, Danira diculik” Orion terperanjat dari duduknya.
Anna menatap Salsa tajam, tapi Salsa tak sedikitpun merasa takut malah ia merasa curiga terhadap wanita yang ada dihadapannya saat ini. Salsa merasa jika Anna terlibat dalam hilangnya Danira.
“Diculik, jangan becanda kamu mana ada yang mau nyulik Danira” Ucap Anna
“Kita memang belum punya bukti tapi aku yakin kalo ada seseorang yang sengaja ingin menyakiti Danira” Ucap Salsa tegas sembari menatap tajam kearah Anna
“Kita harus nyari Danira sekarang”
“Orion kamu masih terluka, kamu gak bisa pergi gitu aja apa kamu lupa apa yang dikatakan om Devan kalo Danira sudah menandatangani surat cerai itu berarti Danira yang memilih pergi” Orion menatap kearah Anna
“Tapi ada seseorang yang sengaja membawa Danira” Salsa mencoba meyakinkan Orion.
“Bisa saja itu selingkuhan Danira atau pacar baru Danira kan”
“Danira tidak seperti itu” Tungkas Salsa
“Sa, lo bisa sabar gak” Pinta Zaky
“Tapi dia bikin aku emosi”
“Yon, kalo lo masih peduli sama Danira lo bisa hubungin gw, tapi kalo lo udah gak peduli biar gw sama Salsa yang nyari Danira. Kita pamit”.