
Ada yang Rindu aku gak hehe....
Vote yuk guys biar aku makin semangat nyelesein ceritanya
Tandain jika ada yang typo ya...
Jangan lupa sebelum membaca budayakan memfollow 🥰
"Terus apalagi yang mau lo sampein?" Tanya Lucas tidak sabaran.
"Hehehe" Bukannya menjawab Zaky malah cengengesan membuat Lucas mengernyitkan dahinya heran.
"Kesambet lo" Sewot Lucas karena waktu yang di berikan sipir penjara sudah mau habis tapi Zaky malah senyum-senyum gak jelas kayak orang gila. Hilang sudah kesabaran Lucas.
"Udah balik Sono, buang-buang waktu gw aja" Tungkas Lucas
"Tunggu dulu, emang lo mau ngapain sih di dalam situ selain rebahan?" Lucas mendengus kesal, walaupun sudah banyak berubah tapi sifat ngeselin dari Zaky gak malah makin menjadi.
"Gw mau minta restu lo" ucap Zaky mantap membuat sorot mata Lucas menatap tajam ke arah Zaky.
"Restu???" Lucas mengulangi kata restu yang di ucapkan Zaky.
Zaky mengangguk-anggukan kepalanya membenarkan ucapan Lucas barusan.
"Jadi gini gw sama Salsa beberapa bulan ini resmi pacaran, dan gw ada niatan buat melangkah ke jenjang yang lebih serius" Terang Zaky
"Deggg" Jantung Lucas serasa terjatuh dari tempatnya.
"Cas lo gak ...." Lucas menundukkan kepalanya sembari menghembuskan nafasnya yang terasa berat.
"Sorry Ky" Tubuh Lucas bergetar
"Bro, gak ada yang perlu disesali atas masalalu yang udah terjadi" Zaky menepuk pundak Lucas.
"Tapi gw udah...." Ucapan Lucas tertahan saat Zaky menggenggam kedua tangan Lucas.
"Gw menerima Salsa karena gw cinta dia, hati gw milih dia buat jadi pasangan gw jadi apapun yang terjadi di masalalunya gw gak berhak untuk menghakimi dia. Bisa aja di masa lalu gw lebih brengsek" Lucas paham dengan apa yang disampaikan Zaky
"Gak ada yang pernah tau jodoh kita akan berlabuh ke siapa, kita hanya penggerak Tuhanlah yang menentukan semuanya" ucap Zaky bijak.
"Semoga lo bahagia Ky, dengan pilihan lo restu gw sepenuhnya gw kasih buat lo dan Salsa" ucap Lucas hari.
Banyak pengalaman beberapa tahun terakhir yang membuat seorang Zaky Altar menjadi sosok yang lebih dewasa.
Semuanya memang sudah hancur tapi tak ada salahnya memperbaiki yang masih bisa diperbaiki dan merawat apa yang tersisa.
...*** ...
Dengan telaten dan hati-hati Orion membersihkan wajah dan tubuh istrinya penuh kasih sayang.
Harapannya tidak pernah pupus akan hari dimana wanita yang dicintai nya membuka mata dan tersenyum lagi.
Apalagi dua bulan lagi baby yang ada di dalam kandungan Danira akan segera lahir.
"Ra, lo harus kuat bayi kecil kita butuh lo"
"Lo pengen namain anak kita Lentera kan???"
"Lentera Mahatma Galandra, itu nama buat anak kita kelak Ra"
"Kita akan merawat dia sama-sama"
"Jangan pernah tinggalin gw ya Ra"
Walaupun mata Danira masih tertutup rapat tapi ia masih bisa mendengar semua ucapan yang diutarakan Orion.
Kedua sudut mata Danira menitihkan air mata. Ada rasa dirinya ingin kembali memeluk suami dan orang-orang yang menyayanginya tapi ada sisi dihatinya yang ingin dirinya tetap tinggal di mimpinya.
Dunia selama ini terlalu kejam untuk Danira bahkan disaat-saat bahagianya dia harus terluka.
Dunia mimpinya saat ini membawanya pada sebuah kedamaian dan kenyamanan hingga Danira semakin sulit untuk kembali.
Tapi dia merindukan suaminya Orion Galandra.
Akankah Danira membuka matanya???
Atau Danira akan tidur selamanya???
Vote guys pilih yang mana???