DIRASTA (ON GOING)

DIRASTA (ON GOING)
34. Teman



Danira Pov


Aku sangat tidak menyangka jika aku dan Salsa akan menjadi seakrab sekarang, sejak pertemuan tidak disengaja itu Salsa jadi sering mengunjungiku. Sejak adanya Salsa aku jadi tidak kesepian saat Orion menginap dirumah mamah.


Pagi-pagi sekali saat aku dan Orion tengah menikmati sarapan kami seseorang membunyikan bel.


Ting Tung ...Ting Tung....


Orang itu membunyikan bel berkali-kali dan terkesan terburu-buru. Aku dan Orion sedikit terganggu dengan bunyi bel tersebut.


“Aku buka dulu ya” Pamitku pada Orion


Saat handle pintu terbuka orang yang bertamu ternyata Salsa.


“Salsa”


“Sorry Ra”


“Kamu kenapa?” Aku heran melihat Salsa yang terlihat panik


“Nanti aku ceritain, masih ada suamimu kan?”


“Ekhhhh” Deheman Orion membuat aku dan Salsa kaget, apalagi wajah Salsa yang langsung menunduk takut melihat Orion.


“Mau berangkat ya?” Pertanyaanku sama sekali tak digubris Orion, dia terus saja memandang penuh selidik ke arah Salsa yang membuat Salsa semakin takut bahkan tubuhnya sampai gemetar.


“Aku antar sampai depan kak” Aku meraih tangan Orion dan menariknya menjauh dari Salsa, bisa mati anak orang kalo terus-terusan ditatap seperti itu.


“Sa, aku buatin minum dulu ya” Salsa mengangguk sembari menunjukkan senyumnya padaku


“Silahkan diminum Sa” Aku kembali dengan dua buah minuman dan beberapa toples cemilan untuk kami.


“Sa, tadi waktu kamu datang kenapa muka kamu panik banget?”


“Oh itu tadi aku kebelet pipis” Jawaban Salsa membuatku sedikit curiga pasalnya sedari tadi Salsa tidak ke toilet


“Ra, kak Orion emang gitu ya?”


“Gitu gimana?”


“Galak” Aku tersenyum mendengar penuturan Salsa soal suamiku


“Kamu bolos lagi Sa?”


“Hehe iya Ra, abis nya gw males banget”


“Ihhh kamu tuh gak boleh gitu aku aja pengen banget ngelanjutin sekolah aku” Salsa tersenyum canggung kearahku


“Emang kamu kenapa sih di sekolah sampai kamu bolos terus”


“Ini karma gara-gara dulu aku suka ngebully kamu dan sekarang aku yang gantian di bully”


“Kamu sabar aja aku yakin kok lama-lama mereka pasti bosen”


Aku sangat-sangat tahu bagaimana rasanya jadi bahan bullyan di sekolah, dikucilkan gak punya teman. Dan korban bullying tidak akan bisa membalas bahkan untuk melindungi dirinya sendiri saja tidak bisa.


***


Author Pov


“ORION” Panggil Dela kakak tingkat Orion


“Ihhh Orion gw manggil lo” Gerutu Dela dengan sikap manjanya


“Kita kenal?” Tanya Orion cuek


“Emmm enggak sih, yaudah kita kenalan gw Delafira” Dela mengulurkan tangannya, namun Orion tak mengambil uluran tangan Dela dan melenggang begitu saja.


“Apa lo” Gerutu Dela, tingkah Dela hanya di balas senyum oleh mahasiswa lain.


“Hihhhh, untung ganteng awas aja lo Orion Galandra gw bakal bikin lo bertekuk lutut sama gw” Cicit Dela


Saat tengah berjalan tidak sengaja Orion berpapasan dengan Aldi, namun Orion berjaan begitu saja tanpa melihat ataupun menghiraukan Aldi.


“Yon” Aldi menahan bahu Orion, Orion melepaskan bahunya dari tangan Aldi.


“Kasih gw waktu buat ngomong Yon” Orion menautkan kedua alisnya


“Gw minta maaf dengan apa yang udah gw lakuin sama Danira”


“Gw udah maafin” Orion melangkahkan kakinya lagi namun Aldi menahannya lagi


“Yon, gw mau kita kayak dulu lagi, gw sadar gw salah gw gak mau kehilangan sahabat-sahabat gw. Atau gw harus bersujud di kaki lo biar lo nerima gw lagi jadi sahabat lo”


“Gak perlu merendahkan diri lo dihadapan gw, gw udah maafin lo”


“Serius?” Aldi merangkul tubuh Orion


Seseorang disebrang sana sampai menitihkan air mata saking terharunya melihat kedua sahabatnya akur lagi.


“Woyyy pelukan gak ajak-ajak” Zaky dengan antusias memeluk kedua temannya namun tangannya segera ditepis oleh Orion dan Aldi.


“Issss sakit anjir” Zaky mengelus tangannya yang nyeri akibat hempasan kedua temannya.


“Kita harus rayain nih, dah lama juga kita gak ngumpul bareng” Ajak Zaky


“Gw sih oke aja” Setuju Aldi dan dibarengi anggukan Orion


***


“Ra, malam ini gw ada acara sama temen-temen”


“Yaudah pergi aja” Orion mendengus kesal karena Danira tidak pernah melarangnya


“Yaudah gw jalan sekarang”


“Hati-hati ya”


“Iya” Orion mengacak pucuk rambut Danira


Zaky sudah lebih dulu sampai di bar cafe tempat mereka bertiga janjian, di depan bar cafe Zaky melihat Lucas tengah merencanakan sesuatu dengan Anna dan juga seorang wanita yang tempo hari dilihatnya saat dikampus. Kalau dilihat dari wajahnya wanita itu terlihat lebih muda, malah masih kayak anak SMA. Dan bagusnya lagi Zaky mendengar semua pembicaraan mereka bertiga.


“Ohhh jadi elo Cas, musuh dalam selimut” Pekik Zaky, membuat mereka bertiga menoleh kearah Zaky


“Maksud lo apa?” Tolak Lucas


“Gw udah denger semuanya, elo yang udah jebak Aldi dan Danira”


“Terus kenapa? Lo mau ngadu sama mereka?”


“Cihhh”


“Udah lo pergi sana” Usir Anna


“Tanpa lo minta gw juga bakal pergi dari sini, gak kuat gw nyium bau sampah ke kalian” Lucas mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


Zaky meninggalkan mereka begitu saja, saat sampai di luar rupanya Orion dan Aldi sudah sampai.


“Di, Yon mending kita cari tempat lain deh”Ajak Zaky


“Kenapa? Gw sama Orion baru sampai loh”


“Dah gw lagi pengen yang halal-halal” Zaky melenggang pergi meninggalkan kedua temannya yang masih heran melihat tingkah laku Zaky.