
Hari ini Tamara akan pulang kerumah sudah hampir dua minggu Tamara menemani suaminya Devan ke luar kota. Setelah mendapat kabar soal kelulusan Orion anak semata wayangnya Tamara berniat memberi kejutan kepada Orion dan Danira menantunya. Jadi Tamara tidak mengabarkan kepulangannya kepada Danira maupun Orion.
Tamara singgah sebentar ke pusat perbelanjaan untuk membeli oleh-oleh untuk Danira dan Orion. Saat tengah asik memilih Tamara tidak sengaja bertemu dengan Anna.
Saat itulah Anna memberitahukan semuanya kepada Tamara rahasia tentang Danira. Bukan Anna jika tak melebih-lebihkan apa yang sebenarnya terjadi. Anna mengatakan kepada Tamara, bahwa Danira adalah wanita sewaan yang kebetulan disewa oleh teman Orion bernama Lucas. Tapi karena waktu itu Orion juga mabuk jadi Orion tak sengaja melakukan hal itu kepada Danira. Jadi kehamilan Danira bukan semata-mata karena Orion.
Mendengar hal itu membuat Tamara naik pitam dan langsung menampar Danira.
“Mah, Danira” Suara Danira bergetar rasanya susah sekali untuk menelan salavinanya.
“Berhenti panggil aku mamah, plakkkkk” Tamara menampar pipi Danira sekali lagi.
“Tinggalkan Orion wanita jal*** sepertimu tak layak ada di keluarga Galandra” Hati Danira bak disayat belati putih
“Apa mamah sudah tau yang sebenarnya” Ucap Danira dalam hati
“Mah, sudah mah” Orion membawa Tamara ke kamarnya , Anna menjambak rambut Danira dengan sarkas.
“Gw yang udah kasih tau tante Tamara, gw gak akan pernah biarin lo hidup bahagia dengan Orion. Orion punya gw” Ucapa Anna semakin membuat hati Danira bertambah sakit, menangis hanya itu yang bisa Danira lakukan. Untuk kesekian kalinya ia dicampakkan, ia dihinakan, ia dibuang.
***
Dari balik pintu kamar Tamara, Danira mendengar perdebatan antara Tamara dan Orion.
“Mah, apa yang terjadi sama Danira juga Orion penyebabnya wajar jika Orion harus bertanggungjawab”
“Kenapa harus kamu? Apa kamu tau siapa saja pria yang sudah tidur dengan gadis itu”
“Apa maksud mamah?”
“Yon, apa kamu yakin Danira gadis baik-baik? Mana mungkin ada gadis baik-baik tengah malam masih keluyuran?” Pernyataan Anna membuat keyakinan Orion akan Danira goyah.
“Apa yang dikatakan Anna benar Yon, mamah gak mau punya menantu gadis yang gak jelas asal-usulnya. Bahkan keluarganya saja membuangnya”
“Apa yang mamah inginkan?”
“Ceraikan dia Yon” Bak disambar petir di siang bolong, Danira tak menyangka jika Tamara yang selama ini baik padanya tega berkata seperti itu.
“Ok mah” Dunia Danira seketika hancur saat Orion mengiyakan keinginan Tamara untuk menceraikan Danira. Danira memilih masuk kedalam kamar dan mengemasi barang-barangnya.
“Orion akan ceraikan Danira setelah anak yang ada dikandungan Danira lahir, jika anak itu bukan anak Orion tapi jika anak itu anak Orion, Orion tidak akan pernah menceraikan Danira mah” Orion meninggalkan Tamara dan Anna.
“Ra, lo ngapain?” Orion kaget saat melihat Danira mengemasi pakaiannya
“Kak, aku gak pantas ada disini” Orion memeluk Danira mencoba menenangkan Danira
“Ceraikan aku kak, biarin aku pergi” Ucap Danira sembari terisak
“Ra, lo”
“Dengerin gw, gw emang gak tau apa yang gw rasain saat ini ke lo, tapi gw juga gak akan biarin lo pergi gitu aja dari hidup gw”
“Sampe kapan kak? Sampe anak ini lahir?” Orion terbungkam tak mampu menjawab pertanyaan Danira. Ada rasa tak ingin Danira pergi dari hidupnya.
“Mau kemana Yon?” Tanya Tamara masih dengan tatapan tak suka kearah Danira. Danira hanya tertunduk kebawah.
“Mah, Danira dan Orion akan pisah rumah”
“Gak, mamah gak ijinin kamu pergi yang harusnya pergi wanita ini Yon”
“Mah, Danira masih istri sah Orion”
“Kamu tega ninggalin mamah Yon, mamah yang udah ngelahirin kamu”
“Iya mah Orion tau dan Orion gak akan pernah bisa lupa akan itu, tapi biarin Orion cari jalan keluar atas masalah Orion dan Danira mah”
“Yon, kamu gak harus perjuangin wanita ini” Ucap Anna , Orion tak menghiraukan ucapan Anna.
“Orion pamit mah, mamah tenang aja Orion akan sering-sering temuin mamah”
“Mah Da-Danira pamit mah” Tangan Danira ditepis begitu saja oleh Tamara.
Orion membawa Danira ke rumahnya, setidaknya itu jalan keluar yang baru terpikir oleh Orion.
Orion tak menyangka jika Anna wanita yang snagat dikaguminya berubah menjadi wanita pemaksa dan banyak maunya.
Selama diperjalanan Danira masih menitihkan air mata, tatapannya mengarah ke luar jendela, begitu pilu dan menyakitkan.
***
“Sendirian aja Na” Sapa Lucas
“Ehhh iya, lo sendiri juga yang lain mana?”
“Lo nyari siapa? Orion?”
“Emmm, kalo Orion mah gw tau doi dimana?”
“Yalah kan lo tuan putrinya” Ledek Lucas sembari terkekeh
“Itu dulu sebelum ada wanita gak jelas itu” Anna menunjukkan wajah kesalnya
“Danira maksud lo” Anna mengangguk
“Kenapa gak lo singkirin aja?” Usul Lucas
“Pengennya, tapi Orion selalu ngelindungin tu cewek”
“Gampang biar gw yang urus”
“HAHHHH REALLY? I DON’T WANT TO JOKE ANYMORE”
“Do, I look joking?”
“Lo tinggal tunggu intruksi dari gw” Anna tersenyum sumringah Lucas berpihak padanya. Terbesit di pikiran Anna apa alasan Lucas mau membantunya, tapi I don’t care, yang ia inginkan hanya Orion menjadi miliknya lagi.